KONSEP DIRI MEMBER DANCE COVER (Studi Fenomenologi Pada Grup Dance Magnum di Kota Bandung)
Keywords:
Konsep Diri, Dance Cover, Ekspresi Diri, Fenomenologi Alfred Schutz, Grup MagnumAbstract
Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena anggota grup cover dance yang kerap mengalami benturan antara identitas personal dan tuntutan sosial, sehingga membutuhkan ruang aman untuk membentuk dan mengekspresikan konsep diri secara autentik. Subjek dalam penelitian ini adalah tiga orang anggota perempuan dari Grup Dance Cover Magnum di Kota Bandung (Ka Wei, Ka Uwi, dan Teti) yang secara spesifik membawakan tarian cross-cover dari boy group K-Pop. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi melalui kacamata Teori Fenomenologi Alfred Schutz dan konsep diri George Herbert Mead. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi, lalu divalidasi menggunakan triangulasi (sumber, teknik, waktu) dan member checking. Analisis data dilakukan dengan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan informan bergabung dengan grup dilatarbelakangi oleh because of motive, yakni sebagai medium pelarian dari trauma fisik, tekanan akademik, rutinitas kerja, dan kekangan aturan keluarga. Sementara itu, in-order-to motive mereka adalah menciptakan zona aman yang suportif untuk mencapai kebebasan berekspresi dan penyembuhan batin. Melalui interaksi dalam grup dan keberanian mengambil peran maskulin (cross-cover), anggota mengalami transformasi konsep diri dari sosok yang pasif dan terkekang menjadi individu yang percaya diri, ceria, dan sangat ekspresif, baik di atas panggung maupun di lingkungan sosial nyata.References
Supriatna, A., Sunarsi, D., & Permatasari, R. I. (2023). Buku ajar metode penelitian kualitatif. PT Literasi Nusantara Abadi Grup (hal 72-79)
Sukweenadhi, J. (2023). Self -Concept: Memahami Konsep Diri untuk Pengembangan Pribadi. (hal. 1–23).
Sumbodo, Y. P., Marzuki, Yudhantara, S. M., & Widiastuti. (2024). Buku referensimetode penelitian: Panduan lengkap untuk penelitian kuantitatif, kualitatifdan campuran. PT Media Pustaka Indo. (hal. 59–77).
Setyowati, S., Mashuri, Fanggidae, L. W., Nainggolan, F. M., Vitrianto, P. N., & Sari, I. K. (2023). Memahami fenomenologi, etnografi, studi kasus, danmetode kombinasi dalam jagat metode riset. Global Eksekutif Teknologi.
Hadi, A., Asrori, & Rusman. (2021). Penelitian kualitatif: Studi fenomenologi, case study, grounded theory, etnografi, biografi. CV Pena Persada. Hal 22)
Ganioğlu, S., & Kılınç, E. (2025). Dance as aesthetic language and the creation ofMeaningful narrative. (Diterbitkan di Journal for the Interdisciplinary Artand Education, Vol. 6, No. 4, hal. 307-320) https://doi.org/10.5281/zenodo.18016421
Hou, C. (2025). The fusion of Modern Dance and traditional dance : Balancing innovation and heritage. (GBS Press, 2(1), 137–144). https://doi.org/10.71222/skerj284
Jung, S., & Kim, H. J. (2023). Does workplace spirituality increase Self -esteem in female professional dance rs? The mediating effect of positive psychological capital and team trust. (MDPI Religions, 14(4), Artikel 445). https://doi.org/10.3390/rel14040445
Nurfitri, A., Khuzaimah, U., & Saragih, E. F. (2025). Konsep diri dan kepercayaan diri remaja sanggar tari Lembaga Kesenian Bunga Tanjung. (An -Nafs,19(1), 10–17. https://doi.org/10.25299/annafs.2025.vol19(1).21337
Peng, X. (2024). Historical development and cross-cultural influence of dance creation: Evolution of body language. (HERANCA, 7(1), Artikel 764). https://doi.org/10.52152/heranca.v7i1.764
Qızı, S. S. A. (2024). Evolution of dance styles: From traditional to modern trends. Eurasian Journal of Social Sciences, (Philosophy and Culture EJSSPC, 4(10), 32–35). https://doi.org/10.5281/zenodo.13907404
Rubab, A., Maqsood, A., & Mansoor, S. N. (2025). Self -concept and its impact on academic performance among high school students. (Journal of Health and Rehabilitation Research JHRR, 5(2), Artikel 1722).https://doi.org/10.61919/jhrr
Schameri, dkk. (2026). Effects of a Dance -Based Intervention on Affective States and Self -Esteem in Adolescents Receiving Psychiatric Care: Differences Between Youth with and Without Problematic Internet Use—A Pilot Study. (Behavioral Sciences Diterbitkan oleh MDPI Volume 16, Issue 2, Article 170). https://doi.org/10.3390/bs16020170
Yang, H. (2024). The fusion of traditional and modern dance : Embracing culturaldiversity. (Francis Academic Press, 6(1), 111–116). https://doi.org/10.25236/FAR.2024.060120
Zhao, D., Xiao, W., Tan, B., Zeng, Y., Li, S., Zhou, J., Shan, S., Wu, J., dkk. (2025). Association between dietary habits and emotional and behavioral problems in children: The mediating role of Self -concept. (Frontiers in Nutrition, 12, Artikel 1426485. https://doi.org/10.3389/fnut.2025.1426485)
Citrawati, dkk. (2025). Revitalisasi Tari Tradisional di Era Digital: Sinergi Nilai Budaya, Inovasi Teknologi, dan Seni. (Jurnal Pendidikan Teknolog Informasi Dan Vokasional, Volume 7, Nomor 1, Halaman 1 –13). https://doi.org/10.23960/jptiv.v7i1.30812
Daratirta, D. (2024). Motif “Because Of” dan “In Order To” Pemuda Dalam Pengembangan Rumah Spot Wisata di Kampung Kayutangan Kota Malang (Brawijaya Journal of Social Science Volume 4, Nomor 1, Halaman 82–97). https://doi.org/10.21776/ub.bjss.2024.004.01.6
Fitriawati, dkk. (2024). Pemanfaatan Sosial Media Sebagai Media Pelestarian tarian Tradisional Bali Di Era Modern. (Prosiding Pekan Ilmiah Pelajar, Volume 4, Halaman 144–149).
Hanifah, H., Salsabillah, L., Fitri, A. T., Febriani, R. M., Hidayatullah, R., &Harmonedi. (2025). Landasan teori, penelitian relevan, kerangka berpikir dan hipotesis penelitian pendidikan. (IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam,3(2),391–404). https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/989
Husnullail, M., Risnita, Jailani, M. S., & Asbui. (2024). Teknik pemeriksaan keabsahan data dalam riset ilmiah. (Jurnal Genta Mulia, 15(2), 70 –78). https://ejournal.uncm.ac.id/index.php/gm/article/view/1148

