CAMPUR KODE DALAM TUTURAN BLASTERAN PADA PLATFORM MEDIA SOSIAL YOUTUBE

Main Article Content

Fidella Nurazizah Pramono
Yunisenffendri

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor yang memengaruhi penggunaan campur kode, wujud campur kode, dan fungsi campur kode dalam tuturan blasteran pada platform media sosial. Fenomena campur kode semakin sering dijumpai pada masyarakat bilingual, khususnya dalam komunikasi digital yang melibatkan penutur dengan latar belakang bahasa dan budaya yang beragam. Objek penelitian ini adalah tuturan Cinta Laura dan Luna Maya dalam konten podcast di platform YouTube. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa tuturan yang mengandung campur kode bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang diperoleh melalui teknik observasi, dokumentasi, dan transkripsi. Analisis data dilakukan menggunakan teori campur kode Suwito dengan model analisis interaktif Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang memengaruhi penggunaan campur kode meliputi faktor topik pembicaraan dan tujuan komunikasi, dengan faktor topik pembicaraan sebagai faktor yang paling dominan. Wujud campur kode yang ditemukan meliputi penyisipan unsur kata, frasa, baster, idiom, klausa, dan bentuk campuran, dengan penyisipan unsur klausa sebagai wujud yang paling dominan. Adapun fungsi campur kode yang ditemukan meliputi fungsi penegasan, mengungkapkan emosi, pencitraan sosial, dan lelucon. Temuan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan campur kode tidak hanya berfungsi sebagai variasi bahasa, tetapi juga sebagai strategi komunikasi yang mencerminkan identitas, kemampuan bilingual, serta gaya komunikasi penutur dalam ruang digital.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

CAMPUR KODE DALAM TUTURAN BLASTERAN PADA PLATFORM MEDIA SOSIAL YOUTUBE . (2026). Argopuro: Jurnal Ilmu Bahasa, 13(3). https://doi.org/10.2238/e2m15487

References

Chaer, A., & Agustina, L. (2004). Sosiolinguistik: Perkenalan awal. PT Rineka Cipta.

Fishman, J. A. (1975). Language and ethnicity in minority sociolinguistic perspective. Multilingual Matters.

Gustani, A., & Aktila, A. (2023). Afiksasi bahasa Dayak dialek Bangape Desa Kayuara Kecamatan Menyuke: Kajian morfologi. Doctoral dissertation, IKIP PGRI Pontianak.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). Sage Publications.

Mustikawati, W., & Kundharu Saddhono. (2024). Analisis Penggunaan Bahasa Jaksel Pada Video Berjudul ‘Language Barriers, Culture Shock & Tck Identity Crisis Ft. Mella Carli’ Di Youtube: Kajian Sosiolinguistik Campur Kode. BASA Journal of Language & Literature, 4(2), 89–94. https://doi.org/10.33474/basa.v4i2.22031

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.

Suwito. (1985). Sosiolinguistik: Teori dan problema (2nd ed.). Henary Offset.

Wardhaugh, R. (2010). An introduction to sociolinguistics (6th ed.). Wiley-Blackwell.

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.