WARISAN BUDAYA MELAYU SEBAGAI INSTRUMEN PARADIPLOMASI KOTA TANJUNGPINANG MELALUI KESENIAN MAK YONG

Authors

  • Nabila Safitri Program Studi Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Maritim Raja Ali Haji Author
  • Sukmawati Program Studi Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Maritim Raja Ali Haji Author
  • Rizky Aldi Pratama Program Studi Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Maritim Raja Ali Haji Author

Keywords:

Paradiplomasi, Warisan Budaya Melayu, Mak Yong, Kota Tanjungpinang, Diplomasi Budaya

Abstract

Warisan budaya lokal tidak hanya berfungsi sebagai identitas masyarakat, tetapi juga dapat menjadi sumber daya dalam hubungan eksternal pemerintah daerah. Salah satu warisan budaya Melayu yang berkembang di Kepulauan Riau adalah kesenian Mak Yong. Penelitian terdahulu mengenai Mak Yong lebih banyak membahas aspek pelestarian, identitas budaya, seni pertunjukan, dan proses traditionalisation, sementara pemanfaatannya dalam perspektif hubungan internasional, khususnya paradiplomasi daerah, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis warisan budaya Melayu melalui kesenian Mak Yong sebagai instrumen paradiplomasi Kota Tanjungpinang. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui dokumentasi dan penelusuran sumber terkait kegiatan Mak Yong serta keterlibatan aktor kebudayaan dan pemerintah daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mak Yong memiliki nilai sebagai representasi identitas budaya Melayu dan dapat menjadi ruang interaksi lintas negara melalui kegiatan kebudayaan yang melibatkan aktor dari Indonesia dan Malaysia. Temuan tersebut menunjukkan adanya dimensi eksternal dalam pengembangan Mak Yong, terutama melalui pertukaran pengetahuan dan interaksi budaya. Namun, kegiatan kebudayaan tidak secara otomatis dapat dikategorikan sebagai praktik paradiplomasi karena perlu dilihat keterlibatan pemerintah daerah, tujuan hubungan eksternal, bentuk interaksi, dan keberlanjutannya. Penelitian menyimpulkan bahwa Mak Yong dapat menjadi instrumen pendukung paradiplomasi Kota Tanjungpinang dengan memanfaatkan identitas budaya Melayu untuk memperkenalkan daerah dan membuka ruang hubungan budaya dengan aktor dari luar negeri.

References

Akil, S. A., & Kusumawardhana, I. (2021). Diplomasi budaya pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam Festival Banjar 2018–2019. Wacana: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 20(1), 1–13. https://doi.org/10.32509/wacana.v20i1.1280

Darmawan, A. (2024). Erecting the submerged tree trunk: Mak Yong theatre and practices of traditionalisation in the Riau Islands, Indonesia. Indonesia and the Malay World, 52(152), 4–28. https://doi.org/10.1080/13639811.2024.2294612

Intentilia, A. A. M. (2024). Identifying cultural diplomacy and sustainable development in sister province cooperation of Bali, Indonesia. Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies), 14(2), 373–400. https://doi.org/10.24843/JKB.2024.v14.i02.p04

Intentilia, A. A. M., & Putra, A. A. B. N. A. S. (2021). From local to global: Examining sister city cooperation as paradiplomacy practice in Denpasar City, Bali, Indonesia. Jurnal Bina Praja, 13(2), 357–367. https://doi.org/10.21787/jbp.13.2021.357-367

Maksum, A., & Surwandono. (2018). The dynamics of paradiplomacy practices in the 'frontier' areas in Indonesia. JAS (Journal of ASEAN Studies), 6(2), 137–154. https://doi.org/10.21512/jas.v6i2.5160

Meilina, M., Shulha, A. A., Meina, M., & Wibowo, D. E. (2022). Studi perspektif antropologi gaya tari MakYong muda di Sanggar Ledang Balai Tanjung Pinang. Indonesian Journal of Performing Arts Education, 2(2).

Nye, J. S., Jr. (2004). Soft power: The means to success in world politics. PublicAffairs.

Rosadi, R. R. (2026). Cultural and religious branding as soft power resources: Paradiplomacy in West Java, Indonesia. Jurnal Bina Praja, 18(2), 405–416. https://doi.org/10.21787/jbp.18.2026.3283

Surwandono, S., & Maksum, A. (2020). The architecture of paradiplomacy regime in Indonesia: A content analysis. Global: Jurnal Politik Internasional, 22(1), 77–99. https://doi.org/10.7454/global.v22i1.443

Syuryansyah, S., Yunazwardi, M. I., & Nihayati, A. (2025). A systematic literature review on Indonesian paradiplomacy (2018–2024). Journal of Islamic World and Politics, 9(2). https://doi.org/10.18196/jiwp.v9i2.188

UNESCO. (2008). Mak Yong theatre. Intangible Cultural Heritage. https://ich.unesco.org/en/RL/00167

Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau. (2025, September 23). BPMP Kepri dukung eksistensi Mak Yong sebagai warisan budaya takbenda UNESCO. https://bpmpkepri.kemendikdasmen.go.id/berita/bpmp-kepri-dukung-ekstensi-mak-yong-sebagai-warisan-budaya-takbenda-unesco

Downloads

Published

2026-09-28