AKUR SEBAGAI ARSITEK KEADILAN SPASIAL: FASILITASI KOMUNITAS DALAM MENGHADAPI EKSKLUSI SPASIAL DI PERMUKIMAN INFORMAL JAKARTA
DOI:
https://doi.org/10.2238/qaky4106Keywords:
keadilan spasial; fasilitasi komunitas; permukiman informal; pemetaan partisipatif; Push–Pull–FacilitateAbstract
Penelitian ini mengkaji strategi adaptasi komunitas miskin perkotaan terhadap eksklusi spasial di Jakarta melalui peran AKUR (Architecture Kampung Urbanism), organisasi berbasis komunitas yang memfasilitasi pemetaan partisipatif, advokasi kolektif, dan keterlibatan dalam proses kebijakan. Di tengah krisis perumahan, penggusuran, dan tekanan migrasi yang terus berlangsung, penelitian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan analisis tematik terhadap wawancara mendalam bersama lima fasilitator AKUR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi tidak terjadi secara individual, melainkan melalui fasilitasi kolektif yang membangun literasi spasial, menantang dikotomi formal-informal yang bersifat stigmatis, serta membuka ruang negosiasi bagi komunitas yang terancam penggusuran. Penelitian ini juga menemukan bahwa mekanisme partisipasi publik, seperti revisi RDTR dan Musrenbang, masih cenderung bersifat prosedural dan belum sepenuhnya mengakomodasi aspirasi warga. Secara teoritis, penelitian ini mengembangkan Teori Push-Pull Lee menjadi kerangka Push–Pull–Facilitate dengan menambahkan peran fasilitator komunitas sebagai penghubung antara pengetahuan lokal dan proses kebijakan. Kerangka ini menggeser fokus analisis dari keputusan migrasi individual menuju proses adaptasi kolektif dan perjuangan politik komunitas. Temuan penelitian menegaskan pentingnya fasilitasi komunitas dalam mewujudkan perencanaan partisipatif, keadilan perumahan, dan pengakuan terhadap permukiman informal sebagai bagian yang sah dari kota.References
Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta. (2017). Pendataan RW Kumuh DKI Jakarta 2017. BPS Provinsi DKI Jakarta. https://jakarta.bps.go.id/publication/2017/12/27/ceca588654e6a95644aae652/pendataan-rw-kumuh-dki-jakarta-2017.html
Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta. (2025). Population, population growth rate, percentage distribution of population, population density, and population sex ratio by province/regency/municipality, 2025. https://jakarta.bps.go.id/en/statistics-table/2/MTI0IzI=/3-1-1-penduduk-laju-pertumbuhan-penduduk-
Batubara, B., Guntoro, G., Rachman, N. F., Herlily, H., & Adianto, J. (2024). Land occupation, re-occupation, and housing cooperative: Commune formation by Jakarta's urban poor. Environment and Urbanization Asia, 15(1), 150–170. https://doi.org/10.1177/22779760241226816
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa
Connaway, L. S., & Radford, M. L. (2021). Research methods in library and information science (7th ed.). Libraries Unlimited.
Cushman & Wakefield. (2024). MarketBeat Greater Jakarta landed residential H2 2024. Cushman & Wakefield Research Publication.
Fitri, H., & Sari, A. A. (2025). Exploring the urban greening community in Jakarta's urban kampung: A tactical urbanism perspective. Sustainability, 17(9), 3904. https://doi.org/10.3390/su17093904
Forester, J. (1999). The deliberative practitioner: Encouraging participatory planning processes. MIT Press.
Harvey, D. (2008). The right to the city. New Left Review, 53, 23–40. https://newleftreview.org/issues/ii53/articles/david-harvey-the-right-to-the-city
Irwandi, E., Katoppo, M. L., & Oppusunggu, R. (2024). Riung participatory design model: Empowering sustainable urban kampong regeneration in Indonesia. Journal of Urban Development and Management, 3(4), 235–252.
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. (2019). Data kawasan kumuh DKI Jakarta hasil identifikasi bersama World Bank. Jakarta: ATR/BPN.
Lee, E. S. (1966). A theory of migration. Demography, 3(1), 47–57. https://doi.org/10.2307/2060063
Marcuse, P. (2009). From critical urban theory to the right to the city. City, 13(2-3), 185–197. https://doi.org/10.1080/13604810902982177
Putnam, R. D. (1993). Making democracy work: Civic traditions in modern Italy. Princeton University Press.
Reason, P., & Bradbury, H. (2008). The SAGE handbook of action research: Participative inquiry and practice (2nd ed.). Sage Publications.
Roy, A. (2005). Urban informality: Toward an epistemology of planning. Journal of the American Planning Association, 71(2), 147–158. https://doi.org/10.1080/01944360508976689
Roy, A. (2011). Slumdog cities: Rethinking subaltern urbanism. International Journal of Urban and Regional Research, 35(2), 223–238. https://doi.org/10.1111/j.1468-2427.2011.01051.x
Soja, E. W. (2010). Seeking spatial justice. University of Minnesota Press.
TomTom International BV. (2025). Jakarta traffic report | TomTom Traffic Index. https://www.tomtom.com/traffic-index/city/jakarta
United Nations, Department of Economic and Social Affairs, Population Division. (2025). World Urbanization Prospects 2025: Summary of results. https://www.un.org/en/desa/latest-urbanization-data-reveal-world%E2%80%99s-most-populous-cities

