ANALISIS RETORIKA NARASI HOROR KHW DI YOUTUBE NADIA OMARA EPISODE “KACANG HIJAU – PART 329” (STUDI PERSEPSI DI KANTOR OPTIK EYE GLASSES)
Keywords:
Retorika Aristoteles, Retorika Aristoteles, ethos, ethos, pathos, pathos, logos, logos, persepsi audiens, persepsi audiens, YouTube, YouTube, Nadia Omara., Nadia Omara.Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan retorika dalam narasi horor Kisah Horor Wawak (KHW) episode “Kacang Hijau – Part 329” di kanal YouTube Nadia Omara serta mengetahui persepsi karyawan Kantor Optik Eye Glasses terhadap penggunaan retorika tersebut. Penelitian menggunakan paradigma kritis dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi terhadap video, dokumentasi, studi pustaka, dan wawancara mendalam terhadap lima karyawan yang dipilih secara purposive berdasarkan pengalaman mereka sebagai penonton konten Nadia Omara. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis menggunakan teori retorika Aristoteles yang mencakup ethos, pathos, dan logos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ethos dibangun melalui gaya penyampaian yang jelas, tenang, detail, runtut, dan tidak berlebihan sehingga dipersepsikan meyakinkan. Pathos muncul melalui pengaturan tempo, intonasi, konflik, dan suasana yang menimbulkan ketegangan, rasa merinding, penasaran, fokus, serta keterlibatan emosional. Logos terlihat melalui penyusunan kronologi dan hubungan antarperistiwa yang teratur sehingga alur mudah dipahami. Secara keseluruhan, kelima informan memberikan persepsi yang cenderung positif dan menilai ketiga unsur retorika saling mendukung dalam mempertahankan perhatian serta keterlibatan selama menonton. Penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas narasi horor tidak hanya bergantung pada isi cerita, tetapi juga pada cara komunikator membangun kredibilitas, emosi, dan struktur logis dalam penyampaian pesan.References
Aristoteles. (2018). Retorika Seni Berbicara. Basabasi.
Aristotle. (2017). Rhetoric. Oxford University Press.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design. Sage.
Fairclough, N. (2017). Discourse and Social Change. Polity Press.
Herrick, J. A. (2022). The History and Theory of Rhetoric: An Introduction. Routledge.
J. Moleong, L. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
Junawan, H., & Laugu, N. (2020). Eksistensi media sosial, YouTube, Instagram dan WhatsApp di tengah pandemi Covid-19 di kalangan masyarakat virtual Indonesia. Baitul’Ulum: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 41–57.
Kriyantono, R. (2017). Teknik Praktis. Kencana Prenada Media Group.
Kusumastuti, A., & Khoiron, A. M. (2019). Metode Penelitian Kualitatif. Lembaga Pendidikan Sukarno Pressindo (LPSP).
Nareswari, K. R. A., Muhajir, & Andrian, S. N. (2026). Retorika storytelling horor dalam video “Bayangan Pulang” channel YouTube Nadia Omara.
Nurani, D. C., & Rahmadiva, L. A. (2025). Analisis personal branding: Kesuksesan pembawaan cerita Kisah Horor Wawak Nadia Omara di YouTube. Mukasi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 4(3), 1055–1069.
Rafif, & Haidar, R. (2025). Analisis retorika persuasif Aristoteles pada konten “Borong Bitcoin” di channel YouTube Timothy Ronald dalam mempersuasi publik.
Sari, R., & Pratiwi, D. (2020). Dampak psikologis konten horor YouTube. Jurnal Komunikasi Indonesia, 9(2), 145–162.
Social, W. A. (2024). Digital 2024: Indonesia Report.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Bisnis. Alfabeta.
Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R& D. Alfabeta.
Vera, N. (2017). Massa, Pengantar Komunikasi. Renata Pratama Media.

