PERAN PERKUMPULAN KELUARGA BERENCANA INDONESIA (PKBI) SUMATERA UTARA DALAM EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA MELALUI PROGRAM PENDAMPINGAN CENTRA MITRA REMAJA (CMR) DI KOTA MEDAN

Authors

  • Alesandro Nesta Program Studi Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara Author
  • Berlianti Program Studi Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara Author

Keywords:

kesehatan reproduksi remaja, edukasi sebaya, konseling sebaya, fasilitator, Program CMR, PKBI Sumatera Utara

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Program Centra Mitra Remaja (CMR) PKBI Sumatera Utara dalam edukasi kesehatan reproduksi remaja melalui pendekatan edukasi sebaya, konseling, dan pendampingan remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap fasilitator, pengurus, serta remaja yang terlibat dalam Program CMR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitator memiliki peran penting sebagai edukator, pendamping, konselor sebaya, serta pencipta ruang aman belajar bagi remaja. Pendekatan sebaya yang diterapkan mampu meningkatkan keterbukaan, kepercayaan diri, serta keberanian remaja dalam membahas isu kesehatan reproduksi yang sebelumnya dianggap tabu. Program CMR juga berhasil melibatkan remaja sebagai pendidik sebaya dan agen perubahan sosial yang aktif menyebarkan informasi kesehatan reproduksi kepada lingkungan sekitarnya. Selain itu, metode diskusi kelompok, role play, dan konseling terbukti efektif dalam membantu remaja memahami kesehatan reproduksi secara lebih kritis dan aplikatif. Program ini juga berkontribusi dalam mendorong terbentuknya budaya reproduksi sehat melalui perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja dalam kehidupan sehari-hari. Namun demikian, pelaksanaan program masih menghadapi beberapa kendala, seperti stigma masyarakat, keterbatasan media dan waktu, serta sensitivitas isu kesehatan reproduksi di lingkungan sekolah dan keluarga.

References

Berta, W., Cranley, L., Dearing, J. W., Dogherty, E. J., Squires, J. E., & Estabrooks, C. A. (2015). Why (we think) facilitation works: Insights from organizational learning theory. Implementation Science, 10(141), 1–13.

Creswell, J. W. (2013). Qualitative Inquiry & Research Design: Choosing Among Five Approaches (3rd ed.). SAGE Publications.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (5th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage.

Koebele, E. A. (2018). Integrating collaborative governance theory with the Advocacy Coalition Framework. Journal of Public Policy, 40(1), 50–71.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Notoatmodjo, S. (2012). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.

Putra, M. A. (2023). Permasalahan kesehatan reproduksi remaja di Sumatera Utara.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R& D. Bandung: Alfabeta.

Welch, D., & Yates, L. (2018). The practices of collective action: Practice theory, sustainability transitions and social change. Journal for the Theory of Social Behaviour, 48(3), 288–305.

Zimmerman, M. A. (1995). Psychological empowerment: Issues and illustrations. American Journal of Community Psychology, 23(5), 581–599.

Downloads

Published

2026-10-08