SECOND ACCOUNT SEBAGAI SAFE SPACE DIGITAL; STUDI TENTANG KOMUNIKASI PERSONAL DAN PENGUNGKAPAN DIRI
DOI:
https://doi.org/10.2238/e5v8de31Keywords:
Second Account, Instagram, Pengelolaan Privasi, Communication Privacy Management, Media SosialAbstract
Fenomena penggunaan second account Instagram semakin berkembang seiring meningkatnya kebutuhan pengguna media sosial untuk memiliki ruang komunikasi yang lebih privat. Berbeda dengan akun utama yang umumnya ditujukan kepada audiens yang lebih luas, second account memungkinkan pengguna untuk membatasi akses terhadap informasi pribadi yang dibagikan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana pengguna Instagram mengelola privasi melalui penggunaan second account. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap dua informan yang aktif menggunakan akun utama dan second account Instagram. Analisis dilakukan menggunakan Communication Privacy Management Theory (CPM) dari Sandra Petronio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua informan memanfaatkan second account sebagai ruang komunikasi yang lebih personal dengan melakukan seleksi audiens secara sadar. Pengguna membatasi akses hanya kepada orang-orang yang dipercaya sehingga merasa lebih aman dan nyaman dalam mengungkapkan pemikiran, perasaan, serta minat pribadi. Temuan ini menunjukkan bahwa second account berfungsi sebagai strategi pengelolaan privasi yang memungkinkan pengguna mempertahankan kontrol atas informasi pribadi sekaligus memperoleh kebebasan dalam berekspresi di media sosial.References
Amelia, C. (2024). Dramaturgi dalam media sosial: Second account Instagram sebagai self-disclosure pada mahasiswa muslimah. Jurnal Audiens, 5(4), 591–606. https://doi.org/10.18196/jas.v5i4.486
Bilqis, T. D., Alfiani, M. R., Gayatri, F. A., & Cuhandi. (2024). Dramaturgi dalam media sosial: Second account di Instagram sebagai self disclosure. HUMANUS: Jurnal Sosiohumaniora Nusantara, 1(2), 155–164. https://doi.org/10.62180/914e5g76
Budiani, A. N., Fauzi, F., Bantar, G. Y., & Vioga, M. (2023). Gambaran self disclosure pengguna second account Instagram (Studi fenomenologi self disclosure pengguna second account Instagram pada dewasa awal). Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(2), 17238–17243. https://doi.org/10.31004/jptam.v7i2.9100
Maulana, R., Prastya, S. E., Zulfadhilah, M., & Pratama, R. N. (2025). Eksplorasi self-disclosure generasi Z di second account Instagram menggunakan classification machine learning. Jurnal Teknologi dan Informasi (JATI), 15(2), 147–159. https://doi.org/10.34010/jati.v15i2.16847
Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.
Nasrullah, R. (2022). Media sosial: Perspektif komunikasi, budaya, dan sosioteknologi. Simbiosa Rekatama Media.
Petronio, S. (2002). Boundaries of privacy: Dialectics of disclosure. State University of New York Press.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.
We Are Social, & Meltwater. (2025). Digital 2025: Indonesia. https://datareportal.com/reports/digital-2025-indonesia

