PRAKTIK KOMUNIKASI PEMASARAN DALAM KOMUNITAS DIGITAL INSTAGRAM : STUDI NETNOGRAFI PADA BRAND @NCC.STYLE
Keywords:
Komunikasi pemasaran, Instagram, netnografi, Computer-Mediated-Communication, @NCC.STYLEAbstract
Perkembangan media sosial telah mengubah praktik komunikasi pemasaran dari komunikasi satu arah menjadi interaksi yang lebih partisipatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik komunikasi pemasaran dalam komunitas digital Instagram pada brand @NCC.STYLE. Penelitian menggunakan paradigma konstruktivisme dengan pendekatan kualitatif dan metode netnografi melalui observasi unggahan, komentar, serta interaksi digital, yang didukung wawancara dengan pengikut akun. Analisis dilakukan menggunakan teori Computer-Mediated Communication (CMC), Consumer Culture Theory (CCT), dan Brand Community. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik komunikasi pemasaran @NCC.STYLE tidak hanya berfungsi sebagai media promosi produk, tetapi juga membangun interaksi, budaya konsumsi, identitas konsumen, dan komunitas digital yang aktif. Temuan memperlihatkan empat kategori utama interaksi, yaitu apresiasi terhadap produk, ketertarikan untuk memiliki produk, interaksi dan percakapan, serta saran dan harapan audiens. Praktik komunikasi yang memanfaatkan konten visual, caption, dan kolom komentar berhasil menciptakan hubungan emosional antara brand dan pengikut sehingga memperkuat loyalitas dan partisipasi komunitas. Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi pemasaran di Instagram merupakan proses sosial yang membangun makna bersama melalui interaksi digital serta berperan dalam pembentukan komunitas merek.References
Aini, F., Rahmah, A., Aeni, N., & Pamulang, U. (2026). Sikap konsumtif sebagai budaya populer dan komunikasi antar budaya dalam platform digital. 1.
Aldin, A., Sofyan, A., & Mulyana, D. (2024). Strategi Komunikasi Pemasaran melalui Media Sosial Instagram dalam Menarik Minat Beli Konsumen. 9–14.
Rizky, N., & Setiawati, S. D. (2020). Jurnal Ilmu Komunikasi PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM HALOA CAFE.
Islam, U., Sultan, N., Kasim, S., Jaidi, F., & Jaidi, F. (2025). khususnya Instagram. Kriteria personal branding dominan yang terlihat meliputi keotentikan, integritas, konsistensi, keistimewaan, visibilitas, dan kinerja. Temuan ini menunjukkan bahwa personal branding yang kuat menjadi kunci keberhasilan. 7(2), 229– 245.
Kangean, S., & Rusdi, F. (n.d.). Analisis Strategi Komunikasi Pemasaran Shopee dalam Persaingan E-Commerce di Indonesia. 280–287.
Kusuma, A. A., Gayatri, G., Rahayu, S., & Hati, H. (2024). Is visual content modality a limiting factor for social. 2024. https://doi.org/10.1057/s41599-023-02529-6
Lisa, H., & Irma, A. (2025). Penggunaan Akun Second Instagram Sebagai Media Ekspresi Diri Remaja Di Era Digital. 2(1), 1–15.
Maharani, P. A., & Yuniati, Y. (2025). Strategi Komunkasi Pemasaran Digital Melalui Penggunaan Instagram sebagai Media Komunikasi Pemasaran. 61–68.
Mulitawati, I. M., & Retnasary, M. (2020). STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN DALAM MEMBANGUN BRAND IMAGE MELALUI SOSIAL MEDIA INSTARGRAM.
Nasih, M., Susanto, O. M., Fanshury, A. R., Hermawan, S., Sidoarjo, U. M., Sidoarjo, U. M., Sidoarjo, U. M., & Sidoarjo, U. M. (2020). INFLUENCER DAN STRATEGI PENJUALAN : STUDI NETNOGRAFI PADA PENGGUNA JASA SELEBGRAM. 4, 135–144.

