Perancangan Corporate Identity Sebagai Media Promosi Pada Ruang Kreatif Arupala
Keywords:
Kemampuan Beradaptasi, Identitas Perusahaan, Keterbacaan, Parameter Wheeler, Ruang KreatifAbstract
Arupala Creative Space berfungsi sebagai wadah alternatif bagi pengembangan seni konvensional, seni digital, dan animasi, serta pemberdayaan pemuda di Kota Semarang. Namun, Arupala belum memiliki identitas visual yang terstandarisasi, sehingga terjadi ketidakkonsistenan dalam publikasi yang menghambat kesadaran merek dan kemitraan strategis. Penelitian ini bertujuan merancang sistem identitas perusahaan (logo, tipografi, dan palet warna) yang dievaluasi berdasarkan Teori Gestalt dan parameter desain Wheeler. Metode penelitian kualitatif digunakan, dengan analisis data yang dilakukan melalui analisis SWOT dan matriks entitas desain. Indikator desain yang diuji meliputi diferensiasi, daya ingat, kemampuan adaptasi, dan keterbacaan. Analisis Gestalt menunjukkan bahwa penerapan teknik closure dan figure/ground pada simbol utama secara efektif menyederhanakan aspek adaptabilitas (tetap fungsional pada ukuran minimum 15 mm) serta menghasilkan keterbacaan yang sangat baik, baik pada media cetak maupun digital. Identitas visual ini telah diterapkan pada platform luring (alat tulis kantor) maupun daring (media sosial, situs web), sehingga berhasil menampilkan citra publik yang profesional dan konsisten.References
Anggraini, S., & Wijaya, M. (2022). Penerapan prinsip gestalt pada perancangan logo UMKM berbasis industri kreatif. Jurnal Bahasa Rupa, 5(2), 112–121.
Askaria, A. (2019). Teori Gestalt dalam Mendesain UI. BINUS University.
Fadli, R., & Hartono, B. (2023). Redesain identitas visual ruang publik kreatif guna meningkatkan citra kota. Nirmana, 25(1), 45–56.
Fu, H., & Zhu, H. (2022). Discursive construction of corporate identity through websites: An intercultural perspective on the commercial banks of the United States and China. Frontiers in Psychology, 13, 1–15.
Gunawan, A., & Setiawan, H. (2024). Analisis legibilitas dan skalabilitas logo minimalis modern pada media digital. VCD (Visual Communication Design), 9(1), 23–34.
Hidayat, N. (2021). Pengaruh konsistensi corporate visual identity terhadap corporate image komunitas seni. Demandia, 6(2), 201–215.
Kurniawan, D., & Pratama, R. (2025). Tipografi sans-serif dalam perancangan identitas visual organisasi modern. Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia, 12(1), 89–98.
Lestari, P. (2023). Eksplorasi ruang negatif dalam perancangan piktogram berbasis Teori Gestalt. Jurnal Seni Nasional Cipta, 11(2), 143–154.
Pradana, Y. (2022). Urgensi graphic standard manual (GSM) sebagai acuan konsistensi branding organisasi non-profit. Jurnal Grafis Studio, 4(1), 57–68.
Ramadhan, F., & Sari, I. (2024). Perancangan branding corporate identity bagi komunitas pemberdayaan pemuda kreatif di era digital. Jurnal Komunikasi Visual Melati, 8(3), 312–325.
Santoso, G. (2023). Pendekatan psikologi persepsi dalam perancangan identitas visual entitas bisnis kontemporer. Jurnal Estetika Nusantara, 7(2), 76–88.
Sihombing, D. (2021). Pengukuran tingkat brand awareness komunitas melalui pembaharuan identitas visual terpadu. Jurnal Strategi Brand Indonesia, 3(4), 410–423.
Wheeler, A. (2017). Designing Brand Identity: An Essential Guide for the Whole Branding Team (4th ed.). John Wiley & Sons.

