MAKANAN TRADISIONAL KUE LUMPUR SEBAGAI JAJANAN KHAS KABUPATEN SIDOARJO (KAJIAN FOLKLOR)

Main Article Content

Pradhika Arya Adhiguna
Sukarman

Abstract

Jajanan kue lumpur merupakan salah satu makanan tradisional yang menjadi ciri khas Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan asal-usul dan cerita sejarah, bentuk dan makna/simbol, bahan dan peralatan serta cara pembuatan, fungsi, perubahan, serta cara melestarikan jajanan kue lumpur. Konsep yang digunakan adalah konsep folklor menurut Danandjaja, konsep makna menurut Endraswara, konsep fungsi menurut Bascom, konsep perubahan menurut Koentjaraningrat, dan konsep pelestarian menurut Widjaja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif denga n pendekatan folklor, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, perekaman, pencatatan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jajanan kue lumpur termasuk folklor bukan lisan yang telah ada sebelum peristiwa lumpur Lapindo tahun 2006, sehingga namanya tidak memiliki keterkaitan dengan peristiwa tersebut. Jajanan kue lumpur berbentuk bulat, lembut, dengan topping kelapa muda (degan) atau kismis, serta mengandung makna sosial-budaya dan identitas Kabupaten Sidoarjo. Bahan utamanya adalah tepung, telur, santan, kelapa muda, minyak, dan margarin, yang diolah menggunakan peralatan tradisional seperti cetakan dan arang. Fungsi folklor yang ditemukan adalah sebagai sistem proyeksi, alat pengesahan pranata kebudayaan, alat mendidik anak, alat pengawas kehidupan manusia, serta fungsi sebagai oleh-oleh, sebagai bentuk kearifan lokal, dan sumber mata pencaharian. Perubahan terlihat dari variasi rasa, kemasan, harga, dan metode pembayaran, sedangkan pelestariannya dilakukan secara berkelanjutan, terarah, serta dinamis dan selektif, yang didukung oleh masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

MAKANAN TRADISIONAL KUE LUMPUR SEBAGAI JAJANAN KHAS KABUPATEN SIDOARJO (KAJIAN FOLKLOR). (2026). Argopuro: Jurnal Ilmu Bahasa, 13(3). https://doi.org/10.2238/psnecs38

References

Andriani, N. R. (2024). Tragedi Lumpur Lapindo di Sidoarjo. Maliki Interdisciplinary Journal (MIJ), 2(6), 119–123.

Anwari, I. R. M. (2023). Rujak cingur: Narasi historis warisan budaya kuliner populer masarakat urban Surabaya [Skripsi, Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga].

Bungin, B. (2017). Penelitian kualitatif: Komunikasi, ekonomi, kebijakan publik, dan ilmu sosial lainnya. Kencana.

Daffa, M., dkk. (2024). Perancangan alternatif alat panen buah kelapa muda anti pecah dan tanpa panjat. Jurnal Agricultural Biosystem Engineering, 3(3).

Darmaniva, M., dkk. (2025). Kajian literatur: Aplikasi margarin dan shortening dalam produk bakery. Jurnal Agroindustri Pangan, 4(2), 103–117.

Dasopang, S. B., dkk. (2025). Karakteristik minuman santan pada perlakuan kecepatan dan lama waktu homogenisasi yang berbeda. Jurnal Sains dan Teknologi Pangan, 10(2), 8387–8396.

Dwipayana, I. K. A. (2023). Humanisasi melalui pembelajaran sastra lisan dalam perspektif Tri Hita Karana: Kajian etnopedagogik. Pedalitra III: Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 3(1), 229–237.

Endraswara, S. (2022). Metodologi penelitian kebudayaan. Gadjah Mada University Press.

Fauziana, M., & Priyanto. (2025). Uji kesukaan kue lumpur dengan subtitusi tepung kelapa [Laporan penelitian, Program Studi D3 Perhotelan, Fakultas Vokasi, Universitas Asa Indonesia].

Jailani, S., Risnita, Saksitha, Syahran, M., & Arestya, D. (2024). Teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif dalam penelitian ilmiah. Journal Genta Mulia, 15(2), 79–91.

Kistanti, S., & Mursyidah, L. (2024). Implementasi penataan desa terdampak lumpur Lapindo di Desa Ketapang Kecamatan Tanggulangin. Journal Publicuho, 7(4), 1947–1961. https://doi.org/10.35817/publicuho.v7i4.558

Kusnandar, F., dkk. (2022). Pengaruh komposisi kimia dan sifat reologi tepung terigu terhadap mutu roti manis. Jurnal Mutu Pangan, 9(2), 65–75.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi Revisi). Remaja Rosdakarya.

Movia, A. A., & Wijayanti, S. N. (2024). Perubahan tradisi ruwat air di Desa Sumbermujur Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang. JOB, 20(1).

Permata, T. W. I., & Kurniawan, A. (2024). Potensi makanan tradisonal kue lapis (Spikoe) sebagai daya tarik wisata Kota Surabaya [Laporan penelitian, Akademi Kuliner Monas Pasifik Surabaya].

Pramulia, P., dkk. (2022). Bentuk dan fungsi mitos Bujuk Agung di Bondowoso (Kajian folklor). Jurnal Bastra, 7(2).

Putro, A. A. W. (2015). Pemasaran produk kue lumpur Sidoarjo (Studi deskriptif tentang upaya pemasaran produk kue lumpur usaha dagang 'Muda Mudi' di sentra industri kue lumpur Sidoarjo) [Skripsi, Program Studi D3 Kepariwisataan/Bina Wisata, Fakultas Vokasi, Universitas Airlangga].

Puspitasari, V. (2013). Panganan tradhisional Kabupaten Tulungagung (Tintingan folklor). Jurnal Online Bharada.

Ranjabar, J. (2019). Sistem sosial budaya Indonesia: Suatu pengantar. Alfabeta.

Setiawan, Y., & Prasetyo, Y. (2023). Kehidupan sosial budaya etnis Tionghoa di Sidoarjo pada masa kolonial. Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya, 17(1), 56–65. https://doi.org/10.17977/um020v17i12023p56-65