DAMPAK PENGGUNAAN GADGET ANAK SEKOLAH DASAR DALAM INTERAKSI SOSIAL KELUARGA DI KELURAHAN BAHU, KECAMATAN MALALAYANG, KOTA MANADO
DOI:
https://doi.org/10.2238/k98kj138Keywords:
Dampak, Gadget, Anak Sekolah Dasar, Interaksi Sosial KeluargaAbstract
Penelitian ini mengkaji fenomena masifnya penggunaan gadget pada anak usia sekolah dasar di wilayah perkotaan yang mulai menggeser pola interaksi tatap muka dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan gadget terhadap interaksi sosial keluarga di Kelurahan Bahu, Kota Manado, serta peran orang tua dalam mengarahkan dampak tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gadget memiliki dinamika fungsi yang kompleks. Secara fungsi manifes, gadget bermanfaat sebagai media belajar alternatif anak dan alat pengawasan jarak jauh bagi orang tua. Secara fungsi laten, teknologi ini menciptakan 'kehadiran semu' di mana anak hadir secara fisik di rumah namun emosionalnya hanyut di dunia virtual. Dari segi disfungsi, penggunaan berlebihan memicu perubahan perilaku negatif seperti ketidakstabilan emosi (mudah marah), penundaan respons komunikasi verbal, serta peniruan bahasa kasar dari internet. Orang tua meredam dampak negatif tersebut melalui strategi pengasuhan digital (digital parenting) berupa pembatasan waktu (time management), pengawasan konten, dan kebijakan ponsel tanpa kunci pengaman demi transparansi rekam jejak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keharmonisan keluarga di era digital sangat bergantung pada penguatan komunikasi dua arah yang intensif agar fungsi keluarga sebagai agen sosialisasi primer tetap terjagaReferences
Al Ulil Amri, M. I., Bahtiar, R. S., & Pratiwi, D. E. (2020). Dampak penggunaan gadget terhadap kemampuan interaksi anak sekolah dasar pada situasi pandemi Covid-19. Trapsila: Jurnal Pendidikan Dasar, 2(2), 14–23. https://doi.org/10.30742/tpd.v2i2.933
Anwar, Y., & Andang. (2017). Sosiologi untuk universitas. PT Refika Aditama.
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. (2024). Jumlah pengguna internet Indonesia. https://apjii.or.id
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2024). BKKBN. https://www.bkkbn.go.id
Creswell, J. W. (2010). Research design: Pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed. Pustaka Pelajar.
Fauziddin, M., & Adha, T. R. (2023). Analisis dampak penggunaan handphone terhadap interaksi sosial siswa di UPT Sekolah Dasar Negeri 007 Bangkinang. Global Education Journal. https://doi.org/10.37985/global.v1i4.45
Joshanda, N. S., Adrias, A., & Zulkarnaini, A. P. (2025). Pengaruh penggunaan gadget terhadap interaksi sosial anak usia sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 10.
Khairudin, H. (2008). Sosiologi keluarga. Liberty.
Merton, R. K. (1968). Social theory and social structure. Free Press.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Moleong, L. J. (2010). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
Sabani, F. (2022). Perkembangan anak-anak selama masa sekolah dasar (6–7 tahun).
Saputri, R. E., Salsabilla, C. A., Nurazizah, D., & Azahra, N. (2024). Dampak penggunaan gadget terhadap perkembangan sosial anak sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 2(1). https://doi.org/10.47134/pgsd.v2i1.1139
Sianturi, Y. R. U. (2021). Pengaruh penggunaan gadget terhadap kemampuan interaksi sosial siswa sekolah dasar.
Soekanto, S. (2012). Sosiologi: Suatu pengantar. Rajawali Pers.
Soekanto, S., & Sulistyowati, B. (2015). Sosiologi: Suatu pengantar (Edisi revisi, Cetakan ke-47). Rajawali Pers.
Sugiyono. (2015). Memahami penelitian kualitatif. Alfabeta.
Sunarto, K. (2004). Pengantar sosiologi. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Suryadi, A. (2020). Mengetahui karakteristik peserta didik di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora, 1(3), 445–452.

