PERAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DALAM PEMBENTUKAN CITRA DIRI REMAJA KELURAHAN KWITANG JAKARTA PUSAT

Authors

  • Riki Yudistira Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Bahasa, Universitas Bina Sarana Informatika, Jakarta Author
  • Arina Muntazah Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Bahasa, Universitas Bina Sarana Informatika, Jakarta Author
  • M. Ismail Alif Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Bahasa, Universitas Bina Sarana Informatika, Jakarta Author

Keywords:

Media Sosial, Instagram, Citra Diri, Remaja, Teori Interaksi Simbolik, Kelurahan Kwitang

Abstract

Perkembangan penggunaan media sosial di Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat pesat, khususnya platform Instagram yang kini menjadi ruang interaksi sosial utama bagi kalangan remaja. Bagi remaja Kelurahan Kwitang, Jakarta Pusat yang tumbuh di tengah pertemuan antara nilai budaya lokal dan arus informasi modern, Instagram tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, melainkan juga wadah penting dalam proses pencarian identitas dan pembentukan citra diri. Penelitian ini berfokus pada peran media sosial Instagram dalam pembentukan citra diri remaja, dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana proses pembentukan citra diri berlangsung melalui interaksi, simbol, dan makna yang dikembangkan di platform tersebut, serta pengaruhnya terhadap pandangan remaja terhadap diri sendiri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam, pengamatan konten unggahan, serta studi dokumen. Analisis data menggunakan Teori Interaksi Simbolik yang menekankan bahwa citra diri terbentuk melalui pertukaran simbol dan penafsiran makna dalam interaksi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja Kelurahan Kwitang secara aktif membangun citra diri melalui pemilihan simbol visual, gaya penyampaian, serta penyesuaian dengan makna yang disepakati lingkungan. Tanggapan dan persepsi terhadap penilaian orang lain di Instagram berperan sebagai cermin sosial yang menjadi acuan utama dalam menilai nilai diri. Selain itu, remaja juga menyesuaikan citra yang terbentuk di ruang daring dengan nilai-nilai kesederhanaan dan kebersamaan yang berlaku di lingkungan Kelurahan Kwitang. Instagram berperan penting sebagai ruang ekspresi sekaligus sarana validasi sosial yang membentuk persepsi remaja terhadap identitas dirinya di era digital.

References

Aaker, D. A. (1992). The value of brand equity. Journal of Business Strategy, 13(4), 27–32.

Al Imran, R. (2025). Implementasi Strategi Influencer Marketing Untuk Meningkatkan Brand Awareness pada Produk Indibiz di PT. Telkom Witel Yogyakarta.

Chaffey, D., & Ellis-Chadwick, F. (2019). Digital marketing. Pearson uk.

Kripdayanti, A., & Fuad, M. S. (2025). Strategi Influencer Marketing Dalam Meningkatkan Brand Awareness Pelindung Kendaraan PT CoverSuper Indonesia Global. INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research, 5(1), 182–194.

Leung, F. F., Gu, F. F., & Palmatier, R. W. (2022). Online Influencer marketing. Journal of the Academy of Marketing Science, 50(2), 226–251.

Lou, C., & Yuan, S. (2019). Influencer Marketing: How Message Value and Credibility Affect Consumer Trust of Branded Content on Social Media. Journal of Interactive Advertising, 19(1), 58–73. https://doi.org/10.1080/15252019.2018.1533501

Ohanian, R. (1990). Construction and validation of a scale to measure celebrity endorsers’ perceived expertise, trustworthiness, and attractiveness. Journal of Advertising, 19(3), 39–52.

Syanana, M. F. A. (2025). Pengaruh Influencer YouTube dan Instagram terhadap Minat Beli Konsumen Produk Eiger.

Yusnia, Y., & Sarwindah, S. (2025). ANALISIS STRATEGI PEMASARAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DALAM MENINGKATKAN BRAND AWARENESS KOPI AYANI DI KOTA PANGKALPINANG. Media Bina Ilmiah, 20(2), 7071–7178.

Downloads

Published

2026-10-05