KONSTRUKSI KOMUNIKASI PARTISIPATIF PENGEMBANGAN DESA WISATA (Studi Kasus pada Pemberdayaan Pokdarwis dalam Pengembangan Desa Wisata Lebakmuncang, Ciwidey, Kabupaten Bandung)

Authors

  • Muhamad Raffi Zulfikar Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Bisnis, International Women University Author
  • Fitri Annisa Rachmah Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Bisnis, International Women University Author
  • Affan Neskisyah Ramadhan Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Bisnis, International Women University Author
  • Saiful Hadi Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Bisnis, International Women University Author

Keywords:

komunikasi partisipatif, konstruksi sosial, Pokdarwis, pemberdayaan masyarakat, desa wisata

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengembangan desa wisata, terutama karena keberhasilan pengelolaan potensi lokal tidak hanya bergantung pada daya tarik wisata, tetapi juga pada kemampuan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam membangun komunikasi dengan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi komunikasi partisipatif dalam pengembangan Desa Wisata Lebakmuncang, Ciwidey, Kabupaten Bandung melalui proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, metode studi kasus, dan paradigma konstruktivisme. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap sepuluh informan yang terdiri atas pengurus Pokdarwis, pelaku UMKM, pengelola homestay, perangkat desa, serta pihak luar yang terlibat dalam kegiatan desa wisata. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap eksternalisasi, Pokdarwis menyampaikan pesan mengenai kesejahteraan, gotong royong, pemberdayaan, transparansi, dan kepedulian lingkungan melalui musyawarah, WhatsApp, komunikasi langsung, pendekatan kepada tokoh masyarakat, dan pendampingan. Pada tahap objektivasi, gagasan partisipatif berkembang menjadi pola perencanaan melalui rapat pengurus, pemeriksaan kesiapan lapangan, koordinasi, pembagian peran, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Pada tahap internalisasi, pengalaman mengelola desa wisata membentuk pemahaman pengurus mengenai partisipasi, tanggung jawab, musyawarah, penyesuaian komunikasi, regenerasi, serta kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Berdasarkan Teori Konstruksi Sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann, komunikasi partisipatif di Desa Wisata Lebakmuncang terbentuk melalui hubungan antara gagasan, pola kerja, dan pengalaman para pelaku, meskipun tingkat keterlibatan masyarakat belum berlangsung secara merata.

References

Andrianto, R. H., & Damayanti, M. (2018). Pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan desa wisata, studi kasus: Desa Wisata Pentingsari, DIY. Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota), 7(4), 242–250. https://doi.org/10.14710/tpwk.2018.22249

Andriyanto, F., & Wihayati, A. (2021). Peran Pokdarwis Dewa Bejo dalam pemberdayaan masyarakat Desa Wisata Bejiharjo. J-3P (Jurnal Pembangunan Pemberdayaan Pemerintahan), 6(2), 115–131. https://doi.org/10.33701/j-3p.v6i2.1794

Berger, P. L., & Luckmann, T. (1966). The social construction of reality: A treatise in the sociology of knowledge. Doubleday.

Chitnis, K. (2005). The duality of development: Recasting participatory communication for development using structuration theory. Investigación & Desarrollo, 13(2), 228–249. https://rcientificas.uninorte.edu.co/index.php/investigacion/article/view/997

Dewi, M. H. U. (2013). Pengembangan desa wisata berbasis partisipasi masyarakat lokal di Desa Wisata Jatiluwih Tabanan, Bali. Jurnal Kawistara, 3(2), 129–139. https://doi.org/10.22146/kawistara.3976

Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan. (2021). Keputusan Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Nomor 1134/F5/KB.02.04/2021 tentang Penetapan Desa Pemajuan Budaya. Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Ebneyamini, S., & Sadeghi Moghadam, M. R. (2018). Toward developing a framework for conducting case study research. International Journal of Qualitative Methods, 17(1), 1–11. https://doi.org/10.1177/1609406918817954

Firdausi, H. A. N., Juwita, R., & Boer, K. M. (2024). Komunikasi partisipatif Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) terkait program ekowisata di Kelurahan Bontang Baru Kota Bontang. Jurnal Indonesia: Manajemen Informatika dan Komunikasi, 5(1), 163–182. https://doi.org/10.35870/jimik.v5i1.439

Fraser, C., & Restrepo-Estrada, S. (1998). Communicating for development: Human change for survival. I.B. Tauris.

Hasanah, H. (2016). Teknik-teknik observasi: Sebuah alternatif metode pengumpulan data kualitatif ilmu-ilmu sosial. At-Taqaddum, 8(1), 21–46. https://doi.org/10.21580/at.v8i1.1163

Hasibuan, P. R., & Ridwan, M. (2024). Peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan Desa Wisata Punden Rejo Kabupaten Deli Serdang. Innovative: Journal of Social Science Research, 4(6), 3111–3117. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i6.16507

Herdiana, D. (2019). Peran masyarakat dalam pengembangan desa wisata berbasis masyarakat. Jurnal Master Pariwisata (JUMPA), 6(1), 63–86. https://doi.org/10.24843/JUMPA.2019.v06.i01.p04

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. (2012). Pedoman kelompok sadar wisata. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

KlikHijau. (2021). 7 kendala pengembangan desa wisata yang harus diurai. KlikHijau. https://klikhijau.com/7-kendala-pengembangan-desa-wisata-yang-harus-diurai/

Kristiyani, D. N., & Satiani, L. N. (2025). Pokdarwis communication strategy in building community involvement for Randuacir educational tourism management based on local potential. Jurnal Signal, 13(2), 176–191. https://doi.org/10.33603/signal.v13i2.9769

Marcelina, A., & Purnaningsih, N. (2018). Tingkat partisipasi masyarakat dalam pengembangan Desa Wisata Lebakmuncang (Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat). IPB University.

Merriam, S. B. (1998). Qualitative research and case study applications in education. Jossey-Bass.

Murphy, P. E. (1985). Tourism: A community approach. Methuen.

Nasution, A. F. (2023). Metode penelitian kualitatif. Harfa Creative.

Nugroho, I., Pramukanto, F. H., Negara, P. D., Purnomowati, W., & Wulandari, W. (2016). Promoting the rural development through the ecotourism activities in Indonesia. American Journal of Tourism Management, 5(1), 9–18. https://doi.org/10.5923/j.tourism.20160501.02

Downloads

Published

2026-10-06