KOMUNIKASI PERSUASIF DALAM KONTEN EDUKASI SKINCARE PADA AKUN TIKTOK @DOSENSKINCARE

Authors

  • Devinta Adelia Putri Sutomo Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Bahasa, Universitas Bina Sarana Informatika Author
  • Novalia Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Bahasa, Universitas Bina Sarana Informatika Author

DOI:

https://doi.cibangsa.org/DOI-2026-173

Keywords:

komunikasi persuasif, skincare, TikTok, ethos, pathos, logos, brand engagement

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi persuasif dalam konten edukasi skincare pada akun TikTok @dosenskincare. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan paradigma konstruktivis. Analisis dilakukan berdasarkan konsep retorika Aristoteles yang mencakup ethos, pathos, dan logos. Data diperoleh melalui observasi terhadap konten TikTok, wawancara dengan key informant dan informan pendukung, serta dokumentasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga unsur komunikasi persuasif tercermin dalam konten edukasi @dosenskincare. Ethos dibangun melalui kredibilitas, kompetensi dalam menjelaskan informasi skincare, dan transparansi komunikator. Pathos terlihat melalui kedekatan emosional, validasi terhadap pengalaman audiens, serta penggunaan bahasa yang santai dan relevan. Sementara itu, logos menjadi unsur yang paling dominan melalui penyajian fakta, data, penjelasan kandungan, mekanisme bahan aktif, dan argumentasi yang sistematis. Ketiga unsur tersebut saling mendukung dalam membangun kepercayaan, keterlibatan emosional, dan penerimaan audiens terhadap pesan edukasi. Dengan demikian, komunikasi persuasif melalui kombinasi ethos, pathos, dan logos efektif dalam membangun brand engagement melalui konten edukasi skincare di TikTok.

References

Aji, W. N., & Setiyadi, D. B. P. (2020). Aplikasi Tik Tok sebagai media pembelajaran keterampilan bersastra. Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra, 6(1), 147–157.

Badan Pengawas Obat dan Makanan. (2025). Laporan pengawasan produk kosmetik ilegal periode Februari 2025. Badan POM Republik Indonesia.

Eriyanto. (2022). Analisis isi: Pengantar metodologi untuk penelitian ilmu komunikasi dan ilmu-ilmu sosial lainnya (Edisi ke-3). Kencana Prenada Media Group.

Fadhil, M., & Rahmawati, S. (2022). Komunikasi persuasif konten kreator di TikTok dalam membangun kepercayaan audiens. Jurnal Komunikasi Massa, 15(2), 87–102.

Griffin, E. A., Ledbetter, A., & Sparks, G. (2019). A first look at communication theory (10th ed.). McGraw-Hill Education.

Harahap, R., & Lubis, M. (2023). Analisis retorika Aristoteles dalam konten edukasi kesehatan di TikTok. Jurnal Komunikasi Indonesia, 11(2), 54–68.

Hidayati, N., & Hernawati, R. (2022). Analisis komunikasi persuasif dalam konten edukasi kesehatan di media sosial. Jurnal Komunikasi dan Informatika, 8(1), 23–39.

Littlejohn, S. W., & Foss, K. A. (2021). Theories of human communication (12th ed.). Waveland Press.

McQuail, D. (2021). McQuail's media and mass communication theory (7th ed.). SAGE Publications.

Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.

Nasrullah, R. (2021). Media sosial: Perspektif komunikasi, budaya, dan sosioteknologi (Edisi ke-5). Simbiosa Rekatama Media.

Prasetyo, B. D., & Febriani, N. S. (2020). Strategi branding: Teori dan perspektif komunikasi dalam bisnis. UB Press.

Pratiwi, D., & Setiawan, A. (2024). Komunikasi persuasif konten kreator edukasi skincare di media sosial Instagram. Jurnal Ilmu Komunikasi, 22(1), 112–128.

Rakhmat, J. (2022). Retorika modern: Pendekatan praktis (Edisi ke-14). Remaja Rosdakarya.

Ridho, S., & Winda, P. (2023). Persepsi followers terhadap konten edukasi skincare di akun TikTok @dosenskincare. Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu, 3(1), 45–60.

Soemirat, S., & Suryana, A. (2021). Komunikasi persuasif (Edisi ke-7). Universitas Terbuka.

Statista. (2025). Revenue of beauty & personal care in Indonesia from 2018 to 2030, by segment. Statista.

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif: Untuk penelitian yang bersifat eksploratif, interpretif, interaktif dan konstruktif (Edisi ke-4). Alfabeta.

We Are Social, & Meltwater. (2025). Digital 2025: Global overview report. We Are Social.

Yulianda, A., Sultan, M., & Akbar, R. (2024). Analisis konten pada akun TikTok @dr.ziee sebagai media edukasi perawatan kulit. Jurnal Penelitian Inovatif, 4(3), 201–217.

Downloads

Published

2026-09-11