POLA PERILAKU GAYA HIDUP HEDONISME MASYARAKAT DI KAWASAN PERUMAHAN GRIYA SEA LESTARI, DESA SEA, KECAMATAN PINELENG, KABUPATEN MINAHASA, PROVINSI SULAWESI UTARA
DOI:
https://doi.org/10.2238/dveb3f77Keywords:
Hedonisme, perilaku, masyarakatAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis secara mendalam tentang pola perilaku gaya hidup hedonisme masyarakat di kawasan perumahan, dikarenakan pada zaman sekarang banyak masyarakat yang menempatkan kesenangan, kepuasan, dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama dalam kehidupan. Dalam berbagai kawasan atau lingkungan, fenomena ini dapat terlihat dari meningkatnya kecenderungan masyarakat untuk mengonsumsi barang dan jasa yang bersifat prestius, mengikuti perkembangan, serta mengutamakan penampilan sebagai simbol status sosial. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan teori Interaksionisme Simbolik dari George Herbert Mead untuk menganalisis hubungan keterkaitan masyarakat dengan lingkungan yang menciptakan pola perilaku gaya hidup yang hedonisme sebagai status sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola perilaku masyarakat mengarah ke tingkat hedonisme antara lain seperti penggunaan barang-barang berharga, pengeluaran untuk pemenuhan keinginan, menghabiskan waktu luang di pusat perbelanjaan, restoran, tempat rekreasi serta mengonsumsi barang dan jasa yang bersifat simbolis, modern serta berorientasi pada prestise sosial. Hal tersebut mengakibatkan munculnya perilaku konsumtif yang meningkat karena orientasi terhadap kepuasan dan kenikmatan lebih dominan dibandingkan pertimbangan terhadap kebutuhan dalam jangka panjang. Sebagai Kesimpulan, fenomena ini jelas menunjukkan sifat pemborosan dalam ruang lngkup kehidupan masyarakat, yang dalam ini sifat tersebut dapat mempengaruhi peningkatan pengeluaran taraf hidup dari masyarakat itu sendiri.References
Bandura, A. (1977). Social learning theory. Prentice Hall.
Baudrillard, J. (1998). The consumer society: Myths and structures. Sage Publications.
Bungin, B. (2006). Sosiologi komunikasi: Teori, paradigma, dan diskursus teknologi komunikasi di masyarakat. Kencana.
Chaney, D. (1996). Lifestyles. Routledge.
Doloy, F. (2020). Kajian gaya hidup hedonisme masyarakat Desa Tateli Tiga, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa. HOLISTIK, 13(3).
Giddens, A. (1991). Modernity and self-identity: Self and society in the late modern age. Stanford University Press.
Khairunnisa, Y. P. (2023). Kebiasaan gaya hidup hedonisme terhadap perkembangan kepribadian anak. Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi, 3(1), 31–44.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2009). Marketing management (13th ed.). Pearson Prentice Hall.
Kamus Besar Bahasa Indonesia. (n.d.). Perilaku.
Rangkuti, A., & Mesra, R. (2024). Dampak urbanisasi pada interaksi sosial dan struktur keluarga dalam masyarakat modern. COMTE: Journal of Sociology Research and Education, 1(3), 107–115.
Razali, R., & Fuadi. (2023). Gaya hidup masyarakat hedonisme di Kota Lhokseumawe. Jurnal EMT KITA, 7(1), 215–222.
Ritzer, G. (1983). The McDonaldization of society. Journal of American Culture, 6(1), 100–107.
Santrock, J. W. (2011). Life-span development (13th ed.). McGraw-Hill.
Schor, J. B. (1998). The overspent American: Why we want what we don't need. Harper Perennial.
Setiadi, N. J. (2019). Perilaku konsumen: Perspektif kontemporer pada motif, tujuan, dan keinginan konsumen (Edisi revisi). Prenada Media.
Skinner, B. F. (1938). The behavior of organisms: An experimental analysis. Appleton-Century.
Soekanto, S. (2012). Sosiologi suatu pengantar (Rev. ed.). Rajawali Pers.
Stanford Encyclopedia of Philosophy. (2023). Hedonism. In E. N. Zalta (Ed.), The Stanford Encyclopedia of Philosophy.
Sugiyono. (2023). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sumarwan, U. (2014). Perilaku konsumen: Teori dan penerapannya dalam pemasaran. Ghalia Indonesia.

