Abstract
Jagung adalah komoditas utama tanaman pangan dengan peran strategis dalam pembangunan pertanian dan perekonomian nasional sebagai sumber karbohidrat kedua setelah padi, serta digunakan untuk konsumsi, pakan ternak, dan industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pendapatan petani jagung di Desa Lemahbang, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, dilaksanakan dari April hingga Mei 2026. Metodologi penelitian menggunakan simple random sampling, melibatkan 31 dari 177 petani jagung sebagai responden, dengan data primer dan sekunder yang dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif menguraikan kegiatan usahatani jagung secara deskriptif, sedangkan analisis kuantitatif meliputi perhitungan biaya total, penerimaan, dan pendapatan, serta analisis Break-Even Point (BEP) dan Ratio-Cost (R/C ratio) untuk menilai kelayakan usaha. Hasil penelitian menunjukkan biaya rata-rata usahatani sebesar Rp2.914.000 per musim dengan penerimaan rata-rata Rp67.500.000 per musim dan harga jual rata-rata Rp4.500, menghasilkan R/C ratio sebesar 1,7, yang menunjukkan usaha jagung di desa ini layak dan mendukung perekonomian lokal.References
Agustin, F., & Winahyu, N. (2023). Analisis kelayakan usahatani jagung (Zea mays L.) di PT Tjandi Sewu Baru Blitar. Viabel: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian, 17(1), 1–8. https://doi.org/10.35457/viabel.v17i1.2411.
Badan Pusat Statistik. (2013). Sektor pertanian merupakan penopang perekonomian Indonesia. Badan Pusat Statistik.
Chandra, A., Abidin, Z., & Ashari, U. (2023). Analisis efisiensi teknis produksi dan pendapatan usahatani jagung. Agricultural Review, 1(1), 27–39. https://doi.org/10.37195/arview.v1i1.351.
Fitrawati, S., Ilsan, M., & Rasyid, R. (2023). Analisis ekonomi dan prospek pengembangan usahatani jagung (Zea mays L.) di Kabupaten Barru: Studi kasus di Desa Lalabata, Kecamatan Tanete Rilau. Wiratani: Jurnal Ilmiah Agribisnis, 6(2), 137–146. https://doi.org/10.33096/wiratani.v6i2.307.
Husin, S. (2009). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas usahatani dan pengaruhnya terhadap kepuasan petani: Studi kasus PT Agropotombuluh Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo [Tesis, Program Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik, Universitas Indonesia].
Nainggolan, J. K., Kapantow, G. H. M., & Dumais, J. N. K. (2023). Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi jagung di Kelurahan Tendeki Kecamatan Matuari Kota Bitung. Agri-Sosioekonomi, 19(2), 899–908. https://doi.org/10.35791/agrsosek.v19i2.48330.
Saputri, C. (2022). Analisis pendapatan petani jagung di Desa Pasie Teube Kecamatan Pasie Raya Kabupaten Aceh Jaya.
Sinabariba, F. M., Prasmatiwi, F. E., & Situmorang, S. (2014). Analisis efisiensi produksi dan pendapatan usahatani kacang tanah di Kecamatan Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah. Jurnal Ilmu Ilmu Agribisnis, 2(4), 316–322. https://doi.org/10.23960/jiia.v2i4.985.
Sulistyaningrum, D. A., Nurdiani, U., & Novia, R. A. (2024). Efisiensi produksi usahatani kedelai di Desa Tayem Kecamatan Karangpucung Kabupaten Cilacap. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 8(2), 712–727.
Taryana, T., Setiawan, I., & Rachmawati, J. (2025). Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani jagung hibrida di Desa Girimukti Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh, 12(1), 188–208. https://doi.org/10.25157/jimag.v12i1.16340.
Tim Karya Tani Mandiri. (2010). Pedoman budidaya tanaman kopi. Bandung: Nuansa Aulia.
Umar, H. (2003). Metode riset bisnis: Dilengkapi contoh proposal dan hasil riset bidang manajemen dan akuntansi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.