Abstract
Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan mendorong mahasiswa berkontribusi secara langsung dalam pemberdayaan masyarakat. Desa Sungai Besar, Kecamatan Pekaitan, Kabupaten Rokan Hilir memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar, namun masyarakat masih bergantung pada sektor perkebunan kelapa sawit sehingga diperlukan alternatif sumber pendapatan yang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penghijauan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi melalui distribusi bibit tanaman produktif. Metode yang digunakan meliputi koordinasi dengan pemerintah desa dan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Indragiri Rokan, sosialisasi, distribusi bibit, penanaman simbolis, serta pendampingan kepada masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebanyak 800 bibit tanaman produktif yang terdiri atas 600 bibit durian dan 200 bibit jengkol berhasil disalurkan kepada masyarakat. Sebanyak 650 bibit didistribusikan kepada kepala keluarga di sepuluh RT, sedangkan 150 bibit lainnya ditanam pada fasilitas umum desa. Program memperoleh dukungan penuh dari pemerintah desa dan masyarakat karena dinilai mampu menjadi investasi jangka panjang dalam meningkatkan pendapatan masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Program ini diharapkan memberikan manfaat ekonomi dan ekologis secara berkelanjutan bagi Desa Sungai Besar.References
Argarani, D., Yusuf, R. Z., & Malik, A. (2025). Pemberdayaan masyarakat sebagai penentu pembangunan berkelanjutan di pedesaan. Journal Pemberdayaan Ekonomi dan Masyarakat, 2(4), 1–11.
Harinurdin, E., Laksmono, B. S., Kusumastuti, R., & Safitri, K. A. (2025). Community empowerment utilizing open innovation as a sustainable village-owned enterprise strategy in Indonesia: A systematic literature review. Sustainability, 17(8), 3394.
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia. (2024). Panduan SDGs Desa. Jakarta: Kemendesa PDTT.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. (2023). Pedoman rehabilitasi hutan dan lahan melalui penanaman pohon. Jakarta: KLHK.
Pontoh, R. S., Yang, V. V., Laura, G. Y., Riantika, R. A., Arisanti, R., Winarni, S., & Gumelar, F. (2024). Assessing sustainable development in community welfare and economic resilience to extreme weather in Indonesia. Sustainability, 16(15), 6693.
Septiani, N., & Aeni, C. (2025). Social entrepreneurship as a catalyst for sustainable development: A study on community economic empowerment. Implementasi Manajemen & Kewirausahaan, 5(1).
Surya, B., Suriani, S., Menne, F., et al. (2021). Community empowerment and utilization of renewable energy: Entrepreneurial perspective for community resilience based on sustainable management of slum settlements in Makassar City, Indonesia. Sustainability, 13(6), 3178.
United Nations. (2023). The Sustainable Development Goals Report 2023. New York: United Nations.
Universitas Riau. (2026). Pedoman Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau Tahun 2026. Pekanbaru: Universitas Riau.
Yuliana, D., & Rahmawati, N. (2023). Peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 8(2), 115–126.