Abstract
Penelitian ini menganalisis efektivitas penggunaan mesin petik teh terhadap kualitas dan kuantitas pucuk teh di Unit Pagar Alam PTPN I (Persero) Regional 7 pada periode Juni–Juli 2026. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi langsung, wawancara, pengukuran, serta pengumpulan data sekunder. Areal pemetikan yang menjadi objek penelitian mencakup 408,71 hektar dengan target produksi sebesar 372.600 kg pucuk basah dan produktivitas rata-rata 911,7 kg/ha. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pemetikan menggunakan mesin menghasilkan rata-rata pucuk memenuhi syarat (MS) sebesar 22% dan pucuk tidak memenuhi syarat (TMS) sebesar 18%. Persentase tersebut memiliki variasi yang relatif kecil, yaitu sekitar 1–2%, sehingga menunjukkan kinerja mesin yang konsisten dan stabil pada setiap siklus pemetikan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penggunaan mesin petik tergolong cukup efektif dalam mendukung kegiatan pemetikan pucuk teh. Peningkatan efektivitas masih dapat dilakukan melalui penyesuaian ketajaman pisau, kecepatan pemotongan, dan ketinggian bidang petik, serta peningkatan keterampilan operator agar efisiensi kerja dan kualitas pucuk yang dihasilkan dapat lebih optimal.References
Anjarsari, I. R. D., Rezamela, E., Syahrian, H., & Rahadi, V. H. (2020). Pengaruh cuaca terhadap hasil pucuk teh (Camellia sinensis L.(O) Kuntze) klon GMB 7 pada periode jendangan dan pemetikan produksi. Kultivasi, 19(1), 1076–1082.
Anjarsari, I. R. D., Ariyanti, M., & Rosniawaty, S. (2020). Studi ekofisiologis tanaman teh guna meningkatkan pertumbuhan, hasil, dan kualitas teh. Kultivasi, 19(3), 1181–1188.
Azizah, F. U., Hamidah, S., & Dewantoro, V. (2019). Analisis pengendalian kualitas produk teh hitam di Unit Produksi Pagilaran PT. Pagilaran Keteleng, Blado, Batang, Jawa Tengah. Jurnal Dinamika Sosial Ekonomi, 20(1), 65–80.
Baladraf, T. T. (2026). Model Optimasi Penjadwalan Pemetikan Daun Teh melalui Alokasi Areal Petik dan Tenaga Kerja Menggunakan Pendekatan Linear Programming. Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian, 7(1), 2186–2198.
Dewi Synthia. (2024). Mutu Petik Teh (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) di Kebun Bedakah, Wonosobo, Jawa Tengah. 2(April 2018), 306–312.
Djamila, S., & Bahariawan, A. (2022). Uji Kinerja Mesin Petik Pucuk Teh (Tea Harvester) Tipe TS120L Pada Lahan Berbukit Dengan Kemiringan 40-60 o (Performance Tes of The Harvester Machine TS120L on Hilly Land. 1(3), 110–116.
Juliansyah, A. T., Damayanti, D. D., & Juliani, W. (2017). Penjadwalan Pemetikan Pucuk Teh untuk Memaksimalkan Produksi di PT Perkebunan Nusantara VIII Ciater. e-Proceeding of Engineering, 4(2).
Kusumawati, A., & Triaji, A. (2017). Perbandingan penggunaan mesin petik dan petik tangan terhadap hasil produksi pucuk teh (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) di Perkebunan Kayu Aro PTPN VI Kabupaten Kerinci. Jurnal Agroteknose, 8(2), 36–42.
Octaviani, S., Hariyadi, & Suwarto. (2023). Perbandingan Pemetikan Secara Manual dan Mesin Terhadap Hasil Produksi Teh (Camellia sinensis (L) O. Kuntze) di Kebun Wonosari, Malang, Jawa Timur. Bul. Agrohorti, 11(1), 103–105.
PT Perkebunan Nusantara I Regional 5. (2023). Kualitas petikan pucuk daun teh di PTPN XII Kebun Wonosari dalam menghasilkan mutu teh hitam CTC kualitas ekspor. https://ptpn1reg5.com/2023/07/05/kualitas-petikan-pucuk-daun-teh-di-ptpn-xii-kebun-wonosari-dalam-menghasilkan-mutu-teh-hitam-ctc-kualitas-ekspor/
Salimah, S. N., Junaedi, A., & Sudrajat. (2023). Pengelolaan Pemetikan Tanaman Teh Camellia sinensis. Buletin Agrohorti, 11(2), 249–259.
Sepriana, R. M., Supijatno, & Hariyadi. (2023). Perbandingan Cara Pemetikan Mesin dan Gunting di Perkebunan Teh Rancabali, Bandung, Jawa Barat. Bul. Agrohorti, 11(1), 103–105.
Thanoza, T. E. A. H., Silsia, D., Efendi, Z. (2016). Pengaruh Kualitas Pucuk Dan Persentase Layu Terhadap Sifat Fisik Dan Organoleptik Teh CTC (Crushing Tearing Curling).
Thoriq, A., Sita, K., & Sari, D. M. (2021). Pusat Penelitian Teh dan Kina Gambung. 8(November), 165–172.