PROSES REKONSILIASI DI DESA KOSIO BARAT (STUDI KASUS PERTIKAIAN ANTAR-DESA KOSIO BARAT DAN DOLODUO)

Authors

  • Cristi Maria Tiow Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sam Ratulangi Manado Author
  • Juliana Lumintang Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sam Ratulangi Manado Author
  • Femmy C.M. Tasik Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sam Ratulangi Manado Author

DOI:

https://doi.org/10.2238/j7yxs228

Keywords:

Rekonsiliasi, Konflik Sosial, Rekonsiliasi Konflik, Desa Kosio Barat, Desa Doloduo

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan bagaimana proses rekonsiliasi yang dilakukan pemerintah daerah dalam memperkuat pencegahan eskalasi konflik serta mewujudkan harmoni sosial di kedua desa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pemerintah desa, aparat kepolisian, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat yang terlibat langsung dalam konflik. Landasan teori yang digunakan adalah Teori Konflik Sosial dari Lewis Coser yang memandang konflik tidak hanya bersifat destruktif, tetapi juga dapat menjadi sarana perubahan sosial apabila dikelola melalui penyelesaian yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses rekonsiliasi dilakukan melalui mediasi pemerintah daerah, keterlibatan aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta dukungan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang menghasilkan deklarasi perdamaian sebagai komitmen bersama untuk mengakhiri permusuhan dan membangun kembali hubungan sosial. Meskipun kondisi keamanan telah membaik, masih terdapat tantangan berupa trauma masyarakat dan potensi konflik yang perlu diantisipasi melalui komunikasi, kerja sama, dan penguatan nilai-nilai persaudaraan. Penelitian ini menunjukkan bahwa rekonsiliasi yang melibatkan seluruh unsur masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan perdamaian yang berkelanjutan dan mencegah terulangnya konflik di masa mendatang.

References

Azca, M. N. (2014). Reconciliation in Aceh: A Study of Post-Conflict Peacebuilding. Journal of Peacebuilding & Development, 9(2), 45–60. https://doi.org/10.1080/15423166.2014.943215

Badan Pusat Statistik. (2020). Laporan Konflik Sosial di Indonesia . BPS. https://www.bps.go.id/publication/2020/12/01/laporan-konflik-sosial-di-indonesia.html

Bersama Kapolda, Yasti Turun Langsung Meredam Konflik Kosio-Doloduo. (2022). Berita Totabuan. https://beritatotabuan.com/berita-bolmong/bersama-kapolda-yasti-turun-langsung-meredam-konflik-kosio-doloduo/

Bupati Bolmong Dampingi Kapolda Sulut Selesaikan Konflik Desa Kosio vs Doloduo. (2022). Bolmong Post. https://www.bolmongpost.com/bmr/bupati-bolmong-dampingi-kapolda-sulut-selesaikan-konflik-desa-kosio-vs-doloduo/

Coser, L. A. (1956). The Functions of Social Conflict. Free Press.

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Flick, U. (2018). An Introduction to Qualitative Research (6th ed.). SAGE Publications.

Glasl, F. (1999). Conflict Management: A Practical Guide to Developing Negotiation Strategies. Haupt. https://www.amazon.de/Konflikt-Management-Friedrich-Glasl/dp/325806794X

Hariyanto, H., Yunilisiah, Y., Manoppo, M., Baihaky, R., Nur, R. J., Soumokil, E. L., ... & Anam, K. (2025). Sosiologi Keluarga: Teori, Konflik, dan Rekonsiliasi dalam Kehidupan Sosial Modern. Star Digital Publishing.

Jurnal Governance. (2023). Governance, 3 (1). https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/governance/article/download/48054/42557/110771

Kapolda Sulut dan Bupati Turun Langsung Selesaikan Konflik Doloduo-Kosio Barat. (2022). Deto Totabuan. https://detotabuan.com/bolaang-mongondow-raya/bolmong/kapolda-sulut-dan-bupati-turun-langsung-selesaikan-konflik-doloduo-kosio-barat/

Kementerian Dalam Negeri. (2018). Laporan Penanganan Konflik Antar-Desa di Sulawesi Tenggara. Kementerian Dalam Negeri. https://www.kemendagri.go.id

Komaling, C. P., Pangemanan, S., & Kumayas, N. (2018). Peranan Pemerintah Kecamatan dalam Menangani Konflik Antar Kampung di Kecamatan Dumoga Barat Kabupaten Bolaang Mongondow. Jurnal Eksekutif, 1 (1). https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jurnaleksekutif/article/view/20203

Laporan Penanganan Konflik Badan Kesatuan Bangsa dan Politik. (2022). Satu Data Kabupaten Bolaang Mongondow. https://satudata.bolmongkab.go.id/dataset/laporan-penanganan-konflik

Lederach, J. P. (1997). Building Peace: Sustainable Reconciliation in Divided Societies. United States Institute of Peace Press.

Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic Inquiry. Sage Publications.

Makan Korban, Yusra Alhabsyi Minta Polda Segera Atasi Konflik di Dumoga. (2022). Berita Manado. https://beritamanado.com/makan-korban-yusra-alhabsyi-minta-polda-segera-atasi-konflik-di-dumoga/

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2019). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.

Moleong, L. J. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.

Pasca Konflik Doloduo-Kosio, APDR Temui Bupati Bolmong. (2022). Potret Utara. https://www.potretutara.com/read/pasca-konflik-doloduo-kosio-apdr-temui-bupati-bolmong

Downloads

Published

2026-07-24