Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan teman sebaya dengan kesejahteraan emosional siswa kelas IX SMP Negeri 3 Manggis Kabupaten Karangasem Tahun 2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel penelitian berjumlah 130 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket dukungan teman sebaya dan angket kesejahteraan emosional. Analisis data menggunakan Korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,093 dengan nilai signifikansi sebesar 0,292 (p > 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan teman sebaya dengan kesejahteraan emosional siswa. Dengan demikian, hipotesis alternatif ditolak dan hipotesis nol diterima.References
Santrock, J. W. (2020). Life-span development (18th ed.). New York, NY: McGraw-Hill Education.
Ryff, C. D. (2018). Psychological well-being revisited: Advances in science and practice. Psychotherapy and Psychosomatics, 87(4), 199–207. https://doi.org/10.1159/000490300
Rahimi, A., Etedali, Z., & Latifhadad, S. (2025). Social-emotional well-being and academic engagement among students. Journal of Educational Psychology, 117(2), 145–158.
Sarafino, E. P., & Smith, T. W. (2018). Health psychology: Biopsychosocial interactions (9th ed.). Hoboken, NJ: John Wiley & Sons.
Berndt, T. J., & Ladd, G. W. (2018). Peer relationships and social development. Hoboken, NJ: John Wiley & Sons.
Santrock, J. W. (2019). Adolescence (17th ed.). New York, NY: McGraw-Hill Education.
Berndt, T. J. (2017). Friendship and peer relationships in adolescence. New York, NY: Routledge.
Sarafino, E. P., & Smith, T. W. (2018). Health psychology: Biopsychosocial interactions (9th ed.). Hoboken, NJ: John Wiley & Sons.
Wentzel, K. R. (2017). Peer relationships, motivation, and academic performance at school. New York, NY: Routledge.
Diener, E. (2009). The science of well-being: The collected works of Ed Diener. Dordrecht: Springer.
Suldo, S. M. (2008). Quality of life and school functioning in adolescents: A review of the literature. Journal of School Psychology, 46(3), 335–356.
Ryff, C. D. (1989). Happiness is everything, or is it? Explorations on the meaning of psychological well-being. Journal of Personality and Social Psychology, 57(6), 1069–1081.
Bandura, A. (1986). Social foundations of thought and action: A social cognitive theory. Englewood Cliffs, NJ: Prentice-Hall.
Lakey, B., & Orehek, E. (2011). Relational regulation theory: A new approach to explain the link between perceived social support and mental health. Psychological Review, 118(3), 482–495.
Rodiyah, & Yuliana. (2022). Hubungan dukungan sosial teman sebaya dengan student well-being pada siswa SMP. Jurnal Psikologi Pendidikan, 10(2), 115–124.
Salsabila, A., & Wijaya, R. (2023). Hubungan dukungan sosial teman sebaya dan kesejahteraan subjektif siswa SMA. Jurnal Bimbingan dan Konseling Indonesia, 8(1), 45–54.
Nurhayati, R., dkk. (2021). Hubungan dukungan sosial teman sebaya dengan kesejahteraan psikologis remaja pada siswa SMK di Tasikmalaya. Jurnal Psikologi Perkembangan, 9(3), 210–220.
Sánchez-Álvarez, N., Extremera, N., & Fernández-Berrocal, P. (2016). The relation between emotional intelligence and subjective well-being: A meta-analytic investigation. The Journal of Positive Psychology, 11(3), 276–285.
Zhou, Y., Zhang, L., Wang, Y., & Li, X. (2022). Peer relationships and subjective well-being among adolescents: The mediating role of emotional regulation and optimism. Frontiers in Psychology, 13, 845672.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Arikunto, S. (2013). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik (Edisi revisi). Jakarta: Rineka Cipta.
Sugiyono. (2021). Statistika untuk penelitian. Bandung: Alfabeta.