ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PEIRCE TERHADAP REPRESENTASI HARAPAN DAN DOA DALAM VISUAL VIDEO KLIP “TERAMINI” KARYA GHEA INDRAWARI

Authors

  • Novia Putri Wulandari Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bina Sarana Informatika Author
  • Fajar Muharam Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bina Sarana Informatika Author

DOI:

https://doi.cibangsa.org/DOI-2026-78

Keywords:

Semiotika Peirce, Video Klip, Representasi, Harapan, Doa, Komunikasi Spiritual

Abstract

Video klip musik sudah menjadi lebih dari sekadar pelengkap sebuah lagu. Video ini bisa menjadi media komunikasi audiovisual yang menyampaikan pesan lewat gambar, gerak tubuh, ekspresi, dan tata cahaya. Penelitian ini membahas video klip “Teramini” karya Ghea Indrawari yang dirilis pada April 2024 melalui kanal YouTube HITS Records dan telah ditonton lebih dari 5,9 juta kali. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi tanda-tanda visual dalam video klip tersebut, mengelompokkannya ke dalam kategori ikon, indeks, dan simbol, serta membaca relasi triadic antara representamen, objek, dan interpretant untuk mengungkap bagaimana harapan dan doa direpresentasikan secara visual. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif deskriptif-interpretatif dengan paradigma konstruktivisme. Data diperoleh melalui observasi tidak langsung terhadap tujuh adegan terpilih, wawancara mendalam dengan tiga informan, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan kerangka semiotika Charles Sanders Peirce. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harapan direpresentasikan lewat perubahan ekspresi wajah, gestur tubuh, dan gradasi cahaya yang bergerak dari keterpurukan menuju terwujudnya harapan, sejalan dengan dimensi agency dan pathways dalam teori harapan Snyder (2002). Doa direpresentasikan lewat simbol cahaya dari arah atas, arah pandangan menengadah, dan ekspresi kontemplatif yang membangun makna komunikasi spiritual sebagaimana dikonsepkan oleh Widjanarko (2022). Ketiga informan secara konsisten memaknai tanda-tanda tersebut sebagai representasi perjuangan, kepasrahan, dan keyakinan bahwa doa akan dikabulkan pada waktu yang tepat. Temuan ini menegaskan bahwa video klip musik populer dapat menjadi medium komunikasi spiritual yang efektif bagi audiens digital.

References

Aina, L. N., & Hakim, L. (2022). Analisis Semiotika Video Klip BTS “Permission to Dance.” J-KIs: Jurnal Komunikasi Islam, 3(2), 79–92.

Atkin, A. (2023). Peirce's Theory of Signs (Spring 2023). Metaphysics Research Lab, Stanford University. https://plato.stanford.edu/archives/spr2023/entries/peirce-semiotics/

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Fazira, E., Rahmawati, R., & Asman, Z. (2021). Analisis Semiotika Representasi Rasa Kehilangan dalam Musik Video Klip Pilu Membiru Experience. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik, 6(2), 1–9.

Hall, S. (1997). Representation: Cultural Representations and Signifying Practices. SAGE Publications.

Moleong, L. J. (2017). Metode Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). PT Remaja Rosdakarya.

Ningsih, S. R., & Setyawan, A. (2024). Analisis Semiotika Makna Motivasi pada Lirik Lagu “Teramini” Karya Ghea Indrawari. Jurnal Tuturan, 12(2), 307–320.

Novianti, A., & Rosyidah, N. (2024). Analisis Semiotik Video Sal Priadi “MesraMesraannya Kecil-Kecilan Dulu.” Jurnal Bahasa Daerah Indonesia, 1(1), 1–18.

Pradina, A. A. (2021). Pesan Moral pada Video YouTube Mother Earth Karya Alffy Rev (Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce) [Skripsi, IAIN Ponorogo]. http://etheses.iainponorogo.ac.id/id/eprint/13750/

Saleha, & Yuwita, M. R. (2023). Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce pada Simbol Rambu Lalu Lintas Dead End. Mahadaya: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya, 3(1), 65–72. https://doi.org/10.34010/mhd.v3i1.7886

Snyder, C. R. (2002). Hope Theory: Rainbows in the Mind. Psychological Inquiry, 13(4), 249–275. https://doi.org/10.1207/S15327965PLI1304_01

Sobur, A. (2016). Semiotika Komunikasi (6th ed.). PT Remaja Rosdakarya.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (17th ed.). Alfabeta.

Van Cappellen, P., & Edwards, M. E. (2021). Emotion Expression in Context: Full Body Postures of Christian Prayer Orientations Compared to Specific Emotions. Journal of Nonverbal Behavior, 45(2). https://doi.org/10.1007/s10919-021-00370-6

Van Cappellen, P., Edwards, M. E., Kamble, S. V., Yildiz, M., & Ladd, K. L. (2024). Kneel, Stand, Prostrate: The Psychology of Prayer Postures in Three World Religions. PLOS ONE, 19(8), e0306924. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0306924

Westphal, M. (2005). Prayer as the Posture of the Decentered Self. In B. E. Benson & N. Wirzba (Eds.), The Phenomenology of Prayer. Fordham University Press. https://doi.org/10.5422/fso/9780823224951.003.0002

Widjanarko, P. (2022). Komunikasi Spiritual: Sebuah Tinjauan Konseptual. Jurnal Peradaban, 2(1), 46–68. https://doi.org/10.51353/jpb.v2i1.657

Wulandari, S., & Siregar, E. D. (2020). Kajian Semiotika Charles Sanders Pierce: Relasi Trikotomi (Ikon, Indeks dan Simbol) dalam Cerpen Anak Mercusuar Karya Mashdar Zainal. Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 4(1), 29–41.

Downloads

Published

2026-09-02