PEMANFAATAN SEKAM PADI DAN TEMPURUNG KELAPA MENJADI BRIKET BIOMASSA “SEKAMPUNG” DI KAMPUNG REMPAK

Authors

  • Istiazah Mei Canda Universitas Muhammadiyah Riau Author
  • Amri Asshidiqi Universitas Muhammadiyah Riau Author
  • Mulki Sulaiman Universitas Muhammadiyah Riau Author
  • Dina Lorenza Universitas Muhammadiyah Riau Author
  • Latipah Wanti Harahap Universitas Muhammadiyah Riau Author
  • Melina Mariani br Panjaitan Universitas Muhammadiyah Riau Author
  • Nabil Sarohim Universitas Muhammadiyah Riau Author
  • Rahman Maulana Universitas Muhammadiyah Riau Author
  • Ahaddintio Universitas Muhammadiyah Riau Author
  • Meilinda Ardiani Universitas Muhammadiyah Riau Author
  • Meily Armi Kartika Universitas Muhammadiyah Riau Author

DOI:

https://doi.cibangsa.org/DOI-2026-144

Keywords:

sekam padi, tempurung kelapa, briket biomassa, SEKAMPUNG, Kampung Rempak

Abstract

Kampung Rempak memiliki potensi sumber daya lokal berupa sekam padi dan tempurung kelapa yang dihasilkan dari aktivitas pertanian dan perkebunan masyarakat. Namun, pemanfaatan kedua bahan tersebut masih belum optimal sehingga sebagian menjadi bahan sisa yang belum memiliki nilai guna maksimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program SEKAMPUNG (Sekam Padi Tempurung) bertujuan untuk memanfaatkan sekam padi dan tempurung kelapa sebagai bahan baku briket biomassa sekaligus memperkenalkan alternatif pemanfaatan sumber daya lokal kepada masyarakat. Pelaksanaan kegiatan meliputi identifikasi bahan baku, persiapan bahan, karbonisasi, penghalusan, pembuatan perekat, pencampuran, pencetakan, pengeringan, pengamatan, uji pembakaran sederhana, serta sosialisasi kepada masyarakat. Formulasi yang digunakan terdiri atas 600 gram sekam padi, 400 gram tempurung kelapa, 200 gram tepung tapioka, dan sekitar 600 mL air. Briket dikeringkan melalui penjemuran selama kurang lebih 2–3 hari. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa briket memiliki berat sekitar 10 gram per buah dan panjang sekitar 4,5 cm. Pada uji pembakaran sederhana, briket membutuhkan waktu sekitar 4 menit untuk mulai menyala dan mampu mempertahankan pembakaran selama kurang lebih 40 menit, dengan asap yang diamati relatif sedikit dan pembakaran cukup stabil. Sosialisasi dilaksanakan pada 23 Agustus 2026 di Kampung Rempak dan diikuti sekitar 100 masyarakat umum. Kegiatan memberikan pengetahuan awal mengenai pemanfaatan sekam padi dan tempurung kelapa sebagai bahan baku briket serta menunjukkan adanya potensi pengembangan produk berbasis biomassa lokal.

References

Afrianah, N., Ruslan, R., Suryadi, H. R., Irmawati, Irsyad, A., Jasruddin, & Nurhayati. (2022). Pengaruh Temperatur Karbonisasi Terhadap Karakteristik Briket Berbasis Arang Sekam Padi dan Tempurung Kelapa. Jurnal Fisika dan Terapannya, 138–147.

Fajari, A., Sudarti, & Yushardi. (2024). Pengujian Laju Pembakaran Briket Biomassa dari Tempurung Kelapa dan Sekam Padi. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 1208–1216.

Fardin, M., & Nurjannah, I. (2025). Analisis Karakteristik Briket Berbahan Campuran Tempurung Kelapa, Sekam Padi dan Tepung Tapioka. JTM, 15–22.

Lichinga, K. N., Elibariki, R., Sikazwe, K., Masse, A. A., & Shija, H. (2026). Sustainable biomass briquettes from rice husk blended with coconut and palm kernel shells: A charcoal alternative for cooking in Tanzania. Elsevier, 1–12.

Downloads

Published

2026-09-08

How to Cite

PEMANFAATAN SEKAM PADI DAN TEMPURUNG KELAPA MENJADI BRIKET BIOMASSA “SEKAMPUNG” DI KAMPUNG REMPAK. (2026). Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa), 8(1). https://doi.cibangsa.org/DOI-2026-144

Similar Articles

21-30 of 38

You may also start an advanced similarity search for this article.