Abstract
Desa Purut Sunda memiliki Kelompok Wanita Tani (KWT) yang telah berdiri sejak empat tahun terakhir dengan jumlah anggota sebanyak 30 orang ibu-ibu. Pada tahun sebelumnya kondisi lahan KWT tergolong subur, namun pada tahun pelaksanaan kegiatan ini wilayah tersebut mengalami musim kemarau yang menyebabkan kondisi lahan mengering dan sebagian lahan KWT sempat terbengkalai. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan mendampingi KWT Desa Purut Sunda melalui pembelajaran partisipatif dan penataan lahan guna memperkuat pangan lokal. Metode pelaksanaan meliputi tahap observasi dan identifikasi masalah, pembelajaran partisipatif bersama anggota KWT, serta penataan lahan seluas kurang lebih dua petak sawah yang diawali dengan pembersihan lahan dan dilanjutkan dengan penyemaian bibit cabai, terong, dan pokcoy. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lahan KWT yang sebelumnya terbengkalai berhasil ditata kembali dan menjadi lebih terawat. Kendala utama yang dihadapi adalah kondisi kemarau yang menyebabkan tanaman lebih mudah layu, sehingga diperlukan penyiraman dan pendampingan yang lebih intensif. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif yang melibatkan anggota KWT secara aktif dapat mendukung pemulihan dan pemanfaatan lahan meski dalam kondisi cuaca yang kurang mendukung, sekaligus memperkuat kemandirian pangan lokal berbasis potensi desa.References
Airlangga, R. P., Sudarsono, & Amarillis, S. (2023a). Pengaruh cekaman kering terhadap respon pertumbuhan cabai merah pada fase vegetatif. Buletin Agrohorti, 11(2), 297–306. https://doi.org/10.29244/agrob.v11i2.46935
Al Nido, R., Rili Windiasih, Adhi Iman Sulaiman, Krismiwati Muatip, & Lilik Kartika Sari. (2024a). Model pemberdayaan kelompok wanita tani (KWT) melalui modal sosial untuk menjaga kohesivitas kelompok. Agrivet: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner), 12(1), 117 –132. https://doi.org/10.31949/agrivet.v12i1.10088
Devi Irmayeni, Asdi Agustar, & Widya Fitriana. (2025). Pemberdayaan masyarakat untuk peningkatan ketahanan pangan keluarga: kasus kegiatan pekarangan pangan lestari (P2L) Di Kota Padang. Jurnal Niara, 18(2), 551–560. https://doi.org/10.31849/mw09mj65
Dewi, A. R., Cahyono, E. D., & Kustanti, A. (2026a). Peran kepemimpinan ketua kelompok wanita tani dalam difusi inovasi PGPR NK grow dan keberhasilan program pekarangan pangan lestari. Jurnal Penyuluhan, 22(01), 158 –169. https://doi.org/10.25015/22202670456
Eka Anggraini Widiastuti, A. (2022a). Partisipasi Anggota Kelompok Wanita Tani (Kwt) dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Rumah Tangga di Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar. Jurnal Indonesia Sosial Sains, 3(7), 1027 –1038. https://doi.org/10.36418/jiss.v3i7.644
FAO, IFAD, UNICEF, WFP, & WHO. (2024). The State of Food Security and Nutrition in the World 2024. FAO; IFAD; UNICEF; WFP; WHO; https://doi.org/10.4060/cd1254en
Ghinanda, J., Dewi, R. A., Rif’iyati, D., & Maulidina, H. A. (2025). Sinergi KKN dan Kelompok Wanita Tani dalam Pengelolaan Pekarangan: Pemberdayaan Berbasis Komunitas Menuju Ketahanan Pangan Desa. Dharmahita, 2(1), 51–56.
Moridu, I., Arisanjaya Doloan, Fitriani, Nurcahya Hartaty Posumah, Rini Hadiyati, Debiyanti Kune, & Rosfianti M. Yadasang. (2023a). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Inovasi Sosial dan Kewirausahaan Sosial dalam Menangani Masalah Sosial. Eastasouth Journal of Effective Community Services, 2(01), 42–53. https://doi.org/10.58812/ejecs.v2i01.143
Partini, & Sari, I. (2022). Kebijakan pengembangan ketahanan pangan lokal. JURNAL AGRIBISNIS, 11(1), 78–83. https://doi.org/10.32520/agribisnis.v11i1.1988
Perwithosuci, W., Andriyani, N., Hidayah, N., Oftasari, Y., Qomarun, Q., & Kisnawaty, S. W. (2024). Pemanfaatan lahan pekarangan untuk mendukung kemandirian pangan di Desa Mundu, Klaten, Jawa Tengah. Penamas: Journal of Community Service, 4(2), 209–219. https://doi.org/10.53088/penamas.v4i2.965
Pratama, D., Witjaksono, R., & Raya, A. B. (2022). Partisipasi Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Dalam Kegiatan Pekarangan Pangan Lestari Mendukung Ketahanan Pangan Rumah Tangga Di Kabupaten Gunungkidul DI Yogyakarta. Jurnal Ketahanan Nasional, 28(1), 19. https://doi.org/10.22146/jkn.71270
Pujiati, S., Pertiwi, A., Silfia, C. C., Ibrahim, D. M., & Nur Hafida, S. H. (2020). Analisis ketersediaan, keterjangkauan dan pemanfaatan pangan dalam mendukung tercapainya ketahanan pangan masyarakat di provinsi Jawa Tengah. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 16(2), 123. https://doi.org/10.20956/jsep.v16i2.10493
Safitri, A. A., Ismiasih, I., & Purwandari, I. (2026). Partisipasi anggota kelompok wanita tani melati terhadap program lumbung pangan di Kalurahan Jagalan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Sains Agribisnis, 6(1), 14–24. https://doi.org/10.55678/jsa.v6i1.1951
Setiawan, D., Purnama, S., Ertinawati, Y., & Rosiana, S. (2021). Peningkatan peran aktif kelompok wanita tani (KWT) melalui optimalisasi lahan pekarangan untuk meningkatkan ketahanan pangan pada era new normal di Desa Jayaratu, Kecamatan Sariwangi. Jurnal Pengabdian Siliwangi, 7(1). https://doi.org/10.37058/jsppm.v7i1.2745
Vebronia, A., Febriantin, K., & Kurniansyah, D. (2022). Peran dinas pangan dalam program pekarangan pangan lestari (p2 l). KINERJA, 18(4), 521 –526. https://doi.org/10.30872/jkin.v18i4.9845
Wahyuni, L., & Shaliza, F. (2026). Penguatan modal sosial kelompok wanita tani (KWT) mendukung sustainable development goals (SDGs): Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Perempuan di Kota Dumai. Jurnal Niara, 19(1), 286–295.