MAKNA KEPERCAYAAN DAN MANAJEMEN KONFLIK DALAM HUBUNGAN ROMANTIS PADA DEWASA AWAL DENGAN LATAR BELAKANG ORANG TUA BERCERAI

Authors

  • Tasya Apriyani Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Bisnis, International Women University Author
  • Affan Neskisyah Ramadhan Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Bisnis, International Women University Author
  • Evie Sophia Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Bisnis, International Women University Author
  • Fitri Annisa Rachmah Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Bisnis, International Women University Author

Keywords:

kepercayaan, manajemen konflik, hubungan romantis, dewasa awal, perceraian orang tua, fenomenologi

Abstract

Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz ini bertujuan mengeksplorasi pemaknaan kepercayaan (trust) dan bentuk manajemen konflik dalam hubungan romantis pada individu dewasa awal (emerging adulthood) yang memiliki latar belakang orang tua bercerai. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap empat informan utama berusia 18–25 tahun di Desa Rancaekek Kulon, serta dianalisis menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) untuk membedah because-of motive dan in-order-to motive para informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan dimaknai sebagai fondasi utama dan bentuk perlindungan emosional, di mana trauma perceraian orang tua (because-of motive) memicu trust issues sekaligus mendorong keinginan kuat untuk membangun komitmen yang kokoh. Dalam manajemen konflik, informan mengadopsi komunikasi kompromis, diskusi terbuka, dan regulasi emosi sebagai in-order-to motive untuk melampaui pola komunikasi destruktif yang pernah mereka saksikan pada orang tua di masa lalu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa trauma perceraian orang tua tidak selalu berujung pada kegagalan relasional, melainkan dapat ditransformasikan menjadi kesadaran reflektif dalam mengelola hubungan romantis secara lebih dewasa. Implikasi dari penelitian ini memberikan kontribusi teoritis bagi pengembangan kajian komunikasi interpersonal kualitatif, serta menjadi acuan praktis bagi pasangan dewasa awal dan konselor relasi dalam memahami dinamika komunikasi pada keluarga dengan latar belakang perceraian.

References

Abdussamad, Z. (2021). Metode Penelitian KUALITATIF. Makassar: Syakir Media Press.

Dwiyanto, A. (2011). Mengembalikan kepercayaan publik melalui reformasi birokrasi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Eovriza Luluk Zakia, I. W. (2023). Collaborative Governance dalam Mewujudkan Desa. TRILOGI: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Eksakta, 3, 1-11.

Farazmand, A. (2004). 'Sound Governance in the Age of Globalization: A Conceptual Framework', in Ali Farzmand, ed., Sound Governance: Policy and Administrative Innovation. Wesport: Preager.

Gash, C. A. (2008). Collaborative Governance in Theory and Practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543-571.

Gibson, R. (2011). A Primer on Collaborative Multi-Level Governance. In Canadian Regional Development: A Critical Review of Theory, Practice, and Potentials, 1-11.

Jo Ann, G. E. (2001). Theories of Governance and New Public Management: Links to Understanding Welfare Policy Implementation. Igrass 2001, 1, 1-5.

M. Rosyid Ridla, B. M. (2016). ANALISIS SOUND GOVERNANCE SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN DAYA SAING PERGURUAN TINGGI ISLAM (Studi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga). Jurnal Manajemen Dakwah, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, 213-229.

Maulana, A. (2023). AKSELERASI PEMERINTAH DAERAH MENUJU AGILE GOVERNANCE (Studi di Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Pemerintah Kabupaten Banyuwangi). Jember: Disertasi, Universitas Jember.

Mukhtar Tompo, M. M. (2021). Penerapan Prinsip-Prinsip Good Governance Dalam Pelayanan Publik Di Rsud Lanto Daeng Pasewang Kabupaten Jeneponto. JPPM: Journal of Public Policy and Management, 3(1), 43-52.

Nasution, A. F. (2023). METODE PENELITIAN KUALTATIF. Bandung: Harfa Creative.

Retno Sunu Astuti, H. W. (2020). Collaborative Governance Dalam Perspektif Administrasi Publik. Semarang: Universitas Diponegoro Press.

Wahyuningsih, I. S. (2021). PERAN EKONOMI KREATIF DALAM PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT DI DESA WISATA ROTAN TRANGSAN, GATAK, KABUPATEN SUKOHARJO. Global Financial Accounting Journal, 5, 1-5.

Wicaksono, I. (2021). INTEGRATION OF DEVELOPMENT PROGRAMS BASED ON COLLABORATIVE GOVERNANCE ON REGIONAL VILLAGE. Jurnal Politico, 21(1), 53-66.

Zulkarnain, A. &. (2014, April 15). Komitmen Terhadap Organisasi Ditinjau Dari Kesejahteraan Psikologis Pekerja. INSAN, 54-62.

Cao, S., Hua, R., Lin, S., Shi, Y., & Shao, Z. (2024). The impact of parental interactions on young people's perspectives of romantic relationship. Proceedings of the 2nd International Conference on Global Politics and Socio-Humanities, 24, 30–37. https://doi.org/10.54254/2753-7048/2024.24805

Colombo, C. C., Confalonieri, E., & Cucci, G. (2024). The dimensions of uncertainty and ambiguity in adolescents and young adults' romantic relationships: A systematic review. Maltrattamento e Abuso all'Infanzia, (2), 11–24. https://doi.org/10.3280/MAL2024-002002

Delicia, C. A., & Hasanat, N. U. (2022). Understanding the meaning-making of romantic relationships among emerging adults after parental divorce. Jurnal Psikologi, 49(2), 195–209. https://doi.org/10.22146/jpsi.73571

Fadli, M. R. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. Humanika, 21(1), 33–54.

Graziano, F., Mastrokoukou, S., Cattelino, E., Rollè, L., & Calandri, E. (2024). Conflict and intimacy in emerging adults’ romantic relationships and depressive symptoms: The mediating role of identity and couple satisfaction. Behavioral Sciences, 14(11), 977. https://doi.org/10.3390/bs14110977

Downloads

Published

2026-09-23