PENDOKUMENTASIAN DAN PELESTARIAN SENI BELA DIRI TRADISIONAL KUNTAU JENO DI DESA TABA LUBUK PUDING KECAMATAN AIR PERIUKAN

Authors

  • Indi Sysilia Putri Universitas Bengkulu Author
  • Erik Sebastian Sihombing Universitas Bengkulu Author
  • M. Ihtifanul Montaghib Universitas Bengkulu Author
  • Desvi Aniza Universitas Bengkulu Author
  • Muhammad Rofiq Universitas Bengkulu Author
  • Huriyah Raihcita Universitas Bengkulu Author

DOI:

https://doi.org/10.2238/25vjqt59

Keywords:

Kuntau Jeno, pelestarian budaya, pendokumentasian, warisan budaya takbenda, pengabdian kepada masyarakat

Abstract

Seni Bela Diri Tradisional Kuntau Jeno merupakan salah satu warisan budaya takbenda yang masih berkembang di Desa Taba Lubuk Puding, Kecamatan Air Periukan, Kabupaten Seluma. Namun, keberadaannya menghadapi tantangan berupa minimnya dokumentasi serta proses pewarisan yang masih dilakukan secara lisan, sehingga berpotensi mengurangi keberlanjutan pengetahuan budaya di masa mendatang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendokumentasikan sekaligus mendukung upaya pelestarian Kuntau Jeno melalui inventarisasi sejarah, sistem pewarisan, nilai-nilai budaya, dan bentuk latihan yang berkembang di masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan masyarakat secara partisipatif melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi visual. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Kuntau Jeno tidak hanya berfungsi sebagai seni bela diri tradisional, tetapi juga mengandung nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, penghormatan kepada guru, dan solidaritas sosial yang menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Desa Taba Lubuk Puding. Kegiatan ini menghasilkan dokumentasi tertulis dan arsip visual yang dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi, referensi akademik, serta bahan inventarisasi budaya lokal. Pendokumentasian yang dilakukan diharapkan menjadi langkah awal dalam mendukung pelestarian Kuntau Jeno melalui sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah guna menjaga keberlangsungan warisan budaya takbenda bagi generasi mendatang.

References

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Maryono, O. (1998). Pencak silat: Merentang waktu. Yogyakarta: Galang Press.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Sedyawati, E. (2014). Kebudayaan di Nusantara: Dari keris, tor-tor sampai industri budaya. Jakarta: Komunitas Bambu.

Sugiyono. (2023). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Chambers, R. (1994). The origins and practice of participatory rural appraisal. World Development, 22(7), 953–969.

Ruswinarsih, S., Apriati, Y., & Malihah, E. (2023). Penguatan Karakter Melalui Seni Bela Diri Pencak Silat Kuntau pada Masyarakat Kalimantan Selatan, Indonesia. Padaringan: Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi, 5(1), 50–62.

Wanfau, W., Alfarabi, A., & Pramudiasmono, H. G. (2024). Persuasive Communication in Efforts to Preserve the Local Culture of Silat Kuntau in the Era of Millennial. Jurnal Ilmiah Syi’ar, 24(1), 70–88.

Downloads

Published

2026-08-12

How to Cite

PENDOKUMENTASIAN DAN PELESTARIAN SENI BELA DIRI TRADISIONAL KUNTAU JENO DI DESA TABA LUBUK PUDING KECAMATAN AIR PERIUKAN. (2026). Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa), 7(12). https://doi.org/10.2238/25vjqt59

Similar Articles

41-50 of 383

You may also start an advanced similarity search for this article.