Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna yang disampaikan melalui simbol dan tanda yang menggambarkan elemen horor serta kepercayaan supranatural dalam film Pengabdi Setan 2: Communion. Desain penelitian kualitatif digunakan dengan menerapkan analisis semiotika yang berlandaskan pada perspektif teoretis Roland Barthes dan Charles Sanders Peirce. Data dikumpulkan melalui pengamatan terhadap adegan-adegan terpilih, dialog, teknik pencahayaan, efek suara, ekspresi wajah karakter, serta berbagai komponen visual dan audio lainnya yang ditampilkan di sepanjang film. Hasil analisis menunjukkan bahwa film ini memanfaatkan beragam elemen simbolis seperti lorong yang gelap, pencahayaan low-key, efek suara yang mencekam, gedung apartemen, lift, dan entitas supranatural untuk membangun atmosfer horor yang intens. Tanda-tanda visual dan auditori tersebut melambangkan ketakutan, tekanan psikologis, isolasi, ketidakpastian, serta kehadiran kekuatan supranatural yang tak kasat mata. Ditinjau dari perspektif semiotika Peirce, tanda-tanda yang teridentifikasi dalam film dapat dikategorikan ke dalam ikon, indeks, dan simbol; ketiganya saling berinteraksi untuk menghasilkan makna yang lebih mendalam dalam narasi film. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa Pengabdi Setan 2: Communion tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media komunikasi yang menyampaikan nilai-nilai budaya, sosial, dan psikologis melalui penggunaan representasi simbolis dan tanda-tanda sinematikReferences
Anwar, J. (Director). (2022). Pengabdi Setan 2: Communion [Film]. Rapi Films.
Aulia, R., & Nugroho, C. (2023). Representasi unsur mistis dalam film horor Indonesia melalui pendekatan semiotika Roland Barthes. Jurnal Ilmu Komunikasi, 21(2), 145–158.
Dyah Nurvitasari. (2023). Simbol-simbol magis film Pengabdi Setan 2: Communion (Kajian semiotika Roland Barthes) [Undergraduate thesis, Universitas Negeri Malang].
Falah, M. F. (2025). Fenomena syirik dalam film Pengabdi Setan 2: Communion (Analisis semiotika Roland Barthes) [Undergraduate thesis, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri].
Habib, A. K., & Febriana, P. (2024). Stereotipe negatif perempuan: Analisis resepsi tokoh Tari pada film Pengabdi Setan 2. Avant Garde, 12(2), 311–329.
Hidayat, F. M. (2024). Representasi kematian dalam film Pengabdi Setan 2: Communion karya Joko Anwar (Analisis semiotika Roland Barthes) [Undergraduate thesis, UPN Veteran Jakarta].
Hidayat, R. T. (2025). Representasi ustaz dalam film Pengabdi Setan 2: Communion perspektif analisis semiotika Roland Barthes [Undergraduate thesis, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu].
Kurniawan, A., & Setiawan, D. (2022). Analisis semiotika Roland Barthes terhadap simbol budaya dalam film horor Indonesia. Jurnal Komunikasi dan Media, 6(2), 85–97.
Pratiwi, U. N. (2023). Pesan dakwah dalam film Pengabdi Setan 2: Communion karya Joko Anwar (Analisis semiotika Roland Barthes) [Undergraduate thesis, Institut Ilmu Al-Qur'an Jakarta].
Putri, R. A., & Hidayat, M. (2023). Representasi mitos dan kepercayaan tradisional dalam film horor Indonesia. Jurnal Kajian Media, 7(1), 34–48.
Rabani, F. T., & Pramonojati, T. A. (2025). Acculturation of Western and local occult symbols in the film Pengabdi Satan 2: Communion. DICTUM Journal.
Ramadhan, N., Hariyadi, H., Mutahir, A., & Rizkidarajat, W. (2025). Analisis semiotika Roland Barthes terhadap representasi kesakralan tokoh paranormal Ed dan Lorraine Warren pada film The Conjuring 2: The Enfield Poltergeist. Jurnal Ilmu Sosial Humaniora Indonesia, 4(2), 215–235.
Saifulloh, M. Y. (2023). Representasi tokoh agama (Ustaz) dalam film Pengabdi Setan 2: Communion [Undergraduate thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta].
Siregar, D., & Lestari, N. (2023). Makna simbolik unsur supranatural dalam film Indonesia: Kajian semiotika Roland Barthes. Jurnal Seni dan Budaya, 15(1), 67–80.
Tantri, J. C. (2025). Horor sebagai mitos pada komodifikasi budaya: Studi pada film Pengabdi Setan 2: Communion [Undergraduate thesis, Universitas Islam Riau]