PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KREATIF PANTUN KELAS VII SMPN 9 RUPAT

Main Article Content

Dadang Mashur
Ranap Rosari Sidabutar
Riskia
Nur Fajriah Isneini
Nabila Putri
Mutiara Meria Putri
Marwatuzzahra Lubis
Muhammad Fikri Haikal
Indah Maya Sari
Dinda Arthamevia
Amanda Br Nadeak
Yafi Lajasa

Abstract

Keterampilan menulis adalah salah satu kemampuan berbahasa yang penting bagi siswa karena melalui menulis, siswa dan siswi bisa menyampaikan ide, pikiran, perasaan, dan pengalaman mereka dalam bentuk tulisan. Salah satu cara yang bisa digunakan untuk meningkatkan kemampuan tersebut adalah dengan menulis pantun. Pantun tidak hanya indah secara estetika, tetapi juga memiliki nilai budaya dan nilai pendidikan yang penting untuk diberikan kepada anak-anak muda. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam kerja praktik ini meliputi metode praktik langsung melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Kegiatan ini bertujuan agar siswa kelas VII di SMPN 9 Rupat bisa lebih baik dalam menulis pantun secara kreatif, menggunakan program Kelas Menulis. Kegiatan dilakukan dengan cara belajar yang melibatkan partisipasi siswa dan siswi melalui beberapa langkah, yaitu memperkenalkan materi pantun, memberikan contoh-contoh, mengenali struktur dan rima dalam pantun, latihan menyusun pantun, berlatih menulis pantun sendiri, serta membaca karya tulis yang telah dibuat oleh siswa. Hasil dari pelaksanaan menunjukkan bahwa kegiatan kelas Menulis memberikan pengalaman belajar yang lebih aktif dan kreatif bagi para siswa. Siswa semakin mengerti tentang struktur pantun, cara menggunakan rima, perbedaan antara sampiran dan isi, serta lebih berani menyampaikan gagasan dalam bentuk pantun. Kegiatan ini juga menjadi salah satu cara untuk memupuk rasa sayang siswa terhadap sastra dan budaya daerah lokal. Dengan demikian, program Kelas menulis bisa menjadi pilihan kegiatan belajar yang membantu meningkatkan kemampuan menulis sekaligus melestarikan budaya pantun di tengah kalangan generasi muda. Writing skills are a crucial aspect of language proficiency for students, as writing enables them to express their ideas, thoughts, feelings, and experiences in written form. One effective method for enhancing these skills is composing pantun (traditional Malay poetic verses). Pantun are not only aesthetically pleasing but also embody cultural and educational values that are important to impart to young people.The data collection methods employed in this practical project included direct engagement through observation, interviews, and documentation. The initiative aimed to improve the creative pantun writing abilities of 7th-grade students at SMPN 9 Rupat through a “Writing Class” program. The activity utilized a participatory learning approach involving several steps: introducing the concept of pantun, providing examples, identifying pantun structures and rhyme schemes, practicing composition, writing original verses, and reading the students‟ own creations. The results indicate that the Writing Class program provided a more active and creative learning experience. Students gained a better understanding of pantun structure, rhyme usage, and the distinction between the introductory lines (sampiran) and the message (isi), while also becoming more confident in expressing their ideas through this poetic form. Furthermore, the activity helped foster an appreciation for literature and local culture among the students. Thus, the Writing Class program serves as a valuable educational option that enhances writing skills while simultaneously preserving the tradition of pantun among the younger generation.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KREATIF PANTUN KELAS VII SMPN 9 RUPAT. (2026). Argopuro: Jurnal Ilmu Bahasa, 13(4). https://journal.cib.institute/index.php/argopuro/article/view/3401

References

Astar, H. (2020). Konstruksi Sepadan Dan Tak Sepadan Antara Larik Sampiran Dan Larik Isi Sebuah Pantun. Sirok Bastra, 8(1), 21–34. https://doi.org/10.37671/sb.v8i1.201

Batennie, F., Hariyanto, D., & Pattiroi, M. N. (n.d.). CENDEKIA : Jurnal Ilmiah Pendidikan. 294–302.

Education, L. (2025). J-LELC. 5(2), 156–172.

Firdaus Ridwan Sutarta1, Asri Widiatsih2, I. H. Z. (2021). No Title 済無No Title No Title No Title. 14, 167–186.

Hafida, S. N., & Mukhlishina, I. (2023). Pengembangan Media Kartu Pantun. 6(1), 127–132.

Hajar, Ibnu., Indriyanto, Kristiawan., Syahfitri, D. (2024). Representation Of Local Wisdom Values In Malay Deli Pantun And Its Preservation Through Telangkai. 12, 115–125.

Hidayatun Nur, Desi Sukenti, Latif, L., Dicky Fahmi, & Diah Ayu Lestari. (2025). Bentuk dan Fungsi Pantun Atui; Sebuah Kajian Pantun Melayu Klasik. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 11(1), 968–979. https://doi.org/10.30605/onoma.v11i1.5349

Husin, S., Zazrianita, F., & Sari, W. A. (2025). Analisis Gaya Bahasa Pantun Bersaut Dalam Pernikahan Desa Tebing Abang Semendo Kabupaten Muara Enim. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 5(4) , 5558–5566. https://doi.org/10.53769/deiktis.v5i4.2518

Khairen, I. B. U. K. J. S. (2026). ANALISIS GAYA BAHASA METAFORA PADA NOVEL DOMPET AYAH SEPATU. 9(2), 389–395.

M. Muslim, Muhammad Arifin, S. (2025). An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam, Volume 4, Nomor 3, April 2025. An-Nahdlah, 4(April), 722–728.

Mumpuni, A. (2023). Pelatihan Menulis Kreatif Melalui Permainan Tebak Cerita. JAMU : Jurnal Abdi Masyarakat UMUS, 3(02), 81–87. https://doi.org/10.46772/jamu.v3i02.1008

Pembelajaran, J., Hasanah, A., Hasanah, E., Pendidikan, P., Indonesia, S., Suryakancana, U., & Barat, J. (2024). Pembelajaran Mengedit Larik Pantun Profetik Menggunakan Pendekatan Keterampilan Proses melalui Bahan Ajar Pengayaan The Learning to Edit Prophetic Pantun Lines Using a Process Skills Approach through Enrichment Teaching Materials PENDAHULUAN Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui UNESCO pada tahun 2018 mengumumkan tentang Penetapan pantun sebagai warisan budaya takbenda bagi Negara Republik Indonesia dan Negara Malaysia . Penetapan ini didasari oleh pengajuan Indonesia dan Malaysia tentang pantun sebagai warisan budaya takbenda . Dengan demikian , pantun menambah panjangnya daftar warisan budaya Tak benda Indonesia di UNESCO Kurikulum yang berlaku kini dan beberapa Kurikulum terdahulu tidak terlalu memberi respon positif berkaitan dengan Pengakuan dunia di atas . Materi pantun tidak disebutkan secara eksplisit dalam Tujuan pembelajaran untuk semua jenjang pendidikan dasar dan menengah . Pembelajaran pantun hanya menjadi bagian dalam pembelajaran puisi lama yakni Pembelajaran kompetensi puisi . Pantun dapat berfungsi sebagai media Pendidikan . Maksudnya , melalui teks nonnaratif ini berbagai amanat yang Dititipkan di dalam larik- larik isi . Dengan lain , sebagai teks nonnaratif yang Estetik pantun dapat dijadikan sarana untuk memnyampaikan pesan-pesan Pendidikan ( Wardana & Wachid , 2021 : 606 ; Rehusisma Adalah kelas 6 SD Negeri Bangbayang 02 . Dalam hubungannya dengan penelitian , pembelajaran Tentang pantun terbatas kepada kegiatan mengedit larik pantun . Maksudnya , Para siswa kelas 6 difasilitasi secara proses untuk dapat memperbaiki bait-bait Pantun yang tidak sesuai secara keilmuan baik secara objektif yakni aspek etika Maupun secara aspek estetika . Pembelajaran mengedit larik pantun menerapkan Pendekatan keterampilan proses . Melalui pendekatan keterampilan proses ini Para siswa difasilitasi untuk mampu mengedit larik pantun dua seuntai Menggunakan bahan ajar pengayaan . Oleh karena itu , artikel ini diberi judul ‘ Pembelajaran Mengedit Larik Pantun Profetik Menggunakan Pendekatan Keterampilan Proses melalui Bahan Ajar Pengayaan ’. Artikel ini berisi 3 Rumusan masalah . Rumusan masalah disajikan di bawah ini : 1 ) Bagaimanakah Prosedur pembelajaran mengedit larik pantun profetik menggunakan pendekatan keterampilan proses melalui bahan ajar pengayaan bagi siswa kelas 6 SD Negeri Bangbayang 02 Kecamatan Gekbrong , Kabupaten Cianjur , Provinsi Jawa Barat ?2 ) Bagaimanakah hasil belajar mengedit larik pantun profetik Menggunakan pendekatan keterampilan…. 3(November), 701–714.

Purwatiningsih, S., Nehe, B. M., Bastaman, W. W., & Arini, I. (2025). Peningkatan Kemampuan Literasi Masyarakat Melalui Pelatihan Menulis Kreatif Berbasis Kearifan Lokal. JCOMENT (Journal of Community Empowerment), 6(1), 54–64. https://doi.org/10.55314/jcoment.v6i1.917

Rasuna, Ngalimun, & Fitriana, A. (2025). Kajian fungsi pantun. 7(1), 19–25.

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.