PEMANFAATAN ECOBRICK DALAM PENGELOLAAN SAMPAH PLASTIK SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KESADARAN LINGKUNGAN MASYARAKAT DESA PAKISAN
Keywords:
sampah plastik, ecobrick, partisipasi masyarakat, Participatory Action Research, kesadaran lingkunganAbstract
Permasalahan sampah plastik di Desa Pakisan, Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso, masih memerlukan pengelolaan yang lebih ramah lingkungan. Sebagian sampah rumah tangga masih dibakar, ditimbun, atau dibuang ke aliran air sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran udara, tanah, dan air. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengenalkan ecobrick sebagai alternatif pengelolaan sampah plastik sekaligus mendorong partisipasi masyarakat. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan diagnosis masalah, perencanaan partisipatif, aksi, observasi, dan refleksi bersama. Kegiatan dilaksanakan dalam rangkaian KKN tahun 2026 melalui edukasi pengelolaan sampah, praktik pembuatan ecobrick, dan pemanfaatan hasilnya sebagai instalasi lingkungan di ruang publik. Observasi lapangan menunjukkan adanya keterlibatan masyarakat dalam sosialisasi dan praktik pembuatan ecobrick. Namun, dokumentasi sumber belum mencatat jumlah pasti botol yang dihasilkan, total bobot plastik yang terolah, maupun hasil pre-test dan post-test; karena itu, indikator kuantitatif tersebut perlu dilengkapi dari catatan lapangan sebelum artikel disubmit. Program ini menunjukkan bahwa ecobrick dapat dimanfaatkan sebagai teknik penggunaan kembali sampah plastik sekaligus media edukasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat.References
Adiyanto, O., Muhammad Faishal, Utami, E., & Bariyah, C. (2024). Pengolahan sampah plastik menjadi ecobrick sebagai upaya pemanfaatan kembali sampah plastik. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M), 5(2), 331–338. https://doi.org/10.33474/jp2m.v5i2.21793
Isnaeni, I., Ramadhania, A., Pauji, L. Y., et al. (2023). Ecobrick innovation: Creative solution to reduce plastic waste in Kacung Village. Community Empowerment, 8(11), 1923–1928. https://doi.org/10.31603/ce.10637
Kemmis, S., McTaggart, R., & Nixon, R. (2014). The action research planner: Doing critical participatory action research. Springer. https://doi.org/10.1007/978-981-4560-67-2
Ngafiyah, R., Rahmawati, A. F., Noviyanti, D., et al. (2024). Community empowerment in making ecobricks to overcome the problem of plastic waste. Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian Kepada Masyarakat), 2(1), 217–228. https://doi.org/10.17509/dedicated.v2i1.62786
Putri, S. A. D., Fadilah, M. I., Daraini, N. S., et al. (2025). Membudidayakan sampah anorganik menjadi barang bermanfaat melalui ecobrick. Jurnal Pengabdian Sosial, 2(3), 3313–3319.
Rahmawati, A. F., & Syamsu, F. D. (2021). Analisis pengelolaan sampah berkelanjutan pada wilayah perkotaan di Indonesia. Jurnal Binagogik, 8(1), 1–12.
Subagja, S. F., Adawiah, A., Achmad, M., & Aisyah, I. (2024). Pemberdayaan masyarakat Desa Margamukti dengan inovasi pengelolaan sampah: Ecobrick sebagai upaya meningkatkan kebersihan lingkungan. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (NADIMAS), 3(1), 10–17. https://doi.org/10.31884/nadimas.v3i1.33
Zumar, M. R., Anshori, S. A., Umam, M. T., & Jannah, E. U. (2024). Upaya menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan melalui program ecobrick di Desa Sumber Rejo, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia, 7(1), 21. https://doi.org/10.36722/jpm.v7i1.3161

