Optimalisasi Pupuk Organik Cair Melalui Air Beras Guna Mendukung Program Pembinaan Keterampilan di Lapas IIA Pematangsiantar
Keywords:
pupuk organik cair, air cucian beras, sisa sayuran, ketahanan pangan, lembaga pemasyarakatanAbstract
Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pematangsiantar dengan fokus pada optimalisasi pemanfaatan air rendaman (cucian) beras dan sisa sayuran dari dapur Lapas menjadi Pupuk Organik Cair (POC) guna mendukung program ketahanan pangan dan kemandirian warga binaan. Topik ini diangkat mengingat besarnya volume limbah dapur yang dihasilkan setiap hari dari proses memasak untuk kebutuhan warga binaan, sementara pemanfaatan lahan asimilasi untuk kegiatan pertanian belum berjalan optimal akibat keterbatasan pupuk yang ramah lingkungan dan terjangkau. Metode pelaksanaan dilakukan secara bertahap, meliputi koordinasi awal dengan pihak Lapas dan unit dapur, sosialisasi kepada petugas dan warga binaan, pelatihan teknik pembuatan POC, uji coba fermentasi selama 7 hingga 14 hari, aplikasi pupuk pada lahan asimilasi, serta monitoring dan evaluasi hasil. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa air cucian beras dan sisa sayuran dapur dapat difermentasi menjadi POC yang efektif digunakan untuk mendukung pertumbuhan tanaman sayuran di lahan asimilasi, sekaligus menurunkan volume limbah dapur yang dibuang ke lingkungan. Kegiatan ini juga menghasilkan modul panduan operasional sederhana serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas dan warga binaan dalam mengelola limbah organik secara mandiri. Dengan demikian, optimalisasi limbah dapur menjadi pupuk organik cair memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan ketahanan pangan, kelestarian lingkungan, dan pembinaan kemandirian warga binaan di Lapas Kelas IIA Pematangsiantar.References
Annisa, R., & Bharata, W. (2020). Training on making liquid organic fertilizer from rice wash water waste. PADAMU NEGERI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Eksakta, 1(2), 67-72. https://doi.org/10.37638/padamunegeri.1.2.67-72
Nur, T. (2016). Pembuatan pupuk organik cair dari sampah organik rumah tangga dengan penambahan bioaktivator EM4 (Effective Microorganisms). Konversi, 5(2), 62-67.
Sifaunajah, A., Munawarah, Azizah, C., Amelia, N. F., & Sholehah, N. A. (2022). Pemanfaatan limbah air cucian beras sebagai pupuk organik cair. VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin, 4(1), 33-38.
Sirait, L., & Ekawandani, N. (2024). Aplikasi pupuk organik cair dari air cucian beras pada tanaman pakcoy (Brassica rapa L.). Jurnal Biosains Medika, 2(2), 56-62. https://doi.org/10.57103/biosains_medika.v2i2.108
Triyandana, A., Rohman, F., Amin, M., Novianti, V., Putra, W. E., & Sudrajad, A. K. (2020). Pembuatan pupuk organik cair warga binaan Lapas Kelas 1 Malang guna mendukung pembangunan pertanian ramah lingkungan. Prosiding Hapemas, 1(1), 393-402.
Wardiah, Linda, & Rahmatan, H. (2014). Potensi limbah air cucian beras sebagai pupuk organik cair pada pertumbuhan pakchoy (Brassica rapa L.). Jurnal Biologi Edukasi, 6(1), 34-38.
Dewi, E., Agustina, R., & Nuzulina. (2021). Potensi limbah air cucian beras sebagai pupuk organik cair (POC) pada pertumbuhan sawi hijau (Brassica juncea L.). Jurnal Agroristek, 4(2). https://doi.org/10.47647/jar.v4i2.471
Kementerian Lingkungan Hidup. (2025). Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN): Komposisi sampah. https://sampahnasional.kemenlh.go.id/portalindikatif/data/komposisi-sampah
Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia. (2025, 9 September). Dukung Asta Cita Presiden, Kemenimipas resmikan Program Ketahanan Pangan Nusakambangan. https://kemenimipas.go.id/berita-utama/dukung-asta-citapresiden-kemenimipas-resmikan-program-ketahanan-pangan-nusakambangan
Omaranda, T., Setyono, & Adimihardja, S. A. (2016). Efektivitas pencampuran pupuk organik cair dalam nutrisi hidroponik pada pertumbuhan dan produksi tanaman selada (Lactuca sativa L.). Jurnal Agronida, 2(1), 35–44. https://doi.org/10.30997/jag.v2i1.749
Setyaputri, E. N. A., Despita, R., & S., J. G. (2020). Pengaruh penggunaan berbagai nutrisi pada pertumbuhan selada keriting (Lactuca sativa L.) hidroponik sistem wick. Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis, 4(2), 20–28. https://doi.org/10.51852/jaa.v4i2.407

