KOORDINASI PERENCANAAN PROGRAM SMART CITY: APLIKASI TUMBAS DI KABUPATEN MOJOKERTO
DOI:
https://doi.org/10.2238/2vsmmb49Keywords:
koordinasi perencanaan; Smart City; Aplikasi Tumbas; Kabupaten MojokertoAbstract
Penelitian ini menganalisis koordinasi perencanaan program Smart City melalui Aplikasi Tumbas di Kabupaten Mojokerto dengan menggunakan teori perencanaan prosedural Andreas Faludi sebagai kerangka analisis. Fokus kajian diarahkan pada kejelasan tujuan, hubungan tujuan dan sarana, proses organisasi dan koordinasi, rasionalitas pengambilan keputusan, serta evaluasi dan umpan balik. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi rapat koordinasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuan program telah terarah pada integrasi Aplikasi Tumbas dengan agenda Smart City dan penguatan ekonomi digital UMKM, tetapi masih menghadapi kendala infrastruktur, literasi digital, dan kapasitas server. Koordinasi lintas-OPD sudah berjalan, namun masih terdapat fragmentasi kewenangan dan keterbatasan platform koordinasi terpadu. Evaluasi dan umpan balik belum sepenuhnya mampu menangkap pengalaman pengguna secara real-time. Temuan ini menunjukkan perlunya penguatan tata kelola koordinasi lintas-OPD, peningkatan kapasitas teknis, dan sistem evaluasi pengguna yang lebih sistematis agar program lebih efektif dan berkelanjutan.References
Aisyah, S., Hidayah, Z., Juniadi, D., Purnomo, E. P., Wibowo, A. M., & Harta, R. (2024). Transforming Smart City Governance for Quality of Life and Sustainable Development in Semarang City, Indonesia. International Journal of Sustainable Development & Planning, 19(9).
Anthopoulos, L. G. (2017). The rise of the smart city. In Understanding smart cities: A tool for smart government or an industrial trick? (pp. 5–45). Springer.
Ardelia, L., & Pradana, G. W. (2022). Inovasi Pelayanan E-SIAP (Elektronik Sistem Aplikasi Pendaftaran) Dalam Peningkatan Kualitas Pelayanan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Blitar. Publika, 309–322.
Ardhitha, R. (2024). Teknologi Pintar dalam Mewujudkan Kota Berkelanjutan. JURNAL WILAYAH, KOTA DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN, 3(2), 207–216.
Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta: Rineka Cipta..(2013). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Edisi Revisi VI. Jakarta: Rineka Cipta.
Bae, B., & Choi, S. (2024). The effect of collaborative governance in social startups on social performance: The mediating effect of economic performance. Journal of Open Innovation: Technology, Market, and Complexity, 10(3), 100370.
Faculty, T. M. I. T., & Friedmann, J. (2018). MIT Open Access Articles A Planners ’ Planner : John Friedmann ’ s Quest for a General Theory of Planning. 2(April), 179–191. https://doi.org/10.1080/01944363.2018.1427616
Fahrina, A. (2022). Analisis kesiapan pembangunan smart city daerah studi kasus: Kabupaten Temanggung. JATISI, 9(2), 984–995.
Febriyanti, A., Kanti, Y. S., & Pratama, S. G. (2025). Inovasi Pelayanan Publik Terintegrasi Dalam Satu Lokasi: Studi Kasus Mal Pelayanan Publik (Mpp) Surabaya. Jurnal Administrasi Politik Dan Sosial, 6(2), 168-180.
Firman, F., & Rahmawati, R. (2023). Tata Kelola Smart City Dalam Perspektif Collaboratif Governance. The Indonesian Journal Of Public Administration (Ijpa), 9(1).
Gerli, P., Mora, L., Neves Da Rocha, F., & Nguyen, H. (2024). World Smart Cities Outlook 2024.

