PEMBUATAN PETA ADMINISTRASI DESA LEMANG SEBAGAI MEDIA INFORMASI WILAYAH DESA
DOI:
https://doi.org/10.2238/701p6613Keywords:
Peta Administrasi, Desa Lemang, Media Informasi, KUKERTAAbstract
Peta administrasi desa merupakan salah satu media informasi yang dapat menyajikan informasi mengenai suatu wilayah dalam bentuk visual sehingga lebih mudah dilihat, dikenali, dan dipahami. Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa KUKERTA Universitas Riau Tahun 2026 melaksanakan program kerja berupa pembuatan Peta Administrasi Desa di Desa Lemang, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Kegiatan dilaksanakan pada minggu keempat KUKERTA, yaitu tanggal 13–19 Juli 2026. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu pengambilan foto wilayah desa, pemesanan bahan, pencarian alat dan bahan, pemesanan spanduk, serta pemasangan peta administrasi. Bahan yang digunakan meliputi spanduk, plang besi, semen, paku, dan bahan pendukung lainnya. Peta administrasi yang dibuat juga dilengkapi dengan kode QR sebagai bagian dari akses informasi tambahan. Kegiatan menghasilkan media informasi wilayah berupa Peta Administrasi Desa yang dapat dimanfaatkan di lingkungan Desa Lemang. Selain menghasilkan media informasi, kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam melakukan persiapan, pengadaan bahan, koordinasi, dan pemasangan media. A village administrative map is one of the information media that can present information about an area visually so that information about the village can be recognized more easily. As a form of community service, students participating in the 2026 KUKERTA program of Universitas Riau carried out a Village Administrative Map development program in Lemang Village, Rangsang Barat District, Kepulauan Meranti Regency, Riau Province. The activity was conducted during the fourth week of the KUKERTA program, from July 13 to July 19, 2026. The implementation consisted of several stages, beginning with photographing the village area, ordering the required materials, searching for tools and materials, ordering a banner, and installing the administrative map. The materials used included a banner, iron signboard, cement, nails, and other supporting materials. The completed administrative map was also equipped with a QR code as an additional information access feature. The activity produced an administrative map that can be used as a visual information medium in the village environment and provided students with direct experience in preparing and implementing a community-oriented information medium.References
Badan Informasi Geospasial. (2022). Data batas wilayah administrasi desa/kelurahan (ADMINISTRASI_AR_DESAKEL). Badan Informasi Geospasial.
Indonesia. (2014). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia.
Indonesia. (2014). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia.
Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2016 tentang Pedoman Penetapan dan Penegasan Batas Desa. Jakarta: Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.
Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. (2015). Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2015 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan. Jakarta: Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.
Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. (2017). Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2017 tentang Penataan Desa. Jakarta: Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.
International Organization for Standardization. (2024). ISO/IEC 18004:2024: Information technology — Automatic identification and data capture techniques — QR code bar code symbology specification. Geneva: ISO.
Nugraha, I., Manan, M., Astuti, P., & Apriadi, A. (2022). The application of participatory mapping to support boundary conflict solving in Indonesia (Study case: Rambah Sub Districts, Riau Province, Indonesia). Journal of Urban Regional Planning and Sustainable Environment.
Ramadhan, I., & Arfiani, I. (2024). Development of geographic information systems in mapping village-owned enterprises in Sleman Regency. IJID (International Journal on Informatics for Development), 13(1), 418–433. https://doi.org/10.14421/ijid.2024.4513
Suhendar, H., Iskandar, J., Kurniadi, D., & Septiana, Y. (2022). Asset management system design of village based on geographic information system. Jurnal Teknik Informatika (JUTIF), 3(4), 815–819.

