PEMAKNAAN PENGGUNAAN CHATGPT SEBAGAI MEDIA PENGUNGKAPAN DIRI (STUDI FENOMENOLOGI PADA MAHASISWA GEN Z DI KOTA BANDUNG)

Authors

  • Dehania Silviana Program Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Bisnis, International Women University Author
  • Evie Sophia Program Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Bisnis, International Women University Author
  • Aulia Asmarani Program Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Bisnis, International Women University Author
  • Putri Astiti Program Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Bisnis, International Women University Author

Keywords:

ChatGPT, Komunikasi Digital, Pengungkapan Diri

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan percakapan menggeser fungsi chatbot dari sekadar perangkat pencarian informasi menjadi ruang komunikasi personal. Penelitian ini bertujuan memahami motif, tindakan komunikasi, dan makna pengalaman mahasiswa Generasi Z di Kota Bandung ketika menggunakan ChatGPT sebagai media pengungkapan diri. Penelitian menggunakan paradigma konstruktivisme dan pendekatan fenomenologi sosial Alfred Schutz. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap delapan mahasiswa Generasi Z di Kota Bandung, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi. Analisis pengalaman menggunakan tahapan fenomenologi transendental Moustakas, meliputi epoche, horizontalization, pengelompokan makna, deskripsi tekstural, deskripsi struktural, dan sintesis esensi. Hasil penelitian menunjukkan dua lapis motif. Because-motive berakar pada tekanan akademik, persoalan keluarga, konflik interpersonal, dinamika organisasi, kesulitan menemukan lawan bicara, dan kekhawatiran terhadap penilaian sosial. In-order-to motive berorientasi pada ketenangan emosional, pemahaman diri, perspektif baru, dan persiapan menghadapi tindakan komunikasi berikutnya. Tindakan komunikasi dilakukan melalui penulisan pengalaman, seleksi informasi personal, dan interpretasi terhadap respons ChatGPT. Lima tema utama ditemukan: peralihan fungsi dari alat bantu akademik menjadi media pengungkapan diri; pengungkapan diri untuk mengurangi beban emosional; ChatGPT sebagai ruang aman tanpa penghakiman; ChatGPT sebagai media refleksi diri; dan ChatGPT sebagai media pendukung, bukan pengganti hubungan interpersonal. Temuan menegaskan bahwa ChatGPT dimaknai bukan semata sebagai teknologi, melainkan sebagai ruang komunikasi digital alternatif yang membantu mahasiswa menata pengalaman dan memahami diri, tetapi tetap memiliki batas karena tidak menggantikan kehadiran manusia.

References

Ardianto, E., & Qomaruzzaman, B. (2014). Filsafat Ilmu Komunikasi. Simbiosa Rekatama Media.

Creswell, J. W. (2019). Research design: Pendekatan metode kualitatif, kuantitatif dan campuran.

Moleong, L. J. (2021). Metodologi Penelitian Kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.

Mulyana, D. (2017). Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. PT Remaja Rosdakarya.

Mulyati, E., Madina, L. O., Basos, S., & Harahap, L. H. (2024). Buku Referensi Metode Penelitian. MPI.

Nasrullah, R. (2015). Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Simbiosa Rekatama Media.

Raho, B. (2021). Teori Sosiologi Modern. Penerbit Ledalero.

Rachbini, W., Evi, T., & Suyanto. (2023). Pengenalan ChatGPT: Tips dan Trik bagi Pemula. CV. AA. Rizky.

Samsinar, & A. N. A. R. (2017). Komunikasi Antar Manusia. Giallorossi Publisher.

Schutz, A. (1967). The Phenomenology of the Social World. Northwestern University Press.

Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif. Alfabeta.

Supraja, M., & Akbar, N. A. (2020). Alfred Schutz: Pengarusutamaan Fenomenologi dalam Tradisi Ilmu Sosial. Gadjah Mada University Press.

Tarumingkeng, R. C. (2025). Clark Moustakas (1923–2012). RUDYCT e-PRESS

Umran, L. O. M., Halika, L. O. H., & Joko. (2022). Pengetahuan Dasar Ilmu Komunikasi. CV Literasi Nusantara Abadi.

Kim, M., Lee, S., Kim, S., Heo, J. I., Lee, S., Shin, Y. B., Cho, C. H., & Jung, D. (2025). Therapeutic Potential of Social Chatbots in Alleviating Loneliness and Social Anxiety: Quasi-Experimental Mixed Methods Study. Journal of Medical Internet Research, 27. https://doi.org/10.2196/65589

Mutiarrahma, Z. S., Darajatunnisa, R., Faustina, F., Mahfuzhah, N., & Wihita, A. R. (2025). Studi Fenomenologi: Pengalaman Generasi Z dalam Menghadapi Kesepian dengan Character Artificial Intelligence. Jurnal EMPATI, 13(4): 291–301.

Nazhesda, M., Fitriyah, H., & Irwansyah, I. (2025). Pemanfaatan ChatGPT sebagai Aspek Relasi dalam Menghadapi Masalah Pribadi. Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian, 4(11): 10160–10173.

Nurkhairani, A., Arwansyah, O. D., & Ginting, R. (2025). Menemukan Kenyamanan dalam Algoritma: Fenomena Curhat ke AI dalam Era Digital. Tabularasa: Jurnal Ilmiah Magister Psikologi, 7(2): 80–89.

Papneja, H., & Yadav, N. (2025). Self-disclosure to Conversational AI: A Literature Review, Emergent Framework, and Directions for Future Research. Personal and Ubiquitous Computing, 29(2).

Yoseppin, G., Dewi, P. A. M. N., & Purba, Y. K. (2025). Fenomena Chatbot AI sebagai Teman Curhat: Implikasi pada Hubungan Antarpribadi di Era Digital. Calathu: Jurnal Ilmu Komunikasi, 7(1): 45–53.

Downloads

Published

2026-09-11