Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memahami dampak perselingkuhan orang tua pada anak, khususnya pada emotional coping. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Teknik pengumpulan data ini dilakukan dengan teknik Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Dilakukan dengan wawancara kepada tiga partisipan yang pernah mengalami perselingkuhan orang tua. Pada penelitian ini ditemukan 5 tema umum, yaitu (1) Emotional Coping, (2) Pengaruh Terhadap Religiusitas, (3) Memendam Perasaan, (4) Makna dari Permasalahan, (5) Penerimaan. Dari penelitian ini juga ditemukan bahwa setiap orang memiliki coping mechanism yang berbeda-beda.References
Azhar, A., Abbas, J., Wenhong, Z., Akhtar, T., & Aqeel, M. (2018). Linking infidelity stress, anxiety and depression: Evidence from Pakistan married couples and divorced individuals. International Journal of Human Rights in Healthcare, 11 (3), 214–228. https://doi.org/10.1108/IJHRH-11-2017-0069
Bakhtiar, M. I., & Asriani. (2015). Efektivitas strategi problem focused coping dan emotion focused coping dalam meningkatkan pengelolaan stres siswa di SMA Negeri 1 Barru. Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling, 5 (2). https://doi.org/10.24127/gdn.v5i2.320
Dewanggana, N. K., & Setyawan, I. (2022). Pengalaman anak laki-laki dengan ayah yang berselingkuh: Interpretative phenomenological analysis. Jurnal EMPATI, 10(5), 310–318.
Fajrussalam, H., Hasanah, I. A., Asri, N. O. A., & Anaureta, N. A. (2022). Peran agama Islam bagi kesehatan mental mahasiswa. Al-Fikri: Jurnal Studi dan Penelitian Pendidikan Islam, 5(1), 22–36.
Garfes, H. P. (2022). Praktek perselingkuhan di Kecamatan Koja Jakarta Utara: Pencegahan dan penyelesaiannya. Islamitsch Familierecht Journal, 3(1), 1–25.
Hartanti, S. S., & Salsabila, V. (2020). Analisis kondisi fisik dan psikis terhadap anak korban broken home. EDUSAINTEK, 4.
Karimalfi, A. (2023). Faktor penyebab perselingkuhan dan konsekuensinya terhadap mental pasangan. Maliki Interdisciplinary Journal, 1(4), 235–245.
King, A. L. (2010). Psikologi umum. Salemba Humanika.
Linayaningsih, M. V. I. W. F. (2016). Efektivitas pelatihan berpikir positif sebagai strategi coping stress pada guru sekolah dasar anak berkesulitan belajar. Dinamika Sosial Budaya, 18(2), 251–259.
Maryam, S. (2017). Strategi coping: Teori dan sumber dayanya. Jurnal Konseling Andi Matappa, 1(2), 101–107. https://doi.org/10.31100/jurkam.v1i2
Muhajarah, K. (2017). Perselingkuhan suami terhadap istri dan upaya penanganannya. Sawwa: Jurnal Studi Gender, 12(1), 23–40.
Nugraha, A. C. W., & Rahmi, H. (2021). Dinamika resiliensi pada istri yang menjadi korban perselingkuhan suami. Jurnal Kajian Ilmiah, 21(1), 85–100.
Nuryana, A., Pawito, P., & Utari, P. (2019). Pengantar metode penelitian kepada suatu pengertian yang mendalam mengenai konsep fenomenologi. Ensains Journal, 2(1), 19–24.
Rante, D. I. (2013). Pemilihan strategi lenyelesaian masalah dalam menghadapi kelelahan emosional pada perawat bagian Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah Aw. Syahranie Samarinda ditinjau dari jenis kelamin. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 1(3). https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v1i3.3323
Lazarus, R. S. (1984). Stress, appraisal, and coping. Springer Publishing Company.
Shaleha, R. R. A., & Kurniasih, I. (2021). Ketidaksetiaan: Eksplorasi ilmiah tentang perselingkuhan. Buletin Psikologi, 29(2), 218–230.
Syarifullah, D. F. T. (2015). Konseling individu dalam upaya penanggulangan dampak perselingkuhan dalam pernikahan. Pedagogik: Jurnal Pendidikan, 10(1), 17–31.
Ulfiah, U. (2016). Psikologi keluarga: Pemahaman hakikat keluarga dan penanganan problematika rumah tangga. Ghalia Indonesia.
Yusanto, Y. (2020). Ragam pendekatan penelitian kualitatif. Journal of Scientific Communication (JSC), 1(1).