GAYA KOMUNIKASI PENYIAR DALAM MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI RADIO DI ERA DIGITAL (Studi Kasus Pada Program “New Geng Pagi MGTRADIO” 101.1 FM Bandung)
Keywords:
Gaya Komunikasi, Penyiar Radio, Teori Akomodasi Komunikasi, Konvergensi, Eksistensi RadioAbstract
Perkembangan media digital mendorong radio untuk terus beradaptasi agar tetap mempertahankan eksistensinya, salah satunya melalui penerapan gaya komunikasi penyiar dalam membangun kedekatan dengan pendengar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan gaya komunikasi penyiar program “New Geng Pagi MGTRADIO” 101.1 FM Bandung, bentuk penyesuaian gaya komunikasi penyiar terhadap karakteristik dan kebutuhan pendengar, serta peran gaya komunikasi penyiar dalam mempertahankan eksistensi radio di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap penyiar, produser, dan pendengar program “New Geng Pagi MGTRADIO”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya komunikasi penyiar didominasi oleh Relaxed Style, Friendly Style, dan Attentive Style, sehingga mampu menciptakan komunikasi dua arah dengan pendengar. Penyiar juga melakukan penyesuaian komunikasi melalui pemilihan topik yang relevan, penggunaan bahasa yang sesuai dengan karakteristik pendengar, penyesuaian intonasi, mengikuti perkembangan tren, serta memberikan ruang partisipasi kepada pendengar. Selain itu, gaya komunikasi penyiar yang didukung oleh pemanfaatan media digital seperti Instagram, WhatsApp, dan TikTok mampu membangun kedekatan, meningkatkan keterlibatan pendengar, serta mendukung eksistensi program “New Geng Pagi MGTRADIO” di era digital. Berdasarkan Teori Akomodasi Komunikasi Howard Giles, penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk akomodasi komunikasi yang dominan adalah aspek konvergensi, yang terlihat dari penyesuaian bahasa, intonasi, dan interaksi dengan pendengar. Penelitian ini juga menemukan aspek divergensi, yang ditunjukkan melalui upaya penyiar mempertahankan identitas komunikasi, profesionalisme, dan kredibilitas informasi dalam proses penyiaran.References
Anisah, A. (2025). Tantangan Komunikasi Penyiar Radio Republik Indonesia (RRI) Medan Dalam Adaptasi Teknologi Siaran Digital. Jurnal Dakwah Dan Komunikasi.
Febriyanty, F., & Oktavini, F. (2021). Gaya Komunikasi Penyiar Dalam Mempertahankan Eksistensi Radio. Jurnal Ilmu Komunikasi UHO.
Hayati, K., & Ariestanty, C. (2023). Konstruksi Pendengar Radio pada Masyarakat Indonesia (Studi Kasus pada Aplikasi Noice).
Kalalo, G., Deisy, W., & Edmon, R. K. (2022). Eksistensi Radio Trivana Fm Dalam Memberikan Informasi Pada Masyarakat Langowan Kabupaten Minahasa. ACTA DIURNA KOMUNIKASI, 4(1).
Kurniawati, T. (2023). Gaya Komunikasi Penyiar Radio Songgolangit Fm Untuk Menarik Minat Pendengar Live Streaming Pada Program Sendu (Senandung Rindu). INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONOROGO.
Lubis, R. B. (2024). Survei GoodStats: Radio Masih Punya Ruang di Hati Anak Muda Indonesia. Goodstats.Id.
Norton, R. (1983). Communicator style: Theory, Applications, and Measures. Sage Publication.
Nurhasanah, & Supriadi. (2026). Strategi Komunikasi Penyiar Radio Prima FM 95.8 Dalam Menarik Minat Pendengar Melalui Program Harian.
Sugiyono. (2023). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R& D. Alfabeta.
West, R., & Turner, L. H. (2017). Pengantar Teori Komunikasi: Analisis dan Aplikasi. Salemba Humanika.

