ANALISIS BUDAYA SAMI'NA WA ATHO'NA PADA RELASI SANTRI-BU NYAI DI PESANTREN GRESIK

Authors

  • Fuadatuz Zainiyyah Ilmu Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Negeri Surabaya Author

DOI:

https://doi.org/10.2238/se7j0n14

Keywords:

Sami'na wa atho'na, relasi, hehemoni, patron klien, pesantren

Abstract

Budaya sami’na wa atho’na merupakan nilai yang mengakar dalam pendidikan pesantren sebagai bentuk penghormatan dan kepatuhan santri kepada kiai atau bu nyai, namun praktik tersebut juga berpotensi membentuk relasi kuasa yang memengaruhi pola komunikasi dan kebebasan berpikir santri. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik budaya sami'na wa atho'na serta implikasinya terhadap relasi santri–bu nyai di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Gresik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap santri serta alumni yang dipilih secara purposive, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya sami'na wa atho'na diinternalisasikan melalui pembiasaan, keteladanan, dan legitimasi kultural sehingga membentuk kepatuhan yang berlandaskan nilai adab, penghormatan, dan keyakinan terhadap keberkahan. Praktik tersebut merepresentasikan mekanisme hegemoni yang membentuk relasi patron-klien secara hierarkis, sekaligus membatasi ruang dialog dan keberanian santri dalam menyampaikan pendapat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa budaya sami'na wa atho'na berperan penting dalam menjaga nilai adab di pesantren, namun perlu diimbangi dengan penguatan ruang dialog yang konstruktif agar penghormatan kepada guru tetap berjalan seiring dengan berkembangnya kemampuan berpikir kritis santri.

References

Alif Muzaki, Aris Munandar, Moh. Sihabudin, & Nur Fadilah Fitri. (2023). Konsep Sendiko Dawuh di Pondok Pesantren Ma’hadut Tholabah Kabupaten Tegal. La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam, 15(1), 41–49. https://doi.org/10.62490/latahzan.v15i1.378

Haliza Rizqica Fadillah, Juliansyah Aditya Rahadian, Moch. Faisal Rais, & Milana Sapta Dewi. (2024). Transformasi Peran Kiai dalam Politik Indonesia dari Otoritas Keagamaan ke Ranah Politik Praktis. Politika Progresif : Jurnal Hukum, Politik dan Humaniora, 1(4), 151–163. https://doi.org/10.62383/progres.v1i4.1047

Hidayat, T., Rizal, A. S., & Fahrudin, F. (2018). Peran Pondok Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia. Ta’dib: Jurnal Pendidikan Islam, 7(2), 1–10. https://doi.org/10.29313/tjpi.v7i2.4117

Rachman, A. A. (2014). The Impact of Authoritarian Leadership in Pesantren. Religió: Jurnal Studi Agama-Agama, 4(1), 1–28.

Downloads

Published

2026-07-28