Pembinaan Olahraga Penyandang Disabilitas di National Paralympic Committee (NPC) Kabupaten Hulu Sungai Utara

Authors

  • Fauzan Muzakir Program Studi Magister Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Lambung Mangkurat Author
  • M. Nur Iman Ridwan Program Studi Magister Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Lambung Mangkurat Author

Keywords:

Pembinaan Olahraga, Penyandang Disabilitas, National Paralympic Committee (NPC)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembinaan olahraga penyandang disabilitas di National Paralympic Committee (NPC) Kabupaten Hulu Sungai Utara serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif dan mengacu pada teori pembinaan olahraga prestasi yang meliputi tahapan pemassalan, pembibitan, dan pembinaan prestasi. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan Ketua NPC Kabupaten Hulu Sungai Utara, pelatih, atlet penyandang disabilitas, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Hulu Sungai Utara, serta pihak terkait lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan olahraga penyandang disabilitas di NPC Kabupaten Hulu Sungai Utara telah dilaksanakan melalui tahapan pemassalan, pembibitan, dan pembinaan prestasi. Pada tahap pemassalan, kegiatan sosialisasi olahraga disabilitas telah dilakukan, namun belum menjangkau penyandang disabilitas secara luas. Pada tahap pembibitan, proses penjaringan dan identifikasi kemampuan calon atlet telah berjalan, tetapi belum dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan sehingga regenerasi atlet masih perlu diperkuat. Pada tahap pembinaan prestasi, program latihan telah dilaksanakan secara rutin dan atlet mengikuti berbagai kejuaraan, namun masih menghadapi keterbatasan pelatih, sarana dan prasarana, serta dinamika kepengurusan yang memerlukan penyesuaian dalam pelaksanaan pembinaan. Data dokumentasi menunjukkan adanya perbedaan capaian medali, yaitu 154 medali pada Peparprov Kalimantan Selatan IV Tahun 2022 dan 90 medali pada Peparprov Kalimantan Selatan V Tahun 2025. Faktor-faktor yang menghambat pembinaan olahraga penyandang disabilitas di NPC Kabupaten Hulu Sungai Utara meliputi keterbatasan sosialisasi dan edukasi mengenai olahraga disabilitas, hambatan psikologis yang memengaruhi partisipasi penyandang disabilitas, belum optimalnya sistem rekrutmen dan regenerasi atlet, keterbatasan pelatih serta sarana dan prasarana, dan dinamika kepengurusan akibat Pergantian Antar Waktu (PAW). Faktor-faktor tersebut memengaruhi keberlangsungan pelaksanaan pemassalan, pembibitan, dan pembinaan prestasi sehingga masih diperlukan penguatan pada berbagai aspek pembinaan. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar National Paralympic Committee (NPC) Kabupaten Hulu Sungai Utara memperkuat pelaksanaan pemassalan, pembibitan, dan pembinaan prestasi melalui peningkatan sosialisasi, pengembangan sistem rekrutmen atlet yang lebih terstruktur, peningkatan kompetensi pelatih, penyediaan sarana dan prasarana yang sesuai dengan kebutuhan atlet, serta penguatan tata kelola organisasi agar pembinaan olahraga penyandang disabilitas dapat berlangsung secara berkelanjutan.

References

Abdullah, N. M., Ampofo-Boateng, K., Latif, R. A., & Mat, H. C. (2011). Coaching athletes with disabilities: Guidelines and principles in training methodology. Media Ilmu Keolahragaan Indonesia, 1(1), 1–8.

Abidin, K. Z., & Yuwono, C. (2021). Pembinaan prestasi atlet paracycling National Paralympic Committee of Indonesia di Surakarta tahun 2020. Indonesian Journal for Physical Education and Sport, 2(1), 40–48.

Anggito, A., & Setiawan, J. (2018). Metode penelitian kualitatif. Sukabumi: CV Jejak.

Bompa, T. O. (1999). Periodization: Theory and methodology of training (4th ed.). Champaign, IL: Human Kinetics.

Ibrahim. (2018). Metodologi penelitian kualitatif: Panduan penelitian beserta contoh proposal kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Irianto, D. P. (2002). Dasar kepelatihan. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta.

Lutan, R. (2012). Strategi pembinaan olahraga prestasi. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Meera, N., Ampofo-Boateng, K., & Latif, R. A. (2012). Coaching athletes with disabilities. Serdang: UPM Press.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Mutohir, T. C., & Maksum, A. (2007). Sport development index: Konsep, metodologi, dan aplikasi. Jakarta: PT Indeks.

Nurdiansyah. (2025). Evaluasi program pembinaan penyandang disabilitas di Dinas Sosial Kabupaten Bandung (Tesis Magister). UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Priandika, R. H., Putra, A., & Nugroho, T. (2024). Evaluasi pelatihan cabang olahraga futsal berkebutuhan khusus tuna rungu pada Klub Pertunarunguan Blitar FC (Skripsi). Universitas Negeri Surabaya.

Ramdhan, M. (2021). Metode penelitian. Surabaya: Cipta Media Nusantara.

Sugiyono. (2014). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R& D. Bandung: Alfabeta.

Sukadiyanto. (2011). Pengantar teori dan metodologi melatih fisik. Bandung: Lubuk Agung.

Supriyanto, B. (2025). Evaluasi program pembinaan olahraga disabilitas di Provinsi DKI Jakarta tahun 2023 (Tesis Magister). Universitas Negeri Jakarta.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Utomo, A. W. (2020). Evaluasi program National Paralympic Committee dalam pembinaan prestasi olahraga adaptif bagi penyandang disabilitas di Provinsi Kalimantan Selatan (Tesis Magister). Universitas Negeri Jakarta.

Downloads

Published

2026-09-18