STRATEGI KOMUNIKASI BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI DALAM MENJAGA CITRA
Keywords:
strategi komunikasi, citra organisasi, hubungan masyarakat, komunikasi dua arah, KPKAbstract
Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi yang diterapkan Biro Hubungan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menjaga citra organisasi menggunakan model komunikasi simetris dua arah (two-way symmetrical) dari Grunig dan Hunt. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam terhadap dua key informan dari Biro Humas KPK, penelitian menemukan bahwa KPK menjalankan strategi komunikasi melalui empat langkah: mengenal khalayak, menentukan tujuan, menyusun pesan, dan menetapkan metode media. Dalam implementasi model komunikasi dua arah, KPK menerapkan empat peran: menentukan arti pesan, menyandikan pesan, mengirimkan pesan sambil mengamati penyebarannya, dan bereaksi terhadap respons publik melalui dashboard monitoring media. Pembentukan citra organisasi dilakukan melalui tiga proses seleksi: selective attention, selective distortion, dan selective retention. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi KPK efektif dalam memengaruhi persepsi publik, mengontrol narasi, dan meminimalkan pemberitaan negatif. Biro Humas KPK berperan tidak hanya sebagai penyampai informasi tetapi juga sebagai fungsi manajemen strategis yang mengatur agenda publik dan media untuk menjaga reputasi organisasi.References
Arifin, A. (1994). Strategi Komunikasi: Sebuah Pengantar Ringkas. CV Armico.
Berg, K. T., & Gibson, K. (2011). Hired Guns and Moral Torpedoes: Balancing the Competing Moral Duties of the Public Relations Professional. PRism Online, 8(1), 149.
Bogdan, R. C., & Taylor, S. J. (1992). Introduction to Qualitative Research Methods: A Phenomenological Approach to the Social Sciences. John Wiley & Sons.
Cutlip, S. M., Center, A. H., & Broom, G. M. (2006). Effective Public Relations (9th ed.). Kencana.
Effendy, O. U., & Ruslan, R. (1999). Dimensi-Dimensi Komunikasi. PT Remaja Rosda Karya.
Fajar, M. (2009). Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktik. Graha Ilmu.
Gassing, S. S., & Suryanto. (2016). Public Relations. CV Andi Offset.
Goldhaber, G. M. (1993). Organizational Communication (7th ed.). William C. Brown.
Grunig, J. E., & Hunt, T. (1992). Managing Public Relations. Holt, Rinehart & Winston.
Iriantara, Y. (2005). Media Relations: Konsep, Pendekatan, dan Praktik. Simbiosa Rekatama Media.
Jefkins, F. (2003). Public Relations (5th ed.). Erlangga.
Kasmirus, W. (2017). Peran Kehumasan dalam Membangun Citra Pemerintah di Kabupaten Kutai Barat. Jurnal Administrative Reform (JAR), 208.
Kriyantono, R. (2016). Public Relations, Issue, and Crisis Management. Kencana.
Lattimore, D., Baskin, O., Heiman, S. T., & Toth, E. L. (2014). Public Relations: The Profession and Practice (3rd ed.). Salemba Humanika.
Moleong, L. J. (2008). Metode Penelitian Kualitatif. Remaja Rosda Karya.
Muhammad, A. (2009). Komunikasi Organisasi. Bumi Aksara.
Pace, R. W., Faules, D. F., & Mulyana, D. (2013). Komunikasi Organisasi (8th ed.). PT Remaja Rosda Karya.
Ruslan, R. (2017). Metode Penelitian: Public Relations dan Komunikasi (7th ed.). PT Raja Grafindo Persada.
Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. CV Alfabeta.
Transparency International Indonesia. (2026). Indeks Persepsi Korupsi: Pemberantasan Korupsi Kembali ke Titik Nol. https://transparansi.id

