Abstract
Edamame (Glycine max L. Merrill) merupakan komoditas yang bernilai ekonomi tinggi dan potensi ekspor yang besar. Namun, budidaya edamame pada tanah Podsolik Merah Kuning (PMK) sering menghadapi kendala seperti sifat tanah yang masam, kejenuhan basa rendah, kandungan aluminium tinggi, serta ketersediaan unsur hara yang rendah. Kondisi tersebut menyebabkan pertumbuhan dan hasil tanaman belum optimal sehingga diperlukan perlakuan budidaya tambahan. Upaya yang dilakukan yaitu aplikasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) yang berperan dalam meningkatkan ketersediaan unsur hara, merangsang pertumbuhan tanaman, serta memperbaiki aktivitas mikroorganisme tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi jenis PGPR dan konsentrasi PGPR terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman edamame pada tanah PMK. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot) dengan dua faktor, yaitu jenis PGPR (akar putri malu dan akar pisang) dan konsentrasi PGPR (20, 30, 40, dan 50 ml/L). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, volume akar, berat kering tanaman, berat polong per tanaman, jumlah polong per tanaman, jumlah polong isi per tanaman, dan presentase polong hampa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi terhadap komponen hasil tanaman. Namun, interaksi nyata terjadi pada fase vegetatif, yaitu tinggi tanaman pada umur 4 MST. PGPR akar pisang pada konsentrasi 50 ml/L menghasilkan tinggi tanaman terbaik.References
Anam, E. a. (2019). Kewirausahaan Selai Kedelai Edamame Kaya Manfaat dan Nutrisi. Jurnal Bioshel, 8(01), 108.
Biswas, J. C., Ladha, J. K., & Dazzo, F. B. (2000). Rhizobia Inoculation Improves Nutrient Uptake and Growth of Lowland Rice. Soil Science Society of America Journal, 64(5), 1644–1650.
Handayani, et al. (2022). Kajian Efektivitas Untuk Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Okra (Abelmoschus esculentus) Pada Media Tanam Organik. Materia Japan, 61(4), 218–224.
Husen, et al. (2006). Rhizobacteria Pemacu Tumbuh Tanaman Buku Pupuk Organik dan Pengembangan Sumber Daya Lahan Pertanian. Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian. Bogor.
Mustafa, P. A., Paulus, J. M., & Polii, M. G. M. (2023). Respons Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kedelai Pada Konsentrasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) Dari Akar Bambu (Bambusa sp.). Agri-Sosioekonomi, 19(1), 579–584.
Pertanian, K. (2024). Analisis Kinerja Perdagangan Kedelai. Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Sekretariat Jendral Kementrian Pertanian.
Pratiwi, F., Marlina dan Mariana. (2017). Pengaruh Pemberian Plant Growth Promoting Rhizobakteria (PGPR) dari Akar Bambu terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.). Jurnal Agrotropika Hayati, 4(2):1-7.
Setiawati, M. R., Suryatmana, P. (2014). Karakteristik Pertumbuhan dan Waktu Generasi Isolat Azotobacter sp. dan Bakteri Endofitik Asal Ekosistem Lahan Sawah. Agroekotek, 6(1), 12–20.
Sinambela, et al. (2024). Respon Pertumbuhan dan Hasil Edamame Terhadap Lumpur Padat Kelapa Sawit dan Pupuk Fosfat di Tanah Podsolik Merah Kuning. 6 (10), 4–6.
Sipayung, P., Hutauruk, S., Purba, A. H., dan Sidauruk, L. (2023). Respon Pertumbuhan dan Produksi Kedelai Hitam Malika (Glycine soja, L.) terhadap Media Tanam Cocopeat -Topsoil dan Pupuk Fosfor. Jurnal Penelitian Ilmu Pertanian, 9(1).
Sutejo, M. M., & Kartasapoetra, A. G. (1990). Pupuk dan cara pemupukan. Rineka Cipta.
Vinolina, et al. (2025). Respon Pertumbuhan Kacang Tunggak ( Vigna unguiculata L.) Terhadap Pemberian PGPR Akar Bambu. 13(2), 37–43.