Abstract
Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan salah satu bentuk kekerasan yang tidak hanya berdampak pada kondisi fisik korban, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan psikologis. Korban KDRT berisiko mengalami berbagai gangguan psikologis, salah satunya depresi. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara mendalam dinamika psikologis seorang perempuan korban KDRT yang menunjukkan gejala depresi berdasarkan hasil asesmen psikologi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, autoanamnesis, alloanamnesis, telaah dokumen, serta pemeriksaan psikologi yang dilakukan di Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Rumah Sakit X. Hasil asesmen menunjukkan bahwa subjek mengalami kekerasan verbal, psikologis, fisik, dan ekonomi yang berlangsung secara berulang selama masa pernikahan. Kondisi tersebut berdampak pada munculnya gejala depresi berupa kesedihan yang menetap, gangguan tidur, penurunan nafsu makan, kehilangan energi, menarik diri dari lingkungan sosial, kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari, hingga munculnya ide bunuh diri. Pemeriksaan psikologi juga menunjukkan bahwa subjek mengalami stres, kecemasan, dan depresi pada kategori sangat berat. Kondisi psikologis tersebut dipengaruhi oleh pengalaman kekerasan yang berlangsung dalam waktu lama, kurangnya dukungan sosial, konflik keluarga, tekanan ekonomi, serta kehilangan pekerjaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen psikologi berperan penting dalam memahami kondisi psikologis korban sehingga dapat menjadi dasar penyusunan intervensi psikologis yang sesuai dengan kebutuhan korban.References
American Psychiatric Association. (2022). Diagnostic and statistical manual of mental disorders (5th ed., text rev.; DSM -5-TR). American Psychiatric Association Publishing. https://doi.org/10.1176/appi.books.9780890425787
Baxter, P., & Jack, S. (2008). Qualitative case study methodology: Study design and implementation for novice researchers. The Qualitative Report, 13(4), 544–559. https://doi.org/10.46743/2160-3715/2008.1573
Beck, A. T. (1967). Depression: Clinical, experimental, and theoretical aspects. Harper & Row.
Eriksson, M., Ghazinour, M., & Hammarström, A. (2018). Different uses of Bronfenbrenner’s ecological theory in public mental health research: What is their value for guiding public mental health policy and practice? Social Theory & Health, 16 , 414–433. https://doi.org/10.1057/s41285-018-0065-6
Harefa, A. (2021). Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Tindak Pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Jurnal Panah Keadilan, 1(1), 18-21.
Hyett, N., Kenny, A., & Dickson-Swift, V. (2014). Methodology or method? A critical review of qualitative case study reports. International Journal of Qualitative Studies on Health and Well-Being, 9(1), 23606. https://doi.org/10.3402/qhw.v9.23606
Hervika, L., Satiadarma, M. P., & Soetikno, N. (2021). Gambaran tingkat keputusasaan pada wanita korban kekerasan dalam rumah tangga. Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis, 1(1), 24-29.
Marx, W., Penninx, B. W. J. H., Solmi, M., Furukawa, T. A., Firth, J., Carvalho, A. F., & Berk, M. (2023). Major depressive disorder. Nature Reviews Disease Primers, 9 , 44. https://doi.org/10.1038/s41572-023-00454-1
Nowell, L. S., Norris, J. M., White, D. E., & Moules, N. J. (2017). Thematic analysis: Striving to meet the trustworthiness criteria. International Journal of Qualitative Methods, 16, 1–13. https://doi.org/10.1177/1609406917733847
Tong, P., & An, I. S. (2024). Review of studies applying Bronfenbrenner’s bioecological theory in international and intercultural education research. Frontiers in Psychology, 14, 1233925. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2023.1233925
Yazan, B. (2015). Three approaches to case study methods in education: Yin, Merriam, and Stake. The Qualitative Report, 20(2), 134–152. https://doi.org/10.46743/2160-3715/2015.2102