PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR MELALUI UNIT PENGELOLAAN IKAN (UPI) PT BERKAT MINA BAHARI TATURAN KECAMATAN GEMEH KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD
DOI:
https://doi.org/10.2238/gc8snz71Keywords:
Pemberdayaan, Masyarakat Pesisir, Unit Pengelolaan IkanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan proses pemberdayaan masyarakat pesisir melalui Unit Pengelolaan Ikan (UPI) PT Berkat Mina Bahari di Desa Taturan, Kecamatan Gemeh, Kabupaten Kepulauan Talaud. Wilayah pesisir memiliki potensi kelautan yang melimpah, namun masyarakat nelayan seringkali terkendala keterbatasan akses modal, teknologi, dan jaringan pasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model kondensasi data, penyajikan data, serta penarikan kesimpulan. Kerangka analisis mengacu pada empat dimensi pemberdayaan menurut Jim Ife, yaitu peningkatan kapasitas, akses terhadap sumber daya dan pasar, partisipasi dalam pengambilan keputusan, serta penguatan kontrol ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan UPI PT Berkat Mina Bahari telah memberikan kontribusi positif dalam mendorong aktivitas ekonomi lokal, terutama melalui transfer pengetahuan teknis dasar pengolahan ikan (learning by doing) serta kepastian jaminan pasar bagi hasil tangkapan nelayan. Namun, proses pemberdayaan belum berjalan secara komprehensif karena peningkatan kapasitas masih terbatas pada ranah teknis operasional, struktur akses pasar memicu ketergantungan monopsonistik, partisipasi masyarakat masih berada pada tingkat pelaksanaan (pseudo-participation), dan kontrol ekonomi masih tersentralisasi pada pihak perusahaan. Kesimpulannya, upaya pemberdayaan masyarakat pesisir di Desa Taturan perlu ditransformasikan dari keterlibatan operasional semata menuju penguatan kapasitas manajerial, diversifikasi pasar, serta kelembagaan ekonomi mandiri.References
Chambers, R. (1997). Whose reality counts? Putting the first last. Intermediate Technology Publications.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Fauziah, A., Heryadi, Y., & Pratama, R. (2024). Konsep pemberdayaan masyarakat. CV HEI Publishing Indonesia.
Friedmann, J. (1992). Empowerment: The politics of alternative development. Blackwell.
Ife, J. (2016). Community development in an uncertain world: Vision, analysis and practice (2nd ed.). Cambridge University Press.
Kartasasmita, G. (1996). Pembangunan untuk rakyat: Memadukan pertumbuhan dan pemerataan. Cides.
Lomboan, D. V. Y., Ruru, J., & Londa, V. (2021). Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir Di Desa Kumu Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa. Jurnal Administrasi Publik, 7(109), 1–9.
Lubys, M. A. A., Rares, J., & Plangiten, N. (2021). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Pemberian Bantuan Bibit Cengkih Dan Bibit Ikan Air Tawar Di Desa Modayag Timur Kecamatan Modayag Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Jurnal Administrasi Publik, 7(105), 1–8.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2019). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.
Satria, A. (2015). Pengantar sosiologi masyarakat pesisir. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Soeprodjo, R. G., Ruru, J., & Londa, V. (2020). Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Pantai Di Desa Inobonto Dua Kabupaten Bolaang Mongondow. Jurnal Administrasi Publik, 6(89), 1–10.
Tuju, F. V., Tulusan, F., & Palar, N. (2021). Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pembangunan Di Desa Poopo Barat Kecamatan Passi Timur Kabupaten Bolaang Mongondow. Jurnal Administrasi Publik, 7(110), 1–9.
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.
Yonvitner, H. A. S., & Yuliana, E. (2016). Pengertian, potensi, dan karakteristik wilayah pesisir. Pengelolaan Wilayah Pesisir Dan Laut, 1–39.

