PERAN ORGANISASI INTERNAL DALAM KEPEMIMPINAN MAHASISWA (STUDI DI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO)

Authors

  • Yosua Jhonatan Sondakh Jurusan Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sam Ratulangi Manado Author
  • Donald K. Monintja Jurusan Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sam Ratulangi Manado Author
  • Jhonly R. Pangemanan Jurusan Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sam Ratulangi Manado Author

Keywords:

Organisasi internal, kepemimpinan mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa, kepemimpinan transformasional

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran organisasi internal dalam membentuk kepemimpinan mahasiswa di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sam Ratulangi Manado. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya organisasi kemahasiswaan sebagai wadah pengembangan kemampuan kepemimpinan, pembentukan karakter, serta peningkatan keterampilan sosial mahasiswa dalam menghadapi tantangan akademik maupun kehidupan bermasyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Informan penelitian terdiri atas Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Sekretaris BEM, pengurus BEM, serta mahasiswa aktif di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sam Ratulangi. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa organisasi internal, khususnya Badan Eksekutif Mahasiswa FISIP Universitas Sam Ratulangi, memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk kepemimpinan mahasiswa. Peran tersebut diwujudkan melalui pengembangan kepemimpinan transformasional, kemampuan pengambilan keputusan, keterampilan komunikasi, kemampuan perencanaan organisasi, serta kemampuan pemecahan masalah. Selain itu, organisasi internal berperan sebagai media internalisasi nilai-nilai karakter seperti tanggung jawab, integritas, kerja sama, kepedulian sosial, dan kemampuan berpikir kritis. Faktor pendukung pembentukan kepemimpinan meliputi lingkungan kampus yang kondusif, penerapan kepemimpinan transformasional, visi dan misi organisasi yang jelas, serta mekanisme penyelesaian masalah yang sistematis. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu akibat tuntutan akademik, partisipasi anggota yang belum merata, dinamika internal organisasi, serta masih rendahnya minat sebagian mahasiswa untuk berorganisasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa organisasi internal merupakan sarana yang efektif dalam membentuk kepemimpinan mahasiswa yang adaptif, bertanggung jawab, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan di lingkungan akademik maupun kehidupan bermasyarakat.

References

Bass, B. M., & Avolio, B. J. (1994). Improving organizational effectiveness through transformational leadership. Sage Publications.

Hadijaya. (2015). Manajemen organisasi kemahasiswaan di perguruan tinggi. Perdana Publishing.

Hartono, & Fitri. (2021). Pengaruh aktivitas organisasi terhadap pembentukan karakter kepemimpinan mahasiswa. Jurnal Pendidikan Karakter.

Iqbal, & Pratiwi. (2022). Peran organisasi mahasiswa dalam mengembangkan kepemimpinan dan kepedulian sosial. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan.

Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Prentice Hall.

Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.

Moleong, L. J. (2007). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Northouse, P. G. (2016). Leadership: Theory and practice (7th ed.). Sage Publications.

Pari, & Andriansyah. (2022). Pengembangan kepemimpinan strategis mahasiswa melalui organisasi kampus. Jurnal Kepemimpinan Pendidikan.

Sari, & Kurniawan. (2020). Kontribusi aktivitas organisasi terhadap peningkatan kompetensi leadership dan manajerial mahasiswa.

Sirait, A. J., & Siahaan, C. (2020). Peran organisasi dalam pembentukan karakter mahasiswa. Action Research Literate.

Simon, H. A. (1957). Administrative behavior (2nd ed.). Macmillan.

Spradley, J. P. (1980). Participant observation. Holt, Rinehart and Winston.

Sugiyono. (2013). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R& D. Alfabeta.

Sutama. (2016). Metode penelitian pendidikan kuantitatif, kualitatif, PTK, dan R& D. Fairuz Media.

Downloads

Published

2026-09-22