BENTURAN KEPENTINGAN DALAM PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 90/PUU-XXI/2023: ANALISIS KRITIS ASAS NEMO JUDEX IN CAUSA SUA DAN AKIBAT HUKUMNYA
- Authors
-
-
Bayu Samudra
Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas TerbukaAuthor
-
- Keywords:
- Benturan Kepentingan, Mahkamah Konstitusi, Nemo Judex In Causa Sua, Kode Etik Hakim, Putusan Final
- Abstract
- Putusan Mahkamah Konstitusi tentang batas usia calon presiden dan wakil presiden pada tahun 2023 diputus dengan keterlibatan ketua majelis yang memiliki hubungan keluarga dengan pihak yang paling diuntungkan. Penelitian ini membahas bagaimana asas hakim tidak boleh mengadili perkaranya sendiri diterapkan dalam perkara tersebut, apa akibat hukum putusan setelah majelis kehormatan menyatakan terjadi pelanggaran etik, dan langkah pembenahan yang diperlukan. Metode yang dipakai adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, kasus, dan konseptual. Bahan hukum berupa putusan, peraturan, tiga artikel jurnal, dan tiga buku hukum dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewajiban hakim mengundurkan diri sudah diatur jelas tetapi tidak dijalankan. Undang-undang juga sudah menyatakan putusan yang lahir dari pelanggaran itu tidak sah dan harus diperiksa ulang, namun majelis kehormatan merasa tidak berwenang menilai putusan, sedangkan Mahkamah menolak menerapkan ketentuan itu pada putusannya sendiri. Akibatnya putusan tersebut cacat tetapi tetap berlaku. Penulis menyarankan aturan pengunduran diri yang mencakup kepentingan keluarga terhadap penerima manfaat putusan, lembaga etik yang permanen dan bekerja sebelum putusan dibacakan, serta mekanisme pemeriksaan ulang yang sempit dan diatur dalam undang-undang.
- References
-
1. Amirullah, I., & Yunaldi, W. (2024). Kajian hukum terhadap asas nemo judex in causa sua studi putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023. PALAR (Pakuan Law Review), 10(4), 37–49. https://journal.unpak.ac.id/index.php/palar/article/download/10551/pdf
2. Fikra, M. I. (2023). Conflict of interest dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang Pengujian Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Tanfidziy: Jurnal Hukum Tata Negara dan Siyasah, 2(2), 179–190. https://doi.org/10.47766/tanfidziy.v2i2.2352
3. Nainggolan, I. L., & Zainab, N. (2024). Constitutional values and judges morals in the decision of the Constitutional Court Number 90/PUU-XXI/2023: Review of the flow of natural law. Krtha Bhayangkara, 18(1), 167–180. https://doi.org/10.31599/krtha.v18i1.783
4. Muhidin. (2025). Independensi Mahkamah Konstitusi: Di tengah konflik asas nemo judex in propria causa dengan ius curia novit dalam pengujian Undang-Undang Mahkamah Konstitusi. Depok: Rajawali Pers. Retrieved from https://simpus.mkri.id/opac/detail/11342
5. Tarigan, J. P. (2023). Asas nemo judex in causa sua dalam pengujian undang-undang. Depok: Rajawali Pers. Retrieved from https://simpus.mkri.id/opac/detail/11323
6. Wiryanto. (2019). Etik hakim konstitusi: Rekonstruksi dan evolusi sistem pengawasan. Depok: Rajawali Pers. Retrieved from https://www.gramedia.com/products/etik-hakim-konstitusi
7. Ady Thea DA. (2024, January 16). Alasan MK tidak bisa batalkan Putusan MK No.90/PUU-XXI/2023. Hukumonline. Retrieved from https://www.hukumonline.com/berita/a/alasan-mk-tidak-bisa-batalkan-putusan-mk-no90-puu-xxi-2023-lt65a6706c1aa36/
8. Bisnis.com. (2023, October 16). Ini amar putusan MK yang meloloskan kepala daerah belum 40 tahun jadi capres-cawapres. Retrieved from https://kabar24.bisnis.com/read/20231016/15/1704697/ini-amar-putusan-mk-yang-meloloskan-kepala-daerah-belum-40-tahun-jadi-capres-cawapres
9. Bisnis.com. (2023, November 3). KPU pertanyakan kemampuan MKMK untuk batalkan putusan batas usia cawapres. Retrieved from https://kabar24.bisnis.com/read/20231103/15/1710948/kpu-pertanyakan-kemampuan-mkmk-untuk-batalkan-putusan-batas-usia-cawapres
10. Febryan A. (2023, November 4). Eks hakim MK: MKMK tak berwenang batalkan putusan MK, meski jengkel. Republika. Retrieved from https://news.republika.co.id/berita/s3ll8a484/eks-hakim-mk-mkmk-tak-berwenang-batalkan-putusan-mk-meski-jengkel
11. Gerindra yakin MKMK tidak bisa batalkan putusan MK. (2023, November 5). Republika. Retrieved from https://news.republika.co.id/berita/s3nibi478/gerindra-yakin-mkmk-tidak-bisa-batalkan-putusan-mk
12. Humas MKRI. (2023, November 7). MKMK berhentikan Anwar Usman dari jabatan Ketua Mahkamah Konstitusi. Retrieved from https://www.mkri.id/berita/-19751
13. JawaPos.com. (2023). Gugatan batas minimal capres-cawapres ke MK ternyata tak ditandatangani Almas Tsaqibbirru. Retrieved from https://www.jawapos.com/politik/013212502/gugatan-batas-minimal-capres-cawapres-ke-mk-ternyata-tak-ditandatangani-almas-tsaqibbirru
14. Komitmen MK kedepankan independensi dan imparsial dalam penanganan sengketa pemilu. (2024). Hukumonline. Retrieved from https://www.hukumonline.com/berita/a/komitmen-mk-kedepankan-independensi-dan-imparsial-dalam-penanganan-sengketa-pemilu-lt65d40461476f8/
15. Kompas. (2023, October 31). Pernyataan Ketua MKMK Jimly Asshiddiqie tentang kewenangan MKMK terhadap Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 [Kliping]. Perpustakaan DPR RI. Retrieved from https://perpustakaan.dpr.go.id/epaper/index/popup/id/18347
16. Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2023). Putusan Nomor 90/PUU-XXI/2023 [Salinan amar]. Retrieved from https://s.mkri.id/simpp/ds/652de85064672.pdf
17. Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2023, November 28). Risalah sidang Perkara Nomor 145/PUU-XXI/2023. Retrieved from https://mkri.id/public/content/persidangan/risalah/9423_Risalah-pdf_PERKARA%20NOMOR%20145.PUU-XXI.2023%20tanggal%2028%20November%202023.pdf
18. Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2024). Ikhtisar putusan Perkara Nomor 145/PUU-XXI/2023. Retrieved from https://www.mkri.id/public/content/persidangan/sinopsis/ikhtisar_3701_1984_IKHTISAR%20145%20PUU%202023%20FORMIL%20169%20HANI%20ADHANI.pdf
19. Puspanlakuu DPR RI. (n.d.). Resume Putusan MK atas permohonan Brahma Aryana (Perkara Nomor 141/PUU-XXI/2023). Retrieved from https://puspanlakuu.dpr.go.id/produk/detail-resume/id/587
20. Sepanjang sejarah MK, tahun 2023 paling banyak hakim konstitusi disanksi etik. (2024). Hukumonline. Retrieved from https://www.hukumonline.com/berita/a/sepanjang-sejarah-mk--tahun-2023-paling-banyak-hakim-konstitusi-disanksi-etik-lt659b6afc8159b/
- Downloads
- Published
- 2026-10-15
- Section
- Articles
How to Cite
Similar Articles
- Della Angelica Putri, Abraham Ferry Rosando, TINJAUAN VIKTIMOLOGI TERHADAP KORBAN KEJAHATAN SEKSUAL CHILD GROOMING , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 9 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Juliana Margaretta Hutajulu, Eva Mutoharotu Fauziah, Suci Pratiwi, PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KORBAN KEKERASAN SEKSUAL BERBASIS ELEKTRONIK DALAM PENYEBARAN KONTEN INTIM TANPA PERSETUJUAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 8 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Muhammad Farhan Nabil, PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA TERHADAP PEMALSUAN DATA DALAM PERMOHONAN VISA DAN IZIN TINGGAL BAGI WARGA NEGARA ASING: PERSPEKTIF HUKUM KEIMIGRASIAN INDONESIA , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 9 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Olga Yaditya Putri, Iskandar Yusuf, PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN PELECEHAN SEKSUAL BERBASIS ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DITINJAU DARI PASAL 27 AYAT (1) UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2024 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 9 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Selfi Sahara, Ahmad Irzal Fardiansyah, Rini Fathonah, Maya Shafira, Dona Raisa Monica, ANALISIS PERLINDUNGAN HUKUM DAN EFEKTIVITAS PENEGAKAN PIDANA ATAS KEKERASAN SEKSUAL ANAK OLEH ORANG TERDEKAT , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 9 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Naeshyla Hanuna Wasito, Salsabila Rahma Dina, Oci Senjaya, KEKERASAN SEKSUAL DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF KRIMINOLOGI INTEGRATIF: PEMBELAJARAN SOSIAL, KONTROL SOSIAL, RELASI KUASA, DAN TEKNOLOGI DIGITAL , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 12 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Tiara Frianita Putri, Kayla Namira Reiza Faris Balfas, Keadilan Pemidanaan Kejahatan Seksual Anak Pasca-KUHP Baru Menurut Teori Keadilan John Rawls , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 11 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
You may also start an advanced similarity search for this article.