KOMUNIKASI BUDAYA: PERAN KENDANG DALAM TARI GANDRUNG BANYUWANGI
DOI:
https://doi.org/10.2238/bfnv4h02Keywords:
Kendang, Komunikasi Budaya, Tari GandrungAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kendang dalam Tari Gandrung Banyuwangi sebagai media komunikasi budaya. Tari Gandrung Banyuwangi merupakan salah satu kesenian tradisional masyarakat Banyuwangi yang sarat dengan nilai simbolik, ekspresi emosional, dan identitas lokal. Dalam pertunjukannya, kendang tidak hanya berfungsi sebagai alat musik pengiring, tetapi juga sebagai instrumen utama yang mengatur ritme, tempo, dinamika, serta membangun interaksi antara penari dan pemusik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi terhadap pelaku seni dan budayawan setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendang memiliki peran komunikatif yang signifikan, yakni sebagai penanda perubahan gerak, penguat ekspresi dramatik, serta simbol kekuatan magis dan spiritual yang melekat dalam Tari Gandrung Banyuwangi. Selain itu, pola tabuhan kendang menjadi sarana transmisi nilai-nilai budaya Osing kepada generasi muda. Dengan demikian, kendang tidak hanya berperan secara musikal, tetapi juga sebagai medium k omunikasi nonverbal yang merepresentasikan identitas dan kearifan lokal masyarakat Banyuwangi. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian komunikasi budaya dalam konteks seni pertunjukan tradisional.References
Arps (2019) 'Tembang in Two Traditions: Performance and Interpretation of Javanese Literature,' School of Oriental and African Studies, University of London [Preprint].
Badan Pusat Statistik Kabupataen Bayuwangi (2025) Kabupaten Banyuwangi dalam Angka 2025.
Barker (2004) 'The developmental origins of adult disease,' Journal of the American College of Nutrition, 23(6).
Barker, C. (2014) Cultural studies: Theory and practice (4th ed.). London: Sage Publications.
Barthes, R. (1977) Image, music, text. London: Fontana Press.
Bartners (1977) Image, Music, Text (S. Heath, Trans.). Fontana Press.
Blumer, H. (1969) Symbolic interactionism: Perspective and method. California: University of California Press.
Chandler (2017) Semiotics: The Basics (3rd ed.). Routledge.
Devito, J.A. (2021) The interpersonal communication book (15th ed.). New York: Pearson Education.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi (2024) Profil Kebudayaan Kabupaten Banyuwangi.
Febrianto (2025) 'Pengembangan media pembelajaran berbasis augmented reality pada alat musik tradisional.,' Decode: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi, 2(2).
Hall (1977) Representation: Cultural Representations and Signifying Practices. Sage Publications.
Hall, S. (1997) Representation: Cultural representations and signifying practices. London: Sage Publications.
Harnish (2006) Bridges to the Ancestors: Music, Myth, and Cultural Politics at an Indonesian Festival. University of Hawai’i Press.
Hasan, M. (2020) 'Eksistensi Tari Gandrung sebagai identitas budaya masyarakat Banyuwangi,' Jurnal Seni dan Budaya, 12(2), pp. 45–56.
Knapp, Hall and Horgan (2014) Nonverbal Communication in Human Interaction (8th ed.). Cengage Learning.
Knapp, M.L. and Hall, J.A. (2022) . Nonverbal communication in human interaction (9th ed.). Boston: Cengage Learning.
Koentjaraningrat. (2015) Pengantar ilmu antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Lestari, D. (2019) 'Komunikasi nonverbal dalam seni pertunjukan tradisional.,' Jurnal Komunikasi Budaya, 7(1), pp. 33–44.
Liliweri (2019) Komunikasi Antarbudaya. Prenanda Media.

