Analisis SWOT sebagai Strategi Pengelolaan Objek Wisata Kampung Air di Desa Sambonggede Kecamatan Merakurak Kabupaten Tuban
DOI:
https://doi.org/10.2238/khq48b87Keywords:
Geografi pariwisata, Wisata air, Analisis SWOTAbstract
Kampung Air merupakan objek wisata buatan berbasis wisata air yang berlokasi di Desa Sambonggede, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban. Meskipun memiliki potensi sumber daya dan daya tarik wisata yang cukup besar, pengelolaan Kampung Air masih menghadapi berbagai tantangan, seperti jumlah kunjungan wisatawan yang belum optimal, persaingan dengan destinasi wisata sejenis, serta perlunya pengembangan strategi pengelolaan yang mampu menjaga keberlanjutan destinasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor internal berupa kekuatan dan kelemahan serta faktor eksternal berupa peluang dan ancaman yang dimiliki Kampung Air, kemudian merumuskan strategi pengelolaan berdasarkan analisis SWOT. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan perspektif kompleksitas wilayah. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara mendalam terhadap lima pengelola dan lima pengunjung, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, penyusunan matriks SWOT, dan perumusan strategi SO, WO, ST, dan WT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kampung Air memiliki kekuatan berupa kualitas air yang bersih, variasi kedalaman kolam, keamanan yang baik, harga tiket yang terjangkau, serta lokasi yang mudah diakses. Kelemahan yang ditemukan antara lain pengelolaan sampah yang belum optimal, keterbatasan promosi digital, serta variasi wahana yang masih terbatas. Peluang utama berasal dari meningkatnya minat masyarakat terhadap wisata keluarga dan dukungan pengembangan desa wisata, sedangkan ancaman berasal dari persaingan dengan objek wisata sejenis dan perubahan tren wisata. Berdasarkan hasil analisis SWOT, strategi prioritas yang direkomendasikan adalah memanfaatkan keunggulan kualitas lingkungan dan fasilitas wisata untuk memperluas kerja sama dengan sekolah, pemerintah, dan sektor swasta dalam mengembangkan program wisata edukasi serta meningkatkan promosi digital guna memperkuat daya saing destinasi.References
Abae, I., & Royali, A. S. (2025). Ekonomi Regional: Dinamika Ketimpangan, Integrasi Daerah, dan Inovasi Daerah. CV Detak Pustaka.
Adyasari, D., Pratama, M. A., Teguh, N. A., Sabdaningsih, A., Kusumaningtyas, M. A., & Dimova, N. (2021). Anthropogenic impact on Indonesian coastal water and ecosystems: Current status and future opportunities. Marine Pollution Bulletin, 171, 112689. https://doi.org/10.1016/j.marpolbul.2021.112689
Auliah, I., Selintung, M., & Syafri, S. (2022). Strategi Pengembangan Desa Wisata. Urban and Regional Studies Journal, 5(1), 9–14. https://doi.org/10.35965/ursj.v5i1.1961
Database Peraturan. (2025). Pemerintahan Daerah Kabupaten di Jawa Timur. https://peraturan.bpk.go.id/Details/64024/uu-no-12-tahun-1950
Eraku, S. S., & Baruadi, M. K. (2025). Pemberdayaan masyarakat dalam mengelola Kawasan ekowisata mangrove dan konservasi lingkungan berbasis kearifan lokal Desa Hutamonu Kabupaten Boalemo. PROFICIO, 6(1), 456–462. https://doi.org/10.36728/JPF.V6I1.4249
Hasanah, H. (2021). Peningkatan Minat Belajar pada Materi Interaksi Desa Kota Melalui Model Cooperative Learning Tipe STAD di SMA Negeri 5 Pamekasan. FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam, 10(1), 102–122. https://doi.org/10.32806/jf.v10i1.442
Hermiyanto, B., Mawarni, C., Winarso, S., & Budiman, S. A. (2025). Soil quality assessment and land capability evaluation for determining integrated watershed management model through SWOT analysis and AHP method in Arjasa Sub-watershed, Indonesia. Watershed Ecology and the Environment, 7, 104–118. https://doi.org/10.1016/j.wsee.2025.02.001
Insani, A. A., & Haryono, E. (2025). Geodiversity hotspot and SWOT–TOWS–AHP assessment for regional geoconservation strategies in Kulon Progo Regency, Aspiring Jogja Geopark, Indonesia. International Journal of Geoheritage and Parks, 13(1), 144 –165. https://doi.org/10.1016/j.ijgeop.2025.02.002
Jeelani, P., & Shah, S. A. (2024). Strategic insights for sustainable tourism development in Kashmir Valley: SWOT and QSPM analysis. Environmental Development, 52, 101092. https://doi.org/10.1016/j.envdev.2024.101092
Kementerian Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif. (2023). Pedoman Penyusunan Rencana Induk Pengembangan Daya Tarik Wisata. https://jdih.kemenparekraf.go.id/peraturan/1246
Maliki. (2023). Ekowisata SILOWO banjir pengunjung saat musim liburan. Info Publik Kabupaten Tuban. https://www.infopublik.id/kategori/nusantara/756902/ekowisata-silowo-banjirpengunjung-saat-musim-liburan
Purboyo, A. A., Ramadan, A. H., Arifin, E. T., Noviandi, I. E., & Arizqi, M. (2024). Pemanfaatan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis untuk Identifikasi Morfometri di DAS Ciliwung. Aerospace Engineering, 1(1), 12. https://doi.org/10.47134/aero.v1i1.2322
Subekti. (2022). Omicron susutkan kunjungan wisata Kampung Air Merakurak. https://www.wartakini.co/2022/03/omicron-susutkan-kunjungan-wisata-kampung-airmerakurak/
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif (Untuk Penelitian yang Bersifat Eksploratif, Interpretif, Interaktif, dan Konstruktif). Alfabeta.
Utama, I. G. A. R., Mahadewi, N. M. E., & Krismawintari, N. P. D. (2023). Metodologi Penelitian Bidang Manajemen dan Pariwisata. Deepublish.

