Abstract
Ketersediaan kedelai nasional masih belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi, sehingga diperlukan upaya peningkatan produksi melalui pemanfaatan lahan suboptimal seperti lahan sulfat masam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk NPK dan kedalaman muka air tanah serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai pada lahan sulfat masam dengan sistem budidaya jenuh air. Penelitian dilaksanakan di lahan sulfat masam pasang surut tipe C di Golden River Camp, Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, pada Oktober 2025–Januari 2026. Penelitian menggunakan Rancangan Split Blok dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah kedalaman muka air tanah (20, 30, dan 40 cm) sebagai petak utama, dan faktor kedua adalah dosis pupuk NPK (300, 600, dan 900 kg/ha) sebagai anak petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedalaman muka air tanah berpengaruh nyata bobot segar tanaman 8 minggu setelah tanam (MST), jumlah bintil akar total 8 minggu setelah tanam (MST), jumlah bintil akar efektif 8 minggu setelah tanam (MST), volume akar 8 minggu setelah tanam (MST), jumlah polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, jumlah biji per polong, dan berat biji per tanaman. Dosis pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 2 dan 4 minggu setelah tanam (MST), serta berat 100 biji. Interaksi kedua perlakuan berpengaruh nyata terhadap jumlah bintil akar total 5 dan 8 minggu setelah tanam (MST). Kesimpulan pada penelitian ini yaitu perlakuan kedalaman muka air tanah 30 cm memberikan hasil pertumbuhan dan hasil kedelai yang lebih baik dibanding perlakuan kedalaman muka air tanah 20 cm dan 40 cm, sedangkan dosis pupuk NPK 600 kg/ha memberikan pertumbuhan dan hasil kedelai lebih baik dibandingkan dosis pupuk NPK 300 kg/ha dan 900 kg/ha pada lahan sulfat masam dengan budidaya jenuh air. Interaksi dari kedua faktor perlakuan kedalaman muka air tanah dan dosis pupuk NPK memberikan pengaruh yang nyata terhadap variabel jumlah bintil akar total 5 dan 8 MST.References
Badan Pusat Statistik Indonesia, 2024. Analisis Produktivitas Jagung dan Kedelai di Indonesia (Hasil Survei Ubinan) dalam Angka 2024. Jakarta: Badan Pusat Statistik Indonesia.
Ghulamahdi, M., Melati, M., and Sagala, D. 2009. Production of Soybean Varieties Under Saturated Soil Culture on Tidal Swamps. Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy), 37(3), 226-232.
Ningsi, R. F., Pujiwati, H., Handayani, S. 2021. Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine Max L.Merril) Terhadap Penggunaan Pupuk Kotoran Sapi dan Pupuk NPK. Jurnal Ilmu Tanaman, 1(1) 46-58.
Nursanti, I. dan Defitri, Y. 2024. Karakteristik Tanah Sulfat Masam Dan Pengelolaannya Untuk Lahan Pertanian. Jurnal Ilmiah Nusantara, 1(6), 174-185.
Oktariani, P., Suwardi, Widjaja, H., Suryaningtyas, T, D., Putri, A. 2024. Teknologi Remediasi Tanah Terkontaminasi Logam Berat Pada Reklamasi Lahan Bekas Tambang Tembaga. Jurnal Pengelolaan Lingkungan Pertambangan, 1(1), 45-54.
Permanasari, I. Irfan, M dan Abizar. 2014. Pertumbuhan dan hasil kedelai (Glycine max L.) Dengan pemberian rhizobium dan pupuk urea pada media gambut. Jurnal Agroteknologi, 5(1).
Pujiwati, H., Aziz, S. A., Ghulamahdi, M., Yahya, S., & Haridjaja, O. 2016. Produktivitas Tiga Genotipe Kedelai dengan Air Berbeda dan Kedalaman Muka Air pada Berbagai Kondisi Tanah di Pasang Surut. Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy), 44(3), 248-254.
Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian (Pusdatin) Kementerian Pertanian Republik Indonesia. 2023. Analisis Kinerja Perdagangan Kedelai. Jakarta: Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Tambunan, H. A., Basuni, Nurjani. 2025. Pengaruh Komposisi NPK Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Merah Pada Kedalaman Muka Air Berbeda Dengan Sistem Budidaya Jenuh Air di Lahan Pasang Surut Sulfat Masam. Sustainability Nexus Journal. 1(1), 35-42.