ANALISIS PROFIL USAHA DAN POTENSI PENGEMBANGAN SENTRA UMKM KERUPUK OPAK BERBAHAN DASAR UBI DI RT 08 KELURAHAN BINTAN KOTA DUMAI
DOI:
https://doi.org/10.2238/d9ncsw18Keywords:
UMKM, Kerupuk Opak, Ubi, Profil Usaha, Pengembangan UMKMAbstract
Pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memainkan peran penting dalam pengembangan ekonomi lokal melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan, dan pengembangan produksi lokal. Satu-satunya UMKM yang saat ini beroperasi dan terus berkembang adalah usaha kerupuk opak berbahan dasar ubi yang berlokasi di RT 08 Kelurahan Bintan, Kota Dumai. Wilayah tersebut terdiri dari sejumlah rumah UMKM yang memproduksi dan mendistribusikan berbagai produk dengan sistem usaha yang dibangun secara mandiri oleh masing-masing pemilik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil usaha dan mengidentifikasi potensi pengembangan UMKM kerupuk opak berbahan dasar ubi di RT 08 Kelurahan Bintan, Kota Dumai. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, wawancara dengan pengusaha, serta dokumentasi selama pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh pemilik usaha telah memiliki kerangka hukum usaha yang lengkap, termasuk Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat halal, dan dokumen terkait lainnya yang menjadi prasyarat dalam menjalankan usaha. Dari segi produksi, kelompok UMKM tersebut saat ini masih menggunakan metode konvensional dengan menjual produk secara langsung dari rumah dan mendistribusikannya ke pasar tradisional. Meskipun teknologi digital semakin meluas, para pemilik usaha sering kali memilih untuk tidak menggunakan pembayaran digital atau sistem non-transaksional karena hal tersebut lebih sesuai dengan karakteristik usaha dan preferensi pelanggan mereka. Berdasarkan hasil analisis, UMKM memiliki potensi untuk melanjutkan pertumbuhannya melalui peningkatan kualitas produk, inovasi produksi, pengembangan identitas produk, serta restrukturisasi jaringan produksi tanpa mengorbankan karakteristik usaha tradisional yang telah terbentuk.References
Alifia, N. Harnovinsah. (2024). Analisis Penggunaan QRIS Terhadap Peningkatan Pendapatan UMKM Nadhifa. 102–115. https://doi.org/10.21067/jrpe.v9i1.9940
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2022). Research Design Research Design - Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (6th ed.). SAGE Publications.
Dandi, M. (2024). MSME DIGITALIZATION AND E-COMMERCE ADOPTION IN INDONESIA: A THEMATIC LITERATURE REVIEW OF RECENT EMPIRICAL EVIDENCE. 1–10.
EPDESKEL. (2024). EPDESKEL DAN LOMDESKEL TINGKAT KOTA DUMAI TAHUN 2024 .
Fadli, M. R. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. 21(1), 33–54. https://doi.org/10.21831/hum.v21i1.
Indonesia, B. (2024). Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). https://www.bi.go.id/id/fungsi-utama/sistem-pembayaran/ritel/kanal-layanan/qris/default.aspx
Miles, M. B. Saldaña, J. (2018). Qualitative Data Analysis (p. 408). SAGE Publications.
OECD. (2021). The Digital Transformation of SMEs. https://doi.org/https://doi.org/10.1787/bdb9256a-en
Roesadhi, A. N. A. Nasution, N. F. (2026). Instrumen Pengumpulan Data Dan Teknik Pengumpulan Data Penelitian Kualitatif Data Collection Instruments And Data Collection Techniques For Qualitative Research. 14330–14344.
Rosita, I., & Simanjuntak, H. T. R. F. (2022). Efektivitas Program Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah ( UMKM ) Di Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai. 14(3), 259–265.
Saputra, I., & Nurmasari. (2024). Pemberdayaan Umkm Di Dinas Peindustrian Koprasi Dan Ukm Kota Dumai ( Study Kecamatan Dumai Barat ). 1(2), 974–986.

