MEMBERDAYAKAN GENERASI MUDA MELALUI TEKNOLOGI UNTUK MEMIKIRKAN KEMBALI DIPLOMASI DI ERA DIGITAL

Authors
  • Riri Restika

    Universitas Negeri Makassar
    Author
  • Wulan Miftah Maqfirah

    Universitas Negeri Makassar
    Author
  • Irsyad Dahri

    Universitas Negeri Makassar
    Author
Keywords:
diplomasi digital, pemuda, teknologi, media sosial, Indonesia, literasi digital
Abstract
Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara negara dan masyarakat menjalankan komunikasi internasional. Diplomasi yang sebelumnya lebih banyak berlangsung melalui jalur formal kini berkembang melalui media digital, media sosial, dan berbagai ruang komunikasi daring. Perubahan tersebut membuka peluang yang lebih besar bagi pemuda untuk terlibat sebagai aktor non-negara dalam mendukung diplomasi digital. Artikel ini bertujuan menganalisis perkembangan diplomasi di era digital, bentuk peran pemuda, peluang dan tantangan partisipasi pemuda, serta strategi pemanfaatan teknologi untuk memperkuat diplomasi digital Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Data diperoleh dari buku, artikel ilmiah, laporan lembaga internasional, dan sumber resmi yang relevan dengan diplomasi digital, partisipasi pemuda, media sosial, dan kecerdasan digital. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa teknologi digital memperluas akses pemuda terhadap informasi internasional, memungkinkan komunikasi lintas negara, membangun jejaring, serta membuka ruang bagi produksi konten dan kampanye mengenai isu global. Namun, partisipasi tersebut menghadapi tantangan berupa kesenjangan akses digital, rendahnya literasi, misinformasi dan disinformasi, ujaran kebencian, serta risiko salah memahami konteks budaya. Oleh karena itu, penguatan diplomasi digital Indonesia perlu dilakukan melalui peningkatan literasi digital, komunikasi lintas budaya, pemahaman isu global, partisipasi digital yang bermakna, serta kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, dan masyarakat. Pemuda perlu ditempatkan bukan hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi sebagai aktor yang mampu berkontribusi secara kritis, kreatif, etis, dan bertanggung jawab dalam memperkuat citra serta kepentingan Indonesia di tingkat internasional.
References

Amalia, A. R., Aqida, A., & Aidah, S. (2025). Kewarganegaraan digital sebagai upaya persiapan menghadapi tantangan perkembangan teknologi.

Anholt, S. (2007). Competitive identity: The new brand management for nations, cities and regions. Palgrave Macmillan.

Bjola, C. (2016). Digital diplomacy the state of the art. Global Affairs, 2(3), 297–299.

Bjola, C., & Holmes, M. (Eds.). (2015). Digital diplomacy: Theory and practice. Routledge.

Cho, A., Byrne, J., & Pelter, Z. (2020). Digital civic engagement by young people. UNICEF Office of Strategy and Evidence – Innocenti.

Di Martino, L. (2026). Navigating the tensions between activism and diplomacy: A case study of the UN's Youth Advisory Group on Climate Change. Journal of Applied Youth Studies.

Farhatin, F. (2025). Kesenjangan akses pendidikan digital di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Maliki Interdisciplinary Journal, 3(6), 1494–1502.

Hikmawan, R., Fathun, L. M., & Astuti, W. R. D. (2024). Digital public diplomacy of the Ministry of Foreign Affairs through the Instagram account @kemlu_ri regarding Indonesia's G20 presidency in 2022. Intermestic: Journal of International Studies, 9(1), 178–197.

Hocking, B., & Melissen, J. (2015). Diplomacy in the digital age. Netherlands Institute of International Relations Clingendael.

Intentilia, A. A. M. (2022). Indonesia's G20 presidency 2022: Connecting soft power and digital diplomacy practice on Instagram. Indonesian Perspective, 7(2), 145–163.

Juliani, E. N. (2026). Diplomasi digital Amerika Serikat melalui media sosial sebagai instrumen soft power di Indonesia tahun 2023–2024. Global Insight Journal: Jurnal Mahasiswa Hubungan Internasional, 2(2).

Mahfudzi, N. el. (2020). Tata kelola perlindungan warga negara Indonesia dalam melakukan peran diplomasi digital. Jurnal Hubungan Internasional, 13(1), 19–38.

Manor, I. (2023). The road not taken: Why digital diplomacy must broaden its horizons. Place Branding and Public Diplomacy, 19(2), 206–210.

Mulyono, B., Affandi, I.,桩Suryadi, K., & Darmawan, C. (2022). Online civic engagement: Fostering citizen engagement through social media. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 19(1), 75–85.

Nye, J. S., Jr. (2008). Public diplomacy and soft power. The ANNALS of the American Academy of Political and Social Science, 616(1), 94–109.

Prasetio, K., & Santoso, M. (2026). Indonesia's public diplomacy strategy through Instagram @kemlu-ri in shaping a positive image in ASEAN (2020–2024). SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial, 23(1), 27–37.

Sevin, E., & Ingenhoff, D. (2018). Public diplomacy on social media: Analyzing networks and content. International Journal of Communication, 12, 3663–3685.

Cover Image
Downloads
Published
2026-10-08
Section
Articles

How to Cite

MEMBERDAYAKAN GENERASI MUDA MELALUI TEKNOLOGI UNTUK MEMIKIRKAN KEMBALI DIPLOMASI DI ERA DIGITAL. (2026). Causa: Jurnal Hukum Dan Kewarganegaraan, 16(12). https://journal.cib.institute/index.php/causa/article/view/5000

Similar Articles

1-10 of 270

You may also start an advanced similarity search for this article.