Efektivitas Edukasi Kesehatan Melalui Gerakan Cipta Rebulita dalam Upaya Pencegahan Kekurangan Energi Kronik (KEK) dan Anemia di Desa Pangadegan
Keywords:
KEK, anemia, edukasi kesehatan, REBULITA, pemberdayaan masyarakatAbstract
Kekurangan Energi Kronik (KEK) dan anemia masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang cukup tinggi di Indonesia, khususnya pada kelompok rentan seperti remaja putri, ibu hamil, dan balita. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga berpengaruh terhadap kualitas generasi di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas program edukasi kesehatan melalui Gerakan Cipta REBULITA (Remaja Sehat, Bumil Kuat, Balita Ceria) dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait pencegahan KEK dan anemia di Desa Pangadegan, Kabupaten Tangerang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode intervensi berupa penyuluhan kesehatan yang dilakukan secara interaktif. Subjek penelitian berjumlah 36 peserta yang terdiri dari remaja putri, ibu hamil, ibu menyusui, dan masyarakat umum. Pengukuran pengetahuan dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test sebelum dan sesudah kegiatan edukasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, ditandai dengan kenaikan rata-rata nilai dari pre-test ke post-test, dengan nilai rata-rata post-test mencapai 87,78 dan lebih dari 88% peserta memperoleh nilai di atas 80. Hal ini menunjukkan bahwa program edukasi yang dilakukan efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat. Dengan demikian, Gerakan Cipta REBULITA dapat menjadi salah satu strategi promotif dan preventif yang efektif dalam upaya pencegahan KEK dan anemia di masyarakat.References
Amidasarro, L., Martini, D. E., Ekawat, H., Musrifah, S. N., Sulistyorini, E. J., & Immaya, N. D. (2025). Hubungan kurang energi kronis dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Sugihwaras Kabupaten Bojonegoro. Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic), 10(2), 25–30. https://doi.org/10.33474/e-jbst.v10i2.607
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Petunjuk teknis pemberian makanan tambahan berbahan pangan lokal bagi ibu hamil dan balita bermasalah gizi (Keputusan Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Nomor HK.02.02/B/576/2025). Kementerian Kesehatan RI.
Safira, C. W., Natasya, J. N., Rezeki, N. A., Sulmi, H. J., Nuranita, N., Retnowati, Y., & Gusriani, G. (2023). Faktor penyebab kekurangan energi kronik pada ibu hamil di Indonesia. Nusantara Journal of Multidisciplinary Science, 1(4), 828–838.
Sanjaya, R., Febriyanti, H., Fara, Y. D., Veronica, S. Y., Maesaroh, S., Muharramah, A., & Nugroho, T. A. (2021). Kehamilan tetap sehat di masa pandemi. SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 4(3), 631–636.
Sari, I., & Sapitri, A. (2021). Pemeriksaan status gizi pada ibu hamil sebagai upaya mendeteksi dini kurang energi kronik (KEK). Jurnal Kebidanan Indonesia, 12(1), 16–23.
Ulfah, M. (2020). Hubungan antara kekurangan energi kronis (KEK) dengan kejadian partus lama di Kecamatan Cantigi Kabupaten Indramayu.

