Abstract
Desa Pangkalan Batang Barat merupakan salah satu desa lokasi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau tahun 2026 yang sebagian besar masyarakatnya masih membuang sampah dapur, seperti sisa sayuran dan buah-buahan, tanpa dikelola lebih lanjut. Padahal, sampah organik tersebut berpotensi diolah menjadi pupuk organik cair (POC) yang bermanfaat bagi kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman sekaligus mengurangi volume sampah rumah tangga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat Desa Pangkalan Batang Barat mengenai cara mengolah sampah dapur menjadi POC menggunakan bioaktivator EM4 dan molase. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi langsung, serta sesi tanya jawab. Tahapan pembuatan POC terdiri atas persiapan bahan, pencacahan limbah sayur, pencampuran bahan, fermentasi selama 14 hari, penyaringan, serta penyimpanan dan aplikasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mendapatkan pemahaman baru mengenai potensi sampah dapur sebagai bahan baku pupuk organik cair dan menyambut positif kegiatan ini sebagai alternatif pengurangan sampah organik rumah tangga. Kegiatan ini mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pertanian berkelanjutan dan pengelolaan lingkungan.References
Bai, D. V., Neur, M. Y., & Kasi, Y. F. (2024). Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair Berbahan Dasar Limbah Rumah Tangga di Desa Bidoa. Samakta, 2(1), 57–64. https://doi.org/10.61142/samakta.v2i1.204
D.S., A., Riski, M. H., Cibro, R. J., & Ilahi, F. R. (2022). Pemanfaatan Limbah Dapur Sebagai Pupuk Organik Cair (POC) untuk Budidaya Tanaman di Lingkungan Perkarangan Masyarakat Kelurahan Surabaya Kecamatan Sungai Serut. Tribute: Journal of Community Services, 3(2), 101–107.
Ekawandani, N., & Kusuma, A. A. (2018). Pengomposan Sampah Organik (Kubis dan Kulit Pisang) dengan Menggunakan EM4. Jurnal TEDC , 12(10), 38 –43. https://doi.org/10.31227/osf.io/3gt26
Handayani, L., Nurhayati., Rahmawati, C., & Meliyana. (2019). Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari Limbah Dapur bagi Ibu-Ibu Desa Paya Kecamatan Trienggadeng Kabupaten Pidie Jaya. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat , 2(2), 359–365. https://doi.org/10.31294/jabdimas.v2i2.6172
Lingkungan, J. I., Rohmadi, M., Septiana, N., & Puji, A. (2022). Pembuatan Pupuk Organik Cair dan Kompos dari Limbah Organik Rumah Tangga. Jurnal Ilmu Lingkungan, 20(4), 880–886. https://doi.org/10.14710/jil.20.4.880-886
Miswar, D., Rodliyah, A. R., Amelia, L., Gustama, Y., Purniawan, P., Renaldi, M. Z., Assegaf, S. H., & Ningrum, S. (2022). Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) Upaya Pemanfaatan Limbah Batang Pisang (Musa paradisica L.) di Desa Tanjung Aji. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2), 24–31.
Nur, T., Noor, A. R., & Elma, M. (2016). Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Sampah Organik Rumah Tangga dengan Bioaktivator EM4 (Effective Microorganisms). Konversi, 5(2), 44–51.
Ramlan, R., & Masrianih. (2022). Pemanfaatan Sampah Sayur Menjadi Pupuk Organik Cair dengan Penambahan Bioaktivator EM4. Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia, 1(2), 41–45. https://doi.org/10.56303/jppmi.v1i2.55
Rindiani, A., Anggraini, D., & Saputri, N. (2025). Efektivitas POC Berbasis Limbah Sayuran dan EM4 terhadap Pertumbuhan Tanaman. Jurnal Sains Agro.
Setio, S. P., Trisyanti, L. I., & Hawa, H. (2026). Sampah Dapur Sebagai Pupuk Organik Cair (POC) Bagi Kelompok Kebun Asri Agro - Semarang. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka, 4(3), 3689–3698. https://doi.org/10.58266/jpmb.v4i3.1058
Surtiningsih, T. (2018). Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair pada Kelompok Tani di Kabupaten Probolinggo. Jurnal Layanan Masyarakat Universitas Airlangga, 2(1), 21–24.