PEMAKNAAN GAYA HIDUP SEBAGAI SIMBOL IDENTITAS PADA PEKERJA REMAJA DI KABUPATEN PACITAN
Keywords:
Gaya Hidup, Perilaku Konsumtif, Pekerja Remaja, Simbol Identitas, Interaksionisme SimbolikAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemaknaan gaya hidup sebagai simbol identitas serta kaitannya dengan perilaku konsumtif pada pekerja remaja di Kabupaten Pacitan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pekerja remaja sebagai informan penelitian, kemudian dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis penelitian menggunakan perspektif interaksionisme simbolik Herbert Blumer yang menekankan bahwa tindakan individu didasarkan pada makna yang terbentuk melalui interaksi sosial dan proses interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup pekerja remaja terbentuk melalui interaksi dengan teman sebaya, keluarga, lingkungan kerja, dan media sosial. Barang bermerek, tren fesyen, serta aktivitas konsumsi dapat menjadi simbol identitas dan status sosial, tetapi makna tersebut tidak selalu diwujudkan dalam perilaku konsumtif. Pengalaman memperoleh penghasilan sendiri membuat informan lebih mempertimbangkan kebutuhan, manfaat, kemampuan ekonomi, dan tujuan keuangan sebelum melakukan pembelian. Dengan demikian, keinginan konsumtif yang muncul akibat pengaruh lingkungan sosial dan media digital tidak secara otomatis menghasilkan perilaku konsumtif. Pekerja remaja melakukan proses interpretasi terhadap simbol-simbol konsumsi sebelum menentukan keputusan pembelian.References
Abdullah, M. N. F., & Suja’i, I. S. (2022). Pengaruh Gaya Hidup Dan Media Sosial Terhadap Perilaku Konsumtif. Jurnal Pendidikan DEWANTARA: Media Komunikasi, Kreasi Dan Inovasi Ilmiah Pendidikan, 8(2), 72–84. https://doi.org/10.55933/jpd.v8i2.402
Blumer, H. (1969). Symbolic Interactionism: Perspective and Method. Prentice-Hall.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Fahmi, R. T., & Sutopo, O. R. (2021). DINAMIKA PEKERJA MUDA OUTSOURCING: KEGEMBIRAAN DAN KERENTANAN MENUJU RISIKO MASA DEPAN. 01(June), 37–46.
Gede, I. D., Adi, S., & Warastuti, D. (2023). Dampak Penggunaan Media Sosial terhadap Perilaku Konsumtif dan Persepsi Diri Remaja di Jakarta : Studi Mengenai Interaksi Online , Pengaruh Endorsement , dan Dampak Psikologis. 1(05).
Khansa, S. D., & Putri, K. Y. S. (2022). Pengaruh Sosial Media Tiktok Terhadap Gaya Hidup Remaja. Ekspresi Dan Persepsi : Jurnal Ilmu Komunikasi , 5(1), 133–141. https://doi.org/10.33822/jep.v5i1.3939
Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing Management (15th ed.). Pearson.
Lina, & Rosyid, H. F. (1997). Perilaku Konsumtif Berdasarkan Locus of Control pada Remaja Putri. Jurnal Psikologika.
Nazarudin, H., & Widiastuti, T. (2022). Gaya Hidup Hedonisme dan Perilaku Konsumtif Remaja Putri Kota Kupang. Jurnal Ilmiah Aset, 24(1), 29–35. https://doi.org/10.37470/1.24.1.198
Sumartono. (2002). Terperangkap dalam Iklan: Meneropong Imbas Pesan Iklan Televisi. Alfabeta.

